“Lereng Kritis”, Mengapa Longsor ?

Alam memiliki mekanisme unik. Hampir semua lereng bukit pada saat ini sejatinya pada kondisi kritisnya. Longsor merupakan saat ketika kondisi kritisnya terlampaui oleh sebuah gangguan. Gangguan ini dapat berupa pembebanan baru, atau karena perubahan (pemotongan lereng).

socSalah satu gangguan beban adalah penambahan air oleh hujan dimana saat ini menjadi pemicu uatama beberapa longsor.

Salah satu cara yang mudah untuk mengerti teori longsor adalah dengan membuat sandpile atau tumpukan pasir. Yaitu melihat realitasnya dengan tumpukan pasir atau boleh juga tumpukan beras seperti diatas itu. Nah yang sebelah ini adalah caranya untuk melihat dengan sebuah model.

Buatlah tumpukan beras, kemudian lihatlah seberapa besar lereng maksimumnya. Bila kamu tambah maka butirannya akan jatuh kebawah. Itu artinya sudutnya sudah maksimum.

😦 “Pakde, kalau pakai butiran kacang hujau sudutnya beda ya ?”

Kita coba beberapa modelnya. Baca lebih lanjut

Catatan Kebencanaan Akhir tahun 2011 [Benarkah tahun 2012 kiamat ?]

Bencana hidrometeorologis masih akan mendominasi dimasa mendatang.

Perlu dana penelitian untuk mengurangi kerugian dan korban.

(catatan : Tulisan ini diambil dari Press Release IAGI – Ikatan Ahli Geologi Indonesia, 5 January 2012)

Kejadian bencana alam di Indonesia selama 2011 tercatat: banjir 394 kali, banjir bandang 122 kali, longsor 233 kali, gunung api 4 kali. Angka ini sangat mungkin bertambah dengan selesainyan laporan yang sampai saat ini masih disusun oleh Badan Nasonal Penanggulangan Bencana (BNPB). Dua bencana yang paling banyak menelan korban jiwa adalah korban banjir ( 122 jiwa) dan tanah longsor (177 jiwa).

😦 “Pakdhe, memangnya ngga jadi kiamat tahun 2012 ini ya ?”

Baca lebih lanjut

Endapan Lahar Hujan: Dimana Diendapkan ?

SABO

Pada prinsipnya penanggulangan lahar hujan ini adalah pengaturan sedimen. Itulah sebabnya dalam kategori penanganan di PU, lahar hujan ini masuk dalam bencana sedimen.

Secara mudah sedimen itu akan mengendap ketika alirannya melambat disitulah akan terjadi sedimentasi. Dengan demikian usaha penanganannya adalah mengontrol dimana kita akan meletakkan (mendeposisikan) material-material ini. Tentusaja akan diusahakan dimana dampaknya paling kecil. Nah, besar kecilnya dampak ini yang bisa bikin berantem. dimanakah sebaiknya mambangun SABO ini.

😦 “Lah hiya pakdhe walaupun dampak Sabo ini kecil kalau dihalamanku ya pasti kutolak :(“

Baca lebih lanjut

Kearifan lokalpun perlu beradaptasi – 3 (Budaya Jawa dan gunungapi)

Dua tulisan sebelumnya menjelaskan bagaimana persepsi masyarakat Jawa yg hidupnya berdekatan dengan gunungapi. Ilmu pengetahuan moderen saat ini melihat gunungapi juga sebagai berkah dan ancaman, namun penanganan atau tepatnya mitigasi gunung dilakukan dengan cara berbeda. Bukan dengan pendekatan mistik tetapi dengan pendekatan ilmu pengetahuan (sains).

😦 “Emang dulu ngga pakai mikir Pakdhe ?”

😀 “Thole keduanya sama-sama menggunakan otak dan berpikir, hanya dasar dan cara berpikirnya yang berbeda. Bukan soal mana bener-mana salah, tetapi keduanya mesti dilakukan untuk menunjang kelangsungan hidup, Thole”

Baca lebih lanjut

Kearifan lokalpun perlu beradaptasi – 1 (Sindoro-Sumbing-Dieng)

Hidup di samping gunungapi tentunya akan mempengaruhi perilaku, budaya serta persepsi tentang gunungapi. Faktor budaya tentusaja sangat berperan, namun kali ini hanya didongengkan bagaimana persepsi para penduduk seputar gunungapi yang sering kita sebut kearifan lokal (local wisdom).

😦 “Kan namanya ilmu titen pakdhe. itu juga ilmu yang sudah turun temurun jadi mestinya bagus kan ?”

😀 “Iya Thole. Tapi saat ini kita belajar bahwa yang namanya kearifan lokal juga perlu dievaluasi dan perlu beradaptasi terhadap perubahan”

Baca lebih lanjut

Ancaman tsunami Padang masih ada.

https://rovicky.files.wordpress.com/2008/02/segment-gempa.jpgDibawah ini Press Release dari LIPI tentang masih berbahayanya daerah pantai timur Sumatera walaupun terjadi gempa yg menyebabkan tsunami Mentawai (tepatnya gempa Pagai) pada tanggal 25 Oktober 2010.

😦 “Wah pakde jangan nakut-nakutin doonk!”

😀 “Thole, yang dibilang Pak Danny Hilman ini dasarnya sains bukan dukun. Jadi secara terbuka akan diberitahukan juga dasar-dasar berfikirnya.

Danny Hilman sebagai ahli gempa dari LIPI memberikan penjelasan cukup sederhana dibawah ini

Baca lebih lanjut

Hubungan gempa dengan erupsi emang ADA, tapi apa artinya ?

gempapemicu.jpgBanyak yang bertanya tanyi bagaimana hubungan gempa dengan erupsi. Kalau melihat gambar dan paparan sebelumnya disini yang berujung pada pertanyaan “Gempa di selatan Jogja adakah hubungan dengan Merapi ? Pertanyaan itu sangat wajar dan benar untuk dipertanyakan. Tidak hanya masyarakat bahkan ilmuwanpun tertarik akan hal ini. Itulah sebabnya saya menjawabnya panjang seperti dongengan sebelumnya itu.

Kenyataan gempa besar diikuti erupsi kuat dari  Gunung Merapi tahun 2001 dan 2006 merupakan salah satu atau salah dua petunjuk yang mengarahkan pada sebuah hipotesa menarik utk menjawab bagaimana hubungannya. Secara singkat kalau ditanyakan, ”

Adakah hubungan antara gunungapi dan gempa, jawab saya ADA. Tetapi bagaimana mengetahui kapan terjadi gempa setelah erupsi atau kapan akan terjadi erupsi setelah gempa.
Jawab saya mboh TIDAK TAHU !

Bagaimana Dongengannya ?

Dongengnya panjang seperti kata Pak sukhyar, Kepala Badan Geologi, “Secara teori aktivitas volcano dan gempa bumi bagaimana hubungannya, sulit diterangkan

Baca lebih lanjut