Safety First : AWAS RIP CURRENT (Arus Balik di pantai)

Berenang di pantai tentunya sangat mengasyikkan tetapi ingatlah keselamatan terhadap arus balik (RIP CURRENT).

Rip current merupakan arus balik yang terkonsentrasi pada sebuah jalur yang memecah zona empasan gelombang hingga melewati zona gelombang pecah. Pantulan gelombang yang mengenai pantai memunculkan sejumlah arus susur pantai yang kemudian bertemu dan memusat di tengah cekungan pantai”.

APABILA TERKENA ARUS INI, JANGAN MELAWAN ARUS MENUJU PANTAI. BERENANGLAH SEJAJAR PANTAI.

Arus ini bergerak sangat kuat dengan kecepatan tinggi.

ripcurrent

Apakah tdak dapat diketahui sebelumnya ?

Dengan menggunakan data batimetri atau kedalaman laut, tentu dapat dipredisksi dimana kemungkinan terjadinya rip current ini.

Prediksi Rip Current.jpg

Contoh pemodelan arus pantai untuk melihat dimana kemungkinan terdapatnya rip current

Namun harus disadari juga, pasir pantai itu setiap hari terkena gelombang laut. Sehingga menyebabkan adanya dinamika sedimentasi pantai. Dengan demikian lokasi kemungkinan adanya rip current ini bisa berpindah-pindah.

Dengan demikian yang lebih penting adalah periksa dan amati pantai sebelum berenang, perhatikan dulu dimana kemungkinan ada RIP CURRENT ini.

Fenomena Kolam Terangkat

korankolamterangkat

Mungkin ada yang membaca koran adanya kolam yang tiba-tiba terangkat, dan ada yang menganggap tanahnya ambles. Fenomena ini sebenarnya terjadi dibeberapa tempat terutama didaerah yang muka air tanahnya sangat dangkal, dan cepat berubah.

Fenomena kolam terangkat ini sering terjadi pada tempat yang batuan dasarnya berpasir yang kurang kompak dan memiliki porositas cukup besar.

Pada saat dibuat kolam ini, muka air tanah pada kedalaman yang cukup jauh dibawah. Sehingga kolampun dapat dibuat dengan mudah. Kalau dibuat pada saat muka air tanahnya dangkal, tentunya air banyak keluar dari dalam tanah.

Disaat musim hujan, muka air tanahnya berubah, mendangkal. Karena banyaknya air hujan, tentunya. Kolam yang kosong tanpa isi, maka akan mirip seperti kapal. Walaupun kapal dibuat dari besi tetapi mampu terapung karena adanya air yang mengangkat seperti hukum Archimides saja.

kolam-terangkat

Gambar diatas memperlihatkan bagaimana mekanisme fenomena kolam terangkat ini.

😦 “Pakdhe, lah yang dibawah kolam bisa kosong, ya ?”
😀 “Dibawah kolam akan terisi air ataupun terisi tanah pasir bercampur dengan air, yang memiliki daya angkat atau bouyancy”

Jadi sebenarnya bukan tanahnya yang ambles, melainkan bangunan kolamnya terangkat seperti kapal.

Supaya tidak terjadi pengangkatan ini, disarankan kolam jangan dibiarkan sampai kosong tidak ada airnya. Sehingga menambah beban supaya tidak merusak konstruksi kolam.

Harga air PAM seharusnya berubah tergantung musim.

Saat memasuki bulan Desember ini di Jawa sudah memasuki musim hujan, Bahkan Sumatera sudah mendapatkan “kelehihan air” sehingga ada banjir di beberapa tempat. Air mulai berlimpah. Dan biasanya kita tidak lagi menghargai seperti saat musim kemarau beberapa bulan yang lalu. Perbedaan pasokan air di alam ini semestinya dimanfaatkan untuk mendidik masyarakat supaya “menghargai air” sesuai dengan penyediaan dari alam.

Kalau kita lihat rekening air, seringkali tidak seperti saat belanja cabe di pasar. Saat pasokan cabe sangat langka, maka harga cabe akan meningkat sangat tajam. Biasanya koran-koran akan berteriak dengan harga cabe melangit. Masyarakat harus dididik dengan cara yang sama untuk penentuan harga air pipa (air PAM).

polach[1]

Pola curah hujan di Indonesia seperti diatas tentunya mudah dimnegerti. Ada pola-pola tertentu dari setiap region di Indonesia. BMKG tentunya memiliki pola-pola lebih teliti dan detilnya. Namun jelas menunjukkan ada waktu-waktu kemarau dan ada waktu-waktu musim penghujan. Pula ini harus diajarkan pada masyarakat bahwa air itu tidak sepanjang tahun ada. Mengajarkan pola dengan kehidupan sehari-hari adalah menreapkan POLA HARGA AIR TAHUNAN !

