Fenomena Kolam Terangkat

korankolamterangkat

Mungkin ada yang membaca koran adanya kolam yang tiba-tiba terangkat, dan ada yang menganggap tanahnya ambles. Fenomena ini sebenarnya terjadi dibeberapa tempat terutama didaerah yang muka air tanahnya sangat dangkal, dan cepat berubah.

Fenomena kolam terangkat ini sering terjadi pada tempat yang batuan dasarnya berpasir yang kurang kompak dan memiliki porositas cukup besar.

Pada saat dibuat kolam ini, muka air tanah pada kedalaman yang cukup jauh dibawah. Sehingga kolampun dapat dibuat dengan mudah. Kalau dibuat pada saat muka air tanahnya dangkal, tentunya air banyak keluar dari dalam tanah.

Disaat musim hujan, muka air tanahnya berubah, mendangkal. Karena banyaknya air hujan, tentunya. Kolam yang kosong tanpa isi, maka akan mirip seperti kapal. Walaupun kapal dibuat dari besi tetapi mampu terapung karena adanya air yang mengangkat seperti hukum Archimides saja.

kolam-terangkat

Gambar diatas memperlihatkan bagaimana mekanisme fenomena kolam terangkat ini.

😦 “Pakdhe, lah yang dibawah kolam bisa kosong, ya ?”
😀 “Dibawah kolam akan terisi air ataupun terisi tanah pasir bercampur dengan air, yang memiliki daya angkat atau bouyancy”

Jadi sebenarnya bukan tanahnya yang ambles, melainkan bangunan kolamnya terangkat seperti kapal.

Supaya tidak terjadi pengangkatan ini, disarankan kolam jangan dibiarkan sampai kosong tidak ada airnya. Sehingga menambah beban supaya tidak merusak konstruksi kolam.

Bersatu Selamat di Bumi Pertiwi

Bersatu Selamat di Bumi Pertiwi IAGI - Logo

Press Release Ikatan Ahli Geologi Indonesia Menyambut Hari Bumi 22 April 2013

Rovicky Dwi Putrohari
Presiden Ikatan Ahli Geologi Indonesia

Bumi yang dihuni manusia sudah berumur lebih dari 4,5 milyar tahun.  Sudah renta atau justru sedang menuju kesempurnaan? Kita lebih sering mendengar pernyataan bumi sudah renta sehingga perlu perawatan khusus. Ataukah sebetulnya bumi sedang menuju kedewasaan hingga bumi berulah layaknya ABG yang penuh energi ekstra.  Mungkin kita tak akan pernah tahu.

Apapun yang kita percayai sebagai persepsi tingkat kedewasaan bumi saja mampu membuat manusia lupa akan tugas lengkapnya dalam memanfaatkan isi dan hasil bumi, mengerti perilaku bumi hingga harus menjaga lingkungan di bumi untuk menunjang kehidupan.

Ekstraksi – Mitigasi – Konservasi

Tiga aspek holistik yang tak terpisahkan.

Mengambil hasil bumi dan sumberdaya alam merupakan salah satu kegiatan manusia sejak mereka diciptakan. Demi bertahan hidup, manusia awalnya memanfaatkan air, buah-buahan, dedaunan, hutan hingga sumber daya pangan dan juga sumber daya energi. Kemajuan ilmu pengetahuan mampu memperkirakan kebutuhan air tawar dan bahan makanan satu individu manusia.   Baca lebih lanjut

Microburst : Angin turun saat kecelakaan Lion Air (kajian cuaca)

Kecelakaan pesawat selalu dihubungkan dengan cuaca, kelalaian pilot, kesalahan alat dll.

Dibawah ini salah satu kajian dari rekan HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia) yg diterima dari mailist HAGI.

Sebagai bacaan saja dulu ya, sebagai pembelajaran tentang mengenali cuaca.

😦 “Iya Pakdhe, Ini hanya belajar ilmu meteorologi saja kan ?. Nanti jangan dianggap mendahului penelitian resmi, ya”

Kajian Data Cuaca saat Jatuhnya Pesawat di Denpasar 13 April 2013

Oleh : Paulus Agus Winarso
Mantan Anggota KNKT bidang Meteorologi 2003 – 2010
Kepala Unit Penelitian dan Pengabdain Masyarakat Akademi Meteorologi & Geofisika

  Baca lebih lanjut

Regenerasi dan Kaderisasi di IAGI

Acara syukuran Ulang Tahun IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) ke 53 alhamdulillah berjalan cukup meriah.

Tema “Regenerasi dan Kaderisasi” ini secara diam-diam dimulai sejak awal persiapan serta penyelenggaraan acara malam syukuran ini telah sukses dijalankan oleh FGMI. Setelah dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, beragam pentas berjalan meriah dipandu oleh Mas Ipul. Acara dihadiri oleh sesepuh dan mantan ketua-ketua IAGI, Pak Koesoema, Pak Zuhdi Pane, Abah Yanto, Pak Andang juga Pak Luthfi yang juga sharing pengalaman dalam mengelola IAGI dimasal lalu. Juga hal penting kritik serta usulan beliau-beliau yang disampaikan untuk pengurus IAGI dan generasi muda. Wakil Pengda serta instansi termasuk LIPI, SKKMIGAS, dan mahasiswa (Forhimagi) wah terlalu banyak kalau disebut satu-satu. Beragamnya acara dimulai dengan sharing pengalaman juga pemaparan tema kali ini “Renegenerasi dan Kaderisasi IAGI”.

