Banjir juga bisa untuk wisata air ! (out of the box)

459835[1]Kalau banjir itu memang memiliki sisi kegembiraan, mengapa tidak dibuat saja wisata musim banjir. Air dialirkan ke tempat-tempat tertentu dimana disana dibuat event atau acara musiman yang menarik. Terutama wisata air tentusaja. Ada lomba dayung, lomba jet sky, termasuk didalamnya lomba gebug-gebugan bantal basah diatas papan dll. Air itu berkah bukan hanya musibah.

“Pak Gubernur, Kamu Pasti Bisa !”

Baca lebih lanjut

Semburan Gas-Lumpur di Serang

Sumber Gambar Okezone

Sumber Gambar Okezone

Barangkali ada yang mendengar ada berita semburan lumpur dengan gas di Serang, Banten. Memang tidak terlalu merisaukan dibanding Lusi, tetapi kita perlu tahu apa yang terjadi, kan ?

😦 “Lah hiya Pakdhe. Kalau ndak cepet tanggap nanti dipolitisir jadi bahan kampanye malah runyem”

Dibawah ini uraian Pak Andang Bachtiar (mantan ketua IAGI) yang memberikan uraiannya lewat mailing list kepada kawan-kawan Geologi.

Baca lebih lanjut

Bila semburan lumpur berkurang drastis -be alert !

Pak Dhe saiki lagi seneng politik yo???………, Iku si Lusi jare’ne semburannya berkurang (kompas 19 Jun09), yak opo Pak Dhe Kajian’ne???

cincin_ambles.jpgKalau teori yang dahulu masih berlaku, maka pengurangan debit menunjukkan akan datangnya masa ambles silahkan baca tulisan lama disini :

Baca lebih lanjut

Seandainya tidak ada pemboran BJP-1, apa yang terjadi ?

Ada pertanyaan menggelitik :

On Wed, Nov 5, 2008 at 12:29 PM, Agah Nugraha  wrote:
Dari debat makalah dari kedua kubu dengan argumen-argumen teknis-nya, saya jadi punya pertanyaan sederhana dan mungkin pertanyaan awam, begini:
Seandainya tidak ada pemboran BJP-1, apakah mud volcano di Sidoarjo akan keluar dua hari setelah gempa Joga? Kalau jawabannya ‘Ya’ berarti para ahli kebumian harus berpikir keras lagi untuk memetakan daerah mana saja yang rawan bencana mud volcano ini.

Wah itu pertanyaan wartawan yang perlu ditanyakan ke dukun …. setahuku itu bukan pertanyaan yang ditujukan pada saintist. Baca lebih lanjut

Posisi Kontroversi Patahan Watukosek

Perspektif dari selatanMenjelang HUT Kemerdekaan ke 63 ini Pak Hardi Prasetyo mengirimkan artikel ilmiahnya tentang Patahan Watukosek di sekitar Lusi (Lumpur Sidoarjo)

😦 “Wah Pakdhe, beliau ini memang saintis bangget ya ?

😀 “Iya Thole, mestinya memang pemikiran dan tindakan itu didasarkan atas kajian ilmiah yang tidak terbiaskan oleh kepentingan apapun”

Berikut dongengan Pak Hardi Prasetyo dari BPLS: Baca lebih lanjut

Lusi : Ambles 4-7 meter, dalam semalam !!

cincin_ambles.jpgBulan Maret 2008 lalu Lusi mengalami amblesan mendadak hingga 3 meter dalam satu malam. Nah, 4 Juni 2008 lalu nya Lusi ambles lagi ! kali ini hingga 4-7 meter, juga dalam satu malam saja !!

😦 “Wah pakdhe, itu bukan ambles, tapi runtuh !

😀 “Iya Thole, Pak Hardi bercerita lagi kejadian kedua kali ini”

Dibawah ini cerita Pak Hardi Prasetyo dari BPLS menceritakan kejadian runtuhnya kawah Lusi yang sangat fenomenal ini.

Baca lebih lanjut

Keputusan Lusi : politik, hukum atau sains

Lusi: Gejala alam atau kesalahan pengeboran ?

Selalu saja konflik dan issue Lusi hanya membahas masalah krusial diatas (siapa yang salah) karena berhubungan dengan ekonomi, berhubungan dengan moneter, dan menyangkut duwik dan lagi-lagi ujung-ujungnya ada pada kekuasaan. Iya looh, banyak yang lebih tertarik membahasa masalah kekuasaan dibanding masalah kesulitan dan tidak kuasanya manusia menghadapi gejala ini.

Gejala ini jelas menjadi sebuah fenomena alam yang unik yang baru sekali dilihat pertama kali di dunia. Sebuah peristiwa lahirnya gunung lumpur atau Mud Volcano. Kalau aku bilang seperti bisul yg dipecototin. Tentusaja kalau bisul itu didiamkan saja tanpa ditusuk juga akan meletus sendiri entah kapan.

😀 “Tetapi konon menurut pakar bisul, bisul yang sudah matang kalao mecotot dengan sendirinya tidak terasa lebih sakit ketimbang disengaja dipecototin”
😦 “Tapi nunggu bisul mateng itu kan juga sakit cukup lama Pakde”
😀 “Lahwong namanya saja sakit bisulan, bukan nikmat bisulan !” 😛

Keputusan Menteri dan DPR bukan keputusan ilmiah ! Baca lebih lanjut