😦 “Iya ya Pakdhe. Kalau harga air dianggap rata-rata nanti masyarakat tahunya air itu melimpah”.

😀 “Itulah Thole. mendidik itu tidak harus dilakukan Departemen Pendidikan”

Pola curah hujan ini nantinya dapat dipergunakan dalam menentukan harga air pipa (PAM) disetiap daerah. Tentunya tidak semua tempat di Indonesia sama. Ini juga akan mendidik masyarakat mengerti bahwa kondisi Indonesia itu beragam. Akan lebih mengenalkan kebhinekaan Indonesia juga kan ?

Salah satu cara sederhana adalah seperti dibawah ini.

PolaCHdanHargaAir

Jadi dengan demikian pemerintah akan dapat melakukan proses mendidik masyarakat. Dan itu dilakukan sekalian untuk mengerti alamnya melalui berbagai hal.

😦 “Dan semestinya tidak harus dengan persetujuan DPR ya Pakdhe ?”

Pola-pola curah hujan dari BMKG lebih detil dan rumit. Namun untuk tujuan pendidikan semestinya dibuat presentasi yang lebih mudah dimengerti masyarakat awam.

pola-curah-hujan-bmg1

Sumur resapan untuk konservasi air.

infiltrasi.jpg

Daya serap air tergantung batuan

Seingat saya, sumur resapan ini tujuan utamanya untuk konservasi air, bukan untuk menangani banjir. Memang sangat mungkin akan sedikit dampak dalam menangani genangan yg muncul akibat hujan kecil (sesaat). Dengan semakin sedikitnya area resapan, maka ide sumur resapan ini diharapkan mampu mengganti tanah yang ditutup oleh lahan pemukiman dan fasum/fasos (jalan dll).

Baca lebih lanjut

Jakarta, Sudah Siapkah Menghadapi Banjir … Lagi ?

Flooded+HI+Round+Jan+2013[1]

Banjir Jakarta Januari 2013

Membicarakan banjir Jakarta tidak akan pernah basi terutama bila memasuki bulan Nopember – Desember. Hampir semua akan “maklum” (yang dipaksakan) ketika ada cerita banjir Jakarta. Sedangkan kalau berbicara kebutuhan air di Jakarta ini termasuk daerah yg susah mendapatkan air “bersih”.

😦 “Pakde, bukannya air hujan ini kan air bersih ?”
😀 “Justru itu Thole. Persoalan AIR di Jakarta ini perlu dilihat secara menyeluruh, bukan hanya soal banjir, thok !”

Baca lebih lanjut

Gunung dan Al-Quran #2 –Bagaimana Gunung Bergerak Seperti Awan

Quran-and-Science

Setelah kita tahu bahwa gunung mampu menahan goncangan gempa, sekarang kita lihat ayat yang paling sering disitir ketika berbicara tentang teori Tektonik Lempeng (Plate Tectonic). Namun kebanyakan kajiannya terhenti ketika melihat “gunung yang bergerak”. Padahal ayatnya ditafsirkan sebagai : “Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal dia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Qur’an, 27:88).

😦 “Looh iya Pakdhe kalau bergerak-gerak saja banyak yg tahu tektonik. Seperti awan-nya itu juga penting !”

Marilah kita tengok seperti apa awan bergerak. Baca lebih lanjut

Bersatu Selamat di Bumi Pertiwi

Bersatu Selamat di Bumi Pertiwi IAGI - Logo

Press Release Ikatan Ahli Geologi Indonesia Menyambut Hari Bumi 22 April 2013

Rovicky Dwi Putrohari
Presiden Ikatan Ahli Geologi Indonesia

Bumi yang dihuni manusia sudah berumur lebih dari 4,5 milyar tahun.  Sudah renta atau justru sedang menuju kesempurnaan? Kita lebih sering mendengar pernyataan bumi sudah renta sehingga perlu perawatan khusus. Ataukah sebetulnya bumi sedang menuju kedewasaan hingga bumi berulah layaknya ABG yang penuh energi ekstra.  Mungkin kita tak akan pernah tahu.

Apapun yang kita percayai sebagai persepsi tingkat kedewasaan bumi saja mampu membuat manusia lupa akan tugas lengkapnya dalam memanfaatkan isi dan hasil bumi, mengerti perilaku bumi hingga harus menjaga lingkungan di bumi untuk menunjang kehidupan.

Ekstraksi – Mitigasi – Konservasi

Tiga aspek holistik yang tak terpisahkan.

Mengambil hasil bumi dan sumberdaya alam merupakan salah satu kegiatan manusia sejak mereka diciptakan. Demi bertahan hidup, manusia awalnya memanfaatkan air, buah-buahan, dedaunan, hutan hingga sumber daya pangan dan juga sumber daya energi. Kemajuan ilmu pengetahuan mampu memperkirakan kebutuhan air tawar dan bahan makanan satu individu manusia.   Baca lebih lanjut