Mengenal Gunung Slamet -1, (Cyndercone)


Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi kedua di Jawa, setelah Gunung Semeru. Ukuran Gunung ini sebenarnya sangat luas, dan menariknya, karakteristik gunung ini yang memiliki beberapa cyndercone atau kerucut sinder disekitarnya.

😦 “Pakdhe kok namanya Gunung Slamet ini kenapa ya ?”

😀 “Ya supaya kamu nggak takut dan bersahabat dengan gunungapi ini”

MorfologiGSlamet

Torehan kuat disebelah barat ini menunjukkan bahwa gunung Slamet sebelah barat berusia lebih tua dibandingkan sisi sebelah timur yang terlihat masih mulus dan halus. Torehan pengukir topografi ini juga dapat menunjukkan jenis serta usia batuan juga loo. Silahkan baca lagi disini : Topografi dan batuan yang menyusunnya

Cyndercone sebagai kekhasaan Gunung Slamet.

KompleksGSlametSalah satu keunikan Gunung Slamet ini adanya kerucut sinder. Daerah vulkanik Gunung Api Slamet di Jawa Tengah, Indonesia, mempunyai tiga puluh lima kerucut sinder dalam area 90 km2 di lereng timur gunung api ini. Kerucut sinder hadir baik secara tunggal maupun dalam kelompok kecil dengan garis tengah alasnya berkisar antara 130 – 750 m dengan nilai rata-rata 430 m, dan tingginya mencapai 250 m. Dalam area vulkanik ini, kerucut sinder tersebar pada radius 4 – 14 km dari kawah Gunung Slamet, dan terhimpun di antara Lintang 7°11’ – 7°16’S dan Bujur 109°15’ – 109°18’T. Kerapatan kerucut sinder ini adalah 1,5 kerucut/km2.

KerucutSilinder

Bentuk morfologi kerucut sinder (Cynder Cone) ini dapat teramati dengan peta topografi maupun penampakan morfologi bukit-bukit kecil.

Keunikan dengan adanya kerucut sinder ini diteliti oleh ahli geovulkanologi Indonesia, Pak Igan, dan Pak Sukhyar yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Badan Geologi. Badan ini saat ini dikepalai mBah Rono.

😦 “Wah mereka peneliti-peneliti yang hebat ya Pakdhe”

Sebagian besar kerucut sinder ini muncul pada batuan sedimen Tersier sepanjang sistem sesar mengarah barat laut – tenggara, dan pada rekahan radial. Di daerah ini, pola struktur kemungkinan berhubungan dengan rekahan radial tersebut. Bagian permukaan kerucut sinder pada umumnya tertutup endapan jatuhan piroklastika dan aliran lava Gunung Slamet. Endapannya terdiri atas skoria berukuran kasar sampai bom balistik, tidak berlapis, dan permukaan butirannya kadang-kadang teroksidasi, terutama pada butiran bom atau bongkah. Jenis bom tersebut umumnya berasal dari bom skoria balistik. Jenis lain di antaranya bom kerak-roti, bentuk biji almon, atau bentuk terpilir (terpelintir).

Semua kerucut sinder mengalami degradasi akibat torehan pada lerengnya dan perubahan morfologi permukaannya. Akibat torehan inipula maka tidak mudah mengenalinya. Bagi ahli geovulkanologi tentunya ya bisa lah.

StrukturGSlamet

Munculnya cynder cone ini diprtkirakan teah terkontrol oleh adanya struktur-struktur rekahan atau patahan (sesar) pada batuan dasar maupun pada batuan penyusun lereng gunungapi ini.

Pentarikan umur bom skoria dari salah satu kerucut sinder dengan metode radiometrik K-Ar menunjukkan umur 42,000 tahun yang lalu. Dengan melihat kesamaan stadia morfologinya ini sehingga diperkirakan semua kerucut silinder ini berumur sama.

Gunung Slamet juga memberikan keunikannya dengan adanya mataair panas. Guci.

😀 “Tapi dongeng tentang mataair panas Guci, setelah ini ya”

Referensi :

Cinder cones of Mount Slamet, Central Java, Indonesia, ditulis oleh Igan S. Sutawidjaja dan R. Sukhyar

2 Tanggapan

  1. Info menarik .ijin share pak Dhe

  2. kalo gak meletus, bisa jadi tempat pariwisata tuhh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: