Enambulan lalu mereka sudah tahu TRUMP bakal menang Pemilu Amerika ! – Memprediksi hasil pemilu dengan BIG DATA –

Memprediksi hasil pemilu dengan BIG DATA.

Dengan semakin banyaknya pengguna internet dan dalam berselancar diketahui kecenderungan perilakunya, maka ada kemungkinan hasil pemilu dapat diketahui hasilnya sebelum pemilu diadakan.

Baca lebih lanjut

Mengenal Gunung Slamet -1, (Cyndercone)

Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa, setelah Gunung Semeru. Ukuran Gunung ini sebenarnya sangat luas, dan menariknya, karakteristik gunung ini yang memiliki beberapa cyndercone atau kerucut sinder disekitarnya.

😦 “Pakdhe kok namanya Gunung Slamet ini kenapa ya ?”

😀 “Ya supaya kamu nggak takut dan bersahabat dengan gunungapi ini”

MorfologiGSlamet Baca lebih lanjut

Inspirasi Dongeng Geologi : ENERGIA Tahun 1 Vol. 08.

PUBLIK, terutama di jagat maya tak mengenalnya sebagai tukang insinyur pencari minyak. Laki-laki kelahiran Yogyakarta, 12 Maret 1963 ini lebih masyhur sebagai “tukang dongeng”. Rovicky Dwi Putohari mengampu blog “Dongeng Geologi” yang dibuatnya sejak 1998 lalu. Saat itu masih alakadarnya. Formatnya html yang hanya melulu berisi tulisan, tak bisa dipercantik gambar ataupun grafik.

Energia-4Sejak itu, dia menulis nyaris tanpa jeda. Mengabarkan apa saja tentang geologi. Saat sedang di luar negri pun, ia tak absen. Saat mendongeng tsunami yang menghantam Aceh 2004 silam, dia sedang bekerja di Kuala Lumpur. Tulisan di blognya ketika itu menjadi referensi utama, diburu pengunjung yang ingin tahu lebih dalam tentang tsunami.

Rovicky lancar menulis karena sudah menyenanginya dari dulu. Semasa sekolah menengah dan kuliah, dia kerap mengirimkan tulisan ke berbagai surat khabar. “Lebih banyak gak dimuatnya,” ujarnya ngakak. Tapi dari situlah, dia belajar menulis yang menarik untuk konsumsi publik. Kata Rovicky, editor surat khabar dulu masih rajin-mencoratcoret naskah yang tidak dimuat dan menunjukkan kekurangannya di mana. Ketelatenan itu tak didapatnya sekarang. Kini sekadar pemberitahuan apakah naskah dimuat atau ditolak.

Seperti laiknya pendongeng, Rovicky menulis dunia geologi dengan bahasa yang sederhana. Dia tahu persis seorang pendongeng harus mementingkan audiennya. Barangkali karena itulah “Dongeng Geologi “ menjadi popular. Sudah jutaan orang mengunjunginya. Blog ini selalu dijadikan rujukan informasi saat bencana terjadi. Hitnya langsung berada di atas. Saat Gunung Kelud meletus beberapa waktu lalu, blognya dikunjungi tak kurang dari 90.000 pengunjung.

Rovicky menulis berbeda dengan yang tersaji di media massa, yang kerap menonjolkan dramatisasinya. Ia lebih mengungkap mengapa sebuah bencana terjadi dan bagaimana menyikapinya.

Saking seringnya bersinggungan dengan persoalan bencana, Rovicky tertarik dan ingin menekuni pendidikan kebencanaan untuk S3, melenceng jauh dari pendidikan sebelumnya. Rovicky menamatkan pendidikan S1 di jurusan Geologi Universitas Gadjah Mada pada 1983 dan S2 pada Jurusan Geofisika UI tahun 1998. Ia merasa pendidikan kebencanaan di Indonesia belum banyak dilirik. Yang ada masih tambal sulam, nyaris tanpa konsep. Ketika tsunami selesai, bidang ini diajarkan di semua sekolah, tak peduli ada laut atau tidak. “Siswa SMA di Kalimantan dipaksa belajar tsunami. Padahal melihat laut saja belum pernah,” ujar Rovicky. Seharusnya pendidikan kebencanaan disesuaikan dengan karakter khas masing-masing daerah.

Apakah Rovicky akan pensiun sebagai geolog? “Seorang geolog tak mengenal pensiun. Lagipula dari situ saya cari duitnya,” ujar Rovicky yang mengaku tak berniat me-monetisasi blognya meski peluangnya ada. “Biar saja seperti sekarang. Cari duitnya saya dari migas saja,” ujar Rovicky. Ia dengan senang hati merelakan jika media massa mau memindahkan tulisan di blognya ke halaman cetak, tanpa kompensasi apapun.

Apakah erupsi beberapa gunung berapi yang terjadi belakangan berpengaruh pada kondisi geologis Indonesia, khususnya cadangan migas ? Apakah perlu adjustment terhadap data-data eksplorasi?

Aktifitas tektonik serta aktivitas gunungapi tidak secara langsung dan serta-merta memengaruhi kondisi dan tatanan geologi. Kondisi geologi Indonesia ini dibentuk dalam ribuan bahkan jutaan tahun. Sehingga terjadinya proses geologis (gempa dan gunung api) tidak serta-merta mengubah tatanan geologi didaerah itu. Struktur lapangan serta pengisian cadangan migas di dalam jebakan lapangan-lapangan migas diperkirakan terkumpul dalam periode waktu ribuan dan jutaan tahun. Kita tidak perlu risau adanya perubahan tatanan dalam skala lapangan, juga mungkin tidak signifikan perubahan cadangan migas yang sudah diketemukan.

Energia-5

Majalah EP-Pertamina yang dapat diunduh gratis disini http://www.pertamina-ep.com/Berita/Majalah-Energia

Walaupun secara teoritis adanya getaran-getaran gempa ini dapat meningkatkan perolehan migas. Di Indonesia juga kebetulan lapangan-lapangan migasnya tidak berada pada daerah dengan tektonik aktif maupun patahan aktif ini sehingga dampaknya tidak signifikan. Namun dengan adanya aktivitas tektonik serta aktivitas gunung api ini memberikan tambahan pemahaman kondisi geologi regional daerah itu. Misalnya, diketahuinya patahan-patahan aktif serta pergerakan lempengnya menjadikan ahli struktur geologi regional dan tektonik mudah mengetahui dan mengoreksi bila perlu dengan lebih baik. Pengetahuan inilah yang memberikan ilmu serta pemahaman baru dalam merekonstruksi ulang kondisi masa lampau saat terbentuk dan terkumpulnya migas di dalam jebakan.

Sumber Majalah Energia :

 

Alarm Bahaya SDM Migas. WAWANCARA, ENERGIA Tahun 1 Vol. 08.

JALEnergia-1AN hidup seseorang tak selamanya dimulai dari kecintaan pada sesuatu. Bisa juga sebaliknya. Atau keduanya seperti yang dialami Rovicky Dwi Putrohari saat memulai perjalanan panjang karir profesionalnya sebagai seorang geolog. Dia memilih kuliah di jurusan Geologi karena sejak sekolah menengah, menyukai naik gunung, Hobi membaui alam, menurut Rovicky, bisa tersalurkan di jurusan tersebut yang memang kerap keluar masuk hutan dan gunung.

“Saya juga masuk Geologi karena paling sedikit matematikanya dibandingkan jurusan teknik yang lain,” ujar laki-laki berusia 51 tahun ini. Entah mengapa, ia kurang begitu suka dengan pelajaran Matematika. “Saat S2 pun, saya sampai mengulang tiga kali,” ujar Rovicky. Ia menamatkan program master di Jurusan Geo Fisika Universitas Indonesia pada 1998. Baca lebih lanjut

Mengenalkan kebencanaan lewat media internet, blog.

belajarMengenalkan fenomena alam ke masyarakat awam dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan atau seminar baik langsung terjun ke masyarakat atupun melalui media. Mengenalkan bencana ke masyarakat juga dapat dilakukan melalui media internet merupakan salah satu media yang cukup murah dan menjangkau masyarakat luas.

😦 “Pengalaman pribadi ya Pakdhe ?”

Baca lebih lanjut

Bahwa masih akan ada gempa lain itu PASTI !

Bahwa masih akan ada gempa lain itu PASTI !

Melentingnya patahan

earthquake.jpgKetika ada yang mengatakan bahwa gempa nantinya akan berkekuatan lebih dari 8 SR ini yang perlu diluruskan !
Gempa merupakan fenomena alam yang disebabkan oleh ” melenting-nya sebuah pegas alami“. Pegas alam ini memang digencet oleh gerakan tektonik pada bermacam-macam batuan yang memiliki tingkat pelentingan berbeda-beda. Disinilah perlu diperhatikan bagaimana prediksi gempa itu.

Meramal atau lebih enaknya disebut prediksi memanglah memungkinkan secara ilmiah. Khususnya untuk prediksi gempa ada tiga aspek harus ada.

Ketiga aspek gempa yang ingin diketahui  itu adalah sebagai berikut : Baca lebih lanjut

Ketika anak lain mainan panjat pohon – 2

Wah ternayata banyak response tulisan sebelumnya Ketika anak lain mainan panjat pohon, dia diajak nyari minyak. Terutama dari mailist yang cukup menarik untuk ditambahkan dalam tulisan sebelumnya. Ternyata aspek pendidikan inilah yang merupakan hal terpenting. Pendidikan itu bukan hanya sekolah, pendidikan itu bisa dirumah, di sekolah, dilingkungan, bahkan juga di jalan raya. Dalam hal ini pendidikan di dalam rumah oleh orang tua.

Salah satu komentar dari dari sahabatku Mas Suhaimi OesmanBany yang sebelumnya pernah bertemu dengan Sang Bapak (Leon HESS) :

Tapi Mas Roficky belon pernah ketemu sama yang bikin Hess nya kan…? Leon Hess (alm). Nah aku dah pernah ketemu. Kalau John Hess kan Cuma pewaris saza, jadi kagak heran jadi orang kaya. Noh lihat bapaknya, itu kan dari jual minyak pikul pake truck tua keliling kampung sampe segeda sekarang ini. Nah semangat itu kalau mo ditiru…..bukan yang tiba2 pake dasi….(he..he..)

Berikan dia mimpi ! Baca lebih lanjut