Benarkah China Mengirimkan Tenaga Kerja ke Indonesia ?


Issue ini banyak beredar, bahkan dibumbui foto-foto yang bernuansa “hoax”, tidak dapat diverifikasi dan dipertanggungjawabkan kebenarannya. Dugaan adanya perseteruan politik, atau ntah apapun.

Tapi bukan itu tujuan tulisan ini.


Kita lihat FAKTA saja.

Kalau melihat grafik ini memang Puncak Jumlah Tenaga Kerja (Demografi bonus) China akan dicapai tahun 2016 ini. Dengan jumlah tenaga kerjanya sebesar 120% dari jumlah tenaga kerjanya tahun 2000. Dan itu tentunya membutuhkan lapangan kerja yang sangat banyak. Indonesia baru akan mencapai puncaknya tahun 2036. Dengan jumlah tenaga kerjanya 140% dibanding tahun 2000. (Data as at September 26, 2012. Source: United Nations World Population Prospects, Haver Analytics).

DemografiBonusAsia

Data as at September 26, 2012. Source: United Nations World Population Prospects, Haver Analytics.

Nah kalau China akhir-akhir ini pertumbuhan ekonominya menurun berarti jumlah lapangan pekerjaannya juga menurun, dan ini membahayakan meledaknya jumlah pengangguran disana. Sudah bisa dipastikan pemerintah china tidak tinggal diam dengan fakta ini.

Indonesia juga harus menyiapkan hal yang sama, menyiapkan pekerjaan untuk anak-cucu kita nanti, tentusaja. Harus menyiapkan lapangan kerja di tahun 2036 nanti ini bukan perkara sepele. Kita tidak tahu pekerjaan apa yang akan mereka kerjakan.

Tetapi yang pasti kita melihat adanya tantangan persaingan berat dengan China saat ini. Khususnya dalam perebutan lapangan pekerjaan.


Pekerja muda Indonesia pada tahun 2035 nanti

Prakiraan demografi Indonesia 15-20 tahun lagi, dalam gambar kedua, memperlihatkan bahwa pada tahun 2035 nanti pekerja di Indonesia didominasi, hampir pekerja berusia dibawah 40 tahun ! Mereka sebagian besar adalah generasi yang saat ini sedang sekolah sebagai murid ataupun mahasiswa.

DemografiIndonesia

Pada tahun 2035 nanti pekerja di Indonesia didominasi, 50% lebih, pekerja berusia dibawah 40 tahun !

😦 “Pakdhe, mereka ini yang sekarang main Pokemon ya ?”

Kalau melihat murid dan mahasiswa ini tentunya memiliki etos dan pola bekerja yang akan berbeda dengan generasi yang saat ini sedang menjadi penentu kebijakan, baik sebagai pekerja Kantor pemerintah, maupun kantor swasta. Jadi yg disiapkan adalah sarana untuk nantinya mereka bekerja. Ntah apapun pekerjaan itu.

Home Office barangkali salah satu pola kerja yang mereka inginkan. Namun yang pasti mereka akan sangat mengandalkan tehnologi, gadget, virtual, artificial, dan ntah apa lagi jargon yang akan muncul setelah ini.

😦 “Pakde, jadi bener nggak ada kiriman pekerja dari China ?”
😀 “Kalau ada yang curiga, ya berdasarkan fakta kondisi China saat ini yg meledak jumlah pekerjanya tentunya kecurigaan itu wajar, Tapi kalau ada yang menuduh dengan data yang palsu, itu jelas tindakan tidak benar”

Bagaimanapun persaingan antar negara dalam sebuah kawasan (region) itu akan selalu terjadi. Tiga kelompok besar di regional ini adalah China, Indonesia dan India yang baru akan meldak puncaknya pada tahun 2052. Brazil walaupun puncaknya tahun 2032, mungkin secara geografis terlalu jauh dari kawasan Asia. Mungkin bukan tantangan yang perlu dikhawatirkan.

3 Tanggapan

  1. Persaingan akan selalu ada, baik di dunia kerja maupun bisnis. Dan bila ingin menang dalam bersaing mau tidak mau harus meningkatkan skill kita.

    Misalnya seseorang bekerja di bidang akuntansi dan keuangan maka tingkatkan kemampuan Anda, misalnya dengan kursus komputer akuntansi atau bila Anda seorang staf kantor, teruslah belajar di bidang perkantoran misalnya dengan ikut pelatihan administrasi perkantoran.

    Menyalahkan pihak lain tidak akan menyelesaikan masalah.

    Thank

  2. kata temen fb.. bukan satu dua .. yang dikhawatirkan dari mereka itu selain daya saing ternyata adalah sikap joroknya; toilet lupa/ tidak di siram, buang gas semaunya, makan berisik dan kotor, urusan flu atau buang dahaknya sembarangan, belum bunyi sendawan semaunya, tak ada etika saya sekali. Kalau di kolam renang bisa kencing juga di sana,,, hadeuh, males banget partneran kerja sama orang2 kaya gini :[

  3. Kalau di alexis banyak tenaga kerja cina dan uzbekistan. Kalau kerja ga pernah pake baju. Kasihan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: