Gempa Nepal adalah Gejala Mekanisme Pembentukan Himalaya,

PrayforNepalGempa Nepal April 2015 ini tidak dapat terlepas dari pembentukan Pegunungan Himalaya. Sebuah Pegunungan tertinggi didunia. Pegunungan Himalaya sendiri terbentuk setelah terjadinya benturan keras antara Benua Asia (Benua EURASIA) dengan Lempeng Benua India.

Kalau kita lihat pegunungan Himalaya terlihat disepanjang benturan ini. Gambar peta morfologi dibawah ini sangat mudah menjelaskan dan menunjukkan mana yang disebut Pegunungan Himalaya, dan mana yang merupakan Tibet Plateu, atau Tinggian Tibet yang merupakan bagian dari Benua Eurasia yang tergencet. Baca lebih lanjut

Nepal, Negara Diatas Tubrukan Dua Lempeng Benua.

NepalQuakeApril2015Hari Sabtu kemarin kita mencatat sebuah gempa besar di dalam rangkaian gunung Himalaya di Nepal. USGS mencatat gempa ini memiliki kekuatan Magnitude 6.7 dengan kedalaman hanya 16 Km. Gempa ini menewaskan lebih dari 1800 orang. Menurut USGS (Pusat Survey Geologi Amerika), pusat gempa terletak di area antara Ibu Kota Kathmandu dan Kota Pokhara. Namun, gempa dapat dirasakan hingga negara tetangga, seperti India, Bangladesh, Tibet, dan lereng Gunung Everest.

:-( “Ikut phihatin, Pakdhe Semoga segera tertangani dengan baik”

Nepal merupakan negara yang merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Himalaya.

Pegunungan Himalaya merupakan zona tubrukan antara Kerak Benua India dengan Kerak Benua Asia. Baca lebih lanjut

Harga minyak anjlok : Siapa untung, siapa buntung ?

Sebelumnya pernah ditulis di dongeng ini “Bagaimana kalau harga minyak 20$/bbl?” bahwa harga minyak rendah itu justru menguntungkan Amerika. Padahal kita tahu itu peperangan antara Sheik vs Shale. Walaupun shale oil (gas) terpukul namun secara luas Amerika beruntung.

Tulisan atau artikel terbaru dari Bloomberg (15 April 2015) juga mengiyakan bahwa Amerika beruntung termasuk juga negara-negara Asia. Secara global dunia beruntung namun keuntungan ini tidak merata bahkan ada region yang untung besar dan ada yang tung sdikit bahkan tidak sedikit yang merugi.

WhoWinLoose

(Sumber : Bloomberg 15 April 2015)

Yang beruntung tentusaja adalah negara-negara net importir minyak sedangkan yang rugi adalah negara-negara peneksport minyak. Indonesia termasuk negara net importir minyak. Maka sudah semestinya secara nasional Indonesia juga beruntung dengan turunnya harga minyak ini.

:-( “Tapi Pakde, kenapa BBM di Indonesia malah naik ?”

Amerikapun suka cita dengan hal ini !

Tidak sedikit yang mengira anjloknya harga minyak ini akan mematikan Amerika ketika usaha shale gas dan shale oilnya colaps. Dan memang benar barangkali yang terpukul adalah “pengusaha” minyak. Tetapi secara umum rakyat Amerika akan mengambil keuntungan lebih besar dengan pertumbuhan ekonomi bertambah GDPnya 0.7%, jauh diatas dampak positip dari Indonesia. Jadi jangan terburu-buru menganggap bahwa industri minyak ini didominasi Amerika dan akan membuat Amerika merana dengan anjloknya harga minyak.

Indonesia semestinya memanfaatkan turunnya harga minyak ini dengan melakukan intensifikasi transportasi. Murahnya biaya transportasi dipercaya sebagai penyebab mengapa dunia juga memiliki pertumbuhan yang lebih bagus ketimbang harga minyak tinggi.

Bahkan makananpun lebih murah !

Sebuah riset yang dilakukan IMF menunjukkan bahwa hubungan antara harga minyak dan harga makanan menunjukkan bahwa ada korelasi positip. Artinya ketika harga minyak naik, maka harga makanan juga naik, ketika harga minyak turun maka harga makanan juga turun.

Food_price_index_vs_Curde_oil_price[1]

:-( “Tapi Pakde, kenapa harga beras malah kemarin naik ?”

Variasi atau ketidak merataan keuntungan dan kerugian ini cukup menarik bila dicermati. Di Asia pun negara pengeksport minyak diperkirakan oleh Bloomberg akan merugi karena nilai eksportnya berkurang. Tentunya ini mengurangi net pendapatan dari pengusahaan minyak.

Gambaran dunia kita bila harga minyak 40$

Gambaran dunia kita bila harga minyak 40$

:-( “Iya Pakdhe, tetapi kenapa BBM di Indonesia naik ?”

Keekonomian di Indonesia ini perubahannya kurang gesit dibandingkan negara-negara lain. Perubahan harga minyak memang menjadi patokan dalam berbagai komoditas. Gambar dibawah ini memperlihatkan lambannya perubahan harga BBM bersubsidi terhadap fluktuasi harga minyak mentah dunia yang mungkin menjadi kunci saiapa yang akan mengambil keuntungan tercepat dalam situasi ketidaktentuan harga minyak.

Crude_BBM

Pola reaksi perubahan harga BBM subsidi di Indonesia terhadap harga minyak mentah dunia. Gambar ini mengabaikan nilai kurs maupun inflasi mata uang rdp.

:-( “Jadi, kenapa BBM kita malah naik Pakde ?”

:-) “Coba tengok gambar diatas Thole. Lambannya perubahan harga BBM ini disebabkan karena adanya pasal khusus dalam UUD dimana Pemerintah harus “mengendalikan komoditas”. Namun perubahan dunia tidak akan mampu diantisipasi sebuah pemerintahan yang sangat super birokratis”.

Paling tidak ada dua cara utama untuk supaya lebih “cekatan” dalam mengantisipasi perubahan dunia.

  1. Diputuskan dengan tangan besi
  2. Menjadikan bagian dari mekanisme pasar (liberalisasi)

Gerhana Bulan Merah Sabtu 4 April 2015 !

Fenomena unik Bulan Merah (Blood Moon) akan terlihat pada tanggal 4 April 2015 !, saat gerhana bumi total. Di Indonesia dapat terlihat mulai sekitar jam 15.59 WIB sampai pukul 22:00 WIB dan bisa dilihat warga Jakarta. wilayah barat Indonesia baru bisa menyaksikannya pada pukul 18.00. “Menunggu bulan terbit,” Gerhana ini akan mencapai puncak pada pukul 19:00 WIB.

WaktuGerhanaPeristiwa ini persis seperti saat gerhana bulan yang terjadi Selasa Malam 15 April 2014 lalu. Penampakan aneh ini dikenal dengan BLOOD MOON atau Bulan Merah. Fenomena yang relatif langka terlihat namun sebenarnya mudah dijelaskan secara lmiah.

Dimana saja gerhana bulan ini dapat dilihat ? Dibawah ini peta dimana gerhana ini dapat terlihat khususnya di Indonesia.

LunarEclipse4April2015

:-( “Pakdhe, kenapa bulannya berwarna merah ya ?”

:-D “Dibawah ini penjelasannya, Thole !”

Bulan Merah !!

Tentunya kita tahu adanya gejala pembiasan warna. Ya, terjadi pada prisma ataupun pada kejadian pelangi. Gejala ini disebabkan karena panjang gelombang dan frekuensi warna itu berbeda-beda. Sehingga warna merah sedikit terbiaskan dibandingkan warna biru (ungu). Dengan adanya partikel-partikel lain yang ada didalam atmosfer selain udara, maka daya bias partikel semakin besar. Partikel-partikel penguat pembiasan ini dapat saja beruba partikel abu gunung api.

Gambar dibawah ini menjelaskan mengapa bulan tersinari warna kemerahan.

Pembiasan sinar matahari yang membelokkan warna merah dan warna biru. Menyebabkan warna merah menyinari bulan.

Bagaimana proses ini bisa terlihat nanti malam. Dibawah ini salah satu animasi terlihatnya bulan merah.

Jadi ga perlu berpikir macam-macam soal bulan merah ini. Karena semuanya gejala alam yang dapat dijelaskan secara ilmiah. Dan untuk muslim, jangan lupa disunahkan untuk sholat gerhana, malam ini.

:-( “Wah gejala alam itu serba neka ya, Pakdhe?”

:-D “Itulah salahsatu tujuan sholat untuk tunduk pada kebesaranNYA”

Raport anak buruk ? Jangan Khawatir !

D i usia setengah baya begini saya seringkali mengamati teman-teman yang dulu sering bersama main sepakbola, main benteng, main tembak-tembakan hingga teman belajar bersama, teman sekelas ataupun satu sekolahan. Mengamati dan mengingat teman sekolah dulu selalu menjadi bahan pembicaraan terutama kalau reuni …  ya reuni ! …

Ada pengamatan unik dari beberapa teman saya. yaitu tidak selalu yang dulu SMAnya berbintang akan terus berbintang selamanya, walaupun ada juga sih. Ada yang dulu mendung kelabu sekarang indah cemerlang. Jadi janganlah terlalu risau kalau punya anak yang disekolah sekarang ini belum berkilau, juga jangan dulu puas kalau anak sudah juwara kelas.

Kita memang tidak pernah tahu seperti apa nanti anak-anak kita, kita juga tidak pernah mampu memberikan korelasi antara masa kecil dengan saat dewasa kelak.

BOSEN SEKOLAH !

Yang paling penting dalam rapot ini dan selalu saya ingat bukan angkanya tetapi pesan pak guru, "Belajarlah lebih tekun !"

Yang paling penting dalam rapot ini dan selalu saya ingat bukan angkanya tetapi pesan pak guru, “Belajarlah lebih tekun !”

Ada satu keluhan dari teman yang dulu SD-nya juwara, SMP-SMA cemerlang tetapi saat ini kok ya biasa saja, walau bukan berarti merana. Ketika ditanya “Aku wis bosen sinau (belajar) wektu masuk kuliah. Sehingga kuliahku lama dan agak susah cari kerja ketika lulus sarjana”.

Temen lain ada yang saat ini terlihat sukses berkilau berbintang, padahal dulu sekolah SD sampai SMA nilainya biasa saja, tidak pernah juara. Tetapi dunianya terbalik ketika kuliah IPKnya ngaudubillah hampir kumlaut. Ketika cerita ternyata dia suka sekali dengan kuliah sastra. Dulunya di SMA jurusan IPA.

Sepertinya memang ada saat cemerlang selama hidup manusia. Kita tidak pernah tahu, tetapi cemerlang diakhir kehidupan sepertinya jauh lebih menyenangkan.

Ada masa kejayaan setiap orang …. yang terpenting menjaga kejayaan itu menjadi waktu yang paling optimum dalam berkarya dan berguna untuk orang lain. Silahkan dishare supaya jangan lupa besok sewaktu “week end” tetap bisa menikmati ya !

BIG DATA ladang eksplorasi baru di dunia migas

Apa itu BIG DATA ?

Bayangkan anda memiliki data 3D seismic untuk satu cekungan. Tentunya tidak berupa satu volume 3D data yang sama. Wajar saja kalau data-data volume ini tidak diakuisisi dalam satu survey yang sama. Juga data ini diambil dalam berbagai tujuan, berbagai parameter dan berbagai tingkat kedetilan. Lantas, apakah dapat dianalisa secara komprehensif bersama-sama dan simultan dengan data sumur serta data hasil analisa log, core serta data paleontology ? Untuk mencari migas !.

BIGDATA potential

BIG DATA dalam dunia migas ! Banyak yang harus di”eksplorasi” !

Impian diatas bukanlah sebuah impian saja. Tapi menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan tehnologi informasi dalam mensupport kegiatan eksplorasi dan produksi migas.

:-( “Waduh Pakdhe, data sebanyak itu kalau dimasukkan dalam diskette jaman dulu akan ada berapa truk untuk mengangkutnya ?”

:-) “Bukan hanya Volumenya saja Thole, walau sudah menjadi petabyte, bukan hanya terrabyte, tetapi jenis data ini juga berVariasi. Selain itu juga Velocity penambahan data serta kecepatan prosesing data ini yang menjadi tantangan”

Tantangan Volume, Variety, and Velocity

BIG DATA secara umum dapat diartiken sebagai sekumpulan informasi yang sangat besar, kompleks, dan bergerak cepat sehingga sulit untuk ditangani menggunakan perangkat yang biasa”. Dalam BIG DATA ini ada tiga hal tantangan utama yaitu Volume, Variasi dan Velocity. Ketiga hal ini dalam dunia migas tentusaja akan selalu dilihat sebagai sebuah Value ! karena bisnis ini selalu membiacaran biaya, efisiensi serta profit.

Volume. Jumlah data yang sudah dikumpulkan dalam kegiatan eksplorasi dalam satu cekungan tentunya sudah bukan hanya terrabyte tetapi PETABYTE size !. Bayangkan seberapa besar RAM memory untuk menganalisanya secara simultan !

:-( “Petabyte itu Seribu Terabyte atau Sejuta Gigabyte, ya kan Pakde ?”

Variety. Data yang ada tentunya ada yang terstruktur, semi terstruktur maupun yang tidak terstuktur. Structured-Unstructured. Konon ada sekitar 80% data ini tidak terstruktur. Ada yang berupa data time-series, ada yang berupa depth series, ada yang berupa geographic (GIS), dan ada yang berupa data drawing (DWG) bahkan mungkin data multimedia !.

Velocity. Data-data ini juga tidak statis tetapi bertambah dengan kecepatan tertentu, misal data produksi harian. Data pengamatan tekanan sumur, data pengeboran (drilling) yang sedang berjalan. Nah bagaimana menganalisas semua data ini dalam waktu yang singkat. Tentunya memerlukan speed (Velocity) dari processor maupun operating system tersendiri.