Demografi anggota IAGI 2013

Demografi anggota IAGI 2013

Baca lebih lanjut

Banjir dan Longsor Masih Terus Mengancam

IAGI - LogoIkatan Ahli Geologi Indonesia

PRESS RELEASE IAGI 21 Februari 2013

Banjir dan Longsor Masih Terus Mengancam

JAKARTA – Perubahan iklim global terus mempengaruhi cuaca dan hujan di awal tahun 2013. Ancaman banjir dan longsor masih terus harus diwaspadai.

Ancaman bahwa masih akan terus berlangsungnya banjir dan tanah longsor semakin terlihat nyata” kata Rovicky Dwi Putrohari, Ketua IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia di Jakarta, Kamis (21/2/2013). Baca lebih lanjut

BPMIGAS BUBAR SO WHAT ?

BPMIGAS BUBAR SO WHAT ?

  • Apa sebenernya yang terjadi ?
    Yang terjadi MK membatalkan beberapa pasal dari UUMIGAS 22/2001.
  • Apa alasan keputusan ini ?
    Alasan Pemohon mengapa bertentangan dg pasal 33 UUD45 :
    “Bahwa menurut para Pemohon, lahirnya Badan Pelaksana Migas (BPMigas) sebagai perintah Pasal 1 angka 23, Pasal 4 ayat (3) dan Pasal 44 UU Migas menjadikan konsep Kuasa Pertambangan menjadi kabur (obscuur) karena mereduksi makna negara dalam frasa “dikuasa negara” yang terkandung dalam Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) UUD 1945; …”
  • Apa konsekuensinya ?
    Salah satu yang utama adalah BPMIGAS menjadi inkonsitusional, fungsi dan tugasnya dialihkan ke kementrian terkait.
  • Apakah UU22/2001 menjadi inskonstitusional
    Tidak seluruhnya, sudah ada beberapa pasal yg sebelumnya juga dibatalkan MK, dan sekarang pasal-pasal lain juga dibatalkan termasuk tentang fungsi dan wenenang Badan Pelaksana (BPMIGAS).
  • Apakah ini kesalahan pekerja BPPMIGAS ?
    Sama sekali bukan. ini bukan urusan kriminal, tetapi ini urusan legislasi dan konstitusi.
  • Bagaimana dengan Pekerja BPMIGAS ?
    Tergantung langkah pemerintah. Menurut putusan MK, dikembalikan kepada kementrian terkait.
  • Apakah BPHMIGAS (Hilir) juga mengalami hal yang sama ?
    Tidak. Putusan MK hanya untuk BPMIGAS. Dan putusan MK itu final tidak dikenal naik banding.
  • Apakah wewenangnya BPMIGAS beralih ke Pertamina ?
    Kalau pasal 61 dan 63 UU/2001 ini dibatalkan maka wewenangnya wajar kalau kembali ke Pertamina. Karena bunyi pasal-pasal itu menyebutkan peralihan wewenang Pertamina ke Badan Pelaksana menjadi batal. Mungkin saja diterjemahkan kembali ke semula. Tapi itu tergantung Pemerintah dalam menerjemahkan putusan MK.
  • Bagaimana operasi Migas apakah harus dihentikan ?
    Tentusaja tidak proses operasi harus tetap berjalan, negara harus tetap berjalan sehingga produksi dan kegiatan tidak boleh berhenti karena adanya perubahan tatakelola.
  • Apakah ini pertama terjadi di Indonesia ?
    Indonesia sudah melakukan kegiatan migas lebih seratus tahun. Proses-proses perubahan tata kelola migas sudah berkali-kali terjadi.
  • Lantas Pakdhe gimana ?
    Sebagai pegawai perusahaan migas ya tetep saja bekerja mencari minyak. Produksi migas tetap berjalan. Semoga perubahan pengelolaan ini berjalan lancar.

Pengelolaan migas di Indonesia sudah 100 tahun lebih.

Sudah berkali-kali pengelolaan migas itu berubah sejak seratus tahun yang lalu. Perubahan kepemilikan atau nasionalisasi juga pernah terjadi karena penjajahan dan karena kemerdekaan.

Awal Pendidikan Geologi di Indonesia

Sudah lama membaca ilmu geologi di dongeng geologi, kan. Nah tentunya ada satu sejarah penting tentang pendidikan ilmu geologi itu sendiri di Indonesia, yang juga perlu diketahui.

Dibawah ini tulisan Professor Koesoemadinata tentang bagaimana sejarah awal pendidikan geologi ini muncul di Indonesia. Perjuangan tokoh-tokohnya tidak kalah penting dengan perjuangan kemerdekaan Indonesia itu sendiri. Tulisan ini pernah dimuat di Berita IAGI.

😦 “Wah Pakdhe, Pas donk. Banyak lulusan SMA yang ingin mengenyam pendidikan geologi supaya lebih mengerti tentang geologi di Indonesia”

😀 “Ah, yang sudah jadi ahli geologi juga banyak yang belum tahu perkembangan pendidikan geologi di Indonesia juga kok, Thole”

Baca lebih lanjut