Untuk meng”handle” itu semua, apakah perlu software khusus, apakah tidak juga hardware yang khusus ?. Atau bahkan memerlukan ilmu pemrograman yang khusus ? Ini menjadi tantangan tersendiri. Dengan minyak menjadi komoditas yang paling laku saat ini, tentunya tantangan-tantangan untuk membuat keputusan yang tepat, cermat serta cepat menjadi menarik. Apalagi fluktuasi harga minyak sering berubah sangat cepat.

BIG DATA Oil and gas

Microsoft pun sudah “melirik” potensi bisnis dalam BIG DATA in Oil and Gas.Ditempat lain sebenarnya IBM juga Schlumberger sudah mengintip dan menjadikan potensi risetnya yang mungkin akan dipasarkan bila sudah siap.

:-( “Iya ya Pakdhe. Ngga mungkin manajemen menunggu selama setahun untuk menganalisa data ini. Keburu harga minyak sudah anjlok ya ?”

Dengan ketiga hal utama diatas tentunya semua memiliki nilai atau VALUE yang akan dihitung nilai keekonomiannya dengan kriteria biaya atau harga, efisiensi serta profit yang akan dieroleh.

Ini baru sebagian saja seluk dan beluknya BIG DATA. Namun paling tidak, semstinya, kita sudah harus mengikuti perkembangan BIG DATA ini. Bidang ini mungkin akan menjadi cabang ilmu tersendiri dan masih menanti untuk dieksplorasi dalam dunia migas maupun lainnya. Anda mungkin saat ini mengerti tentang GIS (Geographic Information System) yang saat ini sudah menjadi cabang ilmu baru untuk menganalisa data yang memiliki attribut lokasi atau geographic location. Nah perkembangan BIG DATA ini bisa saja nantinya mirip dengan perkembangan GIS ini. Bahkan GIS inipun merupakan bagian dari BIG DATA !

:-( “Pakdhe dunia selain migas BIG DATA ini apa ?”

Tentusaja BIG data ini tidak hanya ada di dunia migas. Hampir semua bisnis saat ini merasakan telah memiliki DATA yang buanyakk yang nantinya perlu dipakai dalam membuat keputusan.

Tunggu dongengan selanjutnya mengenai BIG DATA ini.

:-( “Hallah Pakdhe teriak-teriak soal data migas di Indonesia saja ga ada yang melakukan tindakan khusus kok ini malah sudah mikirin BIG DATA !

Defisit Air Tawar (Hari Air Sedunia 22 Maret)

WaterDayMenyambut hari air sedunia 22 Maret kita diingatkan perlunya air untuk pembangunan berkelanjutan.

Beberapa fakta tentang air di Indonesia perlu kita ketahui.

Pulau Jawa dengan jumlah penduduk sebesar lebih dari 128 juta jiwa atau 59,0% dari jumlah penduduk nasional, tingkat pertumbuhan penduduk per tahun 1,53%, dan kepadatan penduduk 1.413 jiwa/km2 (BPS, 2005) dengan segala aktivitasnya jelas berpengaruh terhadap neraca air dan kondisi lingkungan yang ada. Bahkan saat ini daya dukung lingkungan berdasarkan metode jejak ekologi (ecological footprint) dengan kriteria konsumsi lahan dunia dan kriteria konsumsi lahan khas Indonesia menunjukkan bahwa seluruh kondisi daya dukung lingkungan sudah terlampaui (KKP, 2006).

NeracaAir

Pada tahun 2003, sekitar 77 persen kabupaten/kota di Pulau Jawa mengalami defisit air dan diperkirakan meningkat menjadi 78,4 persen pada tahun 2025. Jumlah bulan defisit maksimal mencapai 8 bulan dan meningkat menjadi 12 bulan pada tahun 2025, atau defisit sepanjang tahun. Khusus wilayah Jabotabek yang pasokan airnya relatif terjamin, pada tahun 2003 sekitar 50 persen kabupaten/kota mengalami defisit air dan diperkirakan meningkat menjadi 100 persen pada tahun 2025. Diantara kabupaten/kota yang mengalami defisit air tersebut, bahkan sejak tahun 2003 terdapat 12 kabupaten/kota telah mengalami defisit penyediaan air minum. Jumlah ini diperkirakan semakin meningkat hingga mencapai 19 kabupaten/kota pada tahun 2025 apabila tidak dilakukan intervensi infrastruktur. (quote Sutopo, “Analisis Neraca Air Pulau Jawa)

Menurut BMKG. Sumatera banyak yang kekurangan air tanah. Di Jawa air cukup banyak di musim penghujan namun beberapa tempat sudah mengalami defisit air khususnya bila nanti di musim kemarau.

kat[1]

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 5.069 pengikut lainnya.