“Mining Policy” : Obrolan santai Ketua IAGI dan Ketua PERHAPI

InPengKonKetika sedang rapat bersama di kantornya Sukmandaru Mantan Ketua MGEI, awal pekan, antara IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia) dengan PERHAPI (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) ada satu topik bahasan menarik tentang Mining Policy,

😦 “looh emang kita sudah punya ?”
😀 “ya justru itu yang mau kita usulkan dibuat. Salah satu amanah UU no.4 tahun 2009 pasal 6 Butir 1.a adalah dibuat “mining policy” (kebijakan minerba)”.

Perhapi dan IAGI harus dapat memberi hal positip ketimbang sekedar ngeluh dan mengkritik.

Mas Disan, “Sang Provokator”, nyeletuk dengan memberikan tiga pokok bahasan yang mesti didiskusikan dalam Mining Policy, yaitu Inventory, Pengusahaan dan Konservasi. Baca lebih lanjut

Mengenalkan kebencanaan lewat media internet, blog.

belajarMengenalkan fenomena alam ke masyarakat awam dapat dilakukan dengan memberikan penyuluhan atau seminar baik langsung terjun ke masyarakat atupun melalui media. Mengenalkan bencana ke masyarakat juga dapat dilakukan melalui media internet merupakan salah satu media yang cukup murah dan menjangkau masyarakat luas.

😦 “Pengalaman pribadi ya Pakdhe ?”

Baca lebih lanjut

Menyambut Hari Anak Nasional (23 Juli), Apa yang penah anda alami waktu kecil ?

childrens_day_2013-2000005-hp[1]Menyambut Hari Anak Nasional (23 Juli)

Masih inget apa kejadian sepele yang nyebelin sewaktu masih kecil ? Dibawah ini kejadian kecil nyebelin bagi anak kecil :

  • Midak tegesan” (Nginjek puntung rokok masih nyala)
  • Keslomot kenalpot” (kena kenalpot panas) – mestinya naruh knalpot mepet tembok
  • Kecocok pines” (nginjek paku payung)
  • Kepleset” (Terpeleset)
  • Midak telek” (nginjek tai ayam) mestinya ayamnya dikandangin doonk !
  • Bermain di tegalan kena “lugud” … itutuh bulu-bulu di pohon bambu … guatel nemen.

Banyak kecelakaan kecil yang menimpa anak disebabkan oleh keteledoran orang dewasa ! Baca lebih lanjut

Jejak perjalanan tektonik : Plate India

Ninety East Ridge dan Investigator Ridge

Ada sebuah punggungan gunung ditengah laut yang disebut  90 East Ridge (juga diterjemahkan sebagai Ninetyeast Ridge, 90E Ridge atau 90 ° E Ridge) adalah, selama ini dikenal sebagai sebuah sebuah lintasan aseismic, namun saat ini kita lihat bagaimana lintasan ini juga menunjukkan adanya gempa (seismik), isinya diperkirakan untaian atau mata rantai gunung bawah laut di Samudera Hindia dan adalah nama yang diperkirakan paralel dengan meridian 90 Bujur Timur . Punggungan ini memiliki panjang sekitar 5.000 kilometer (3.100 mil) dan dapat ditelusuri topografi dari Teluk Benggala ke selatan ke arah Tenggara India Ridge (Seir), meskipun gambaran pelurusan ini terus ke utara di mana ia bersembunyi di bawah sedimen dari Kipas Bengal (Bengal Fan). Punggung bukit terbentang antara garis lintang 33 ° S dan 17 ° N dan memiliki lebar rata-rata 200 km !

Jejak perjalanan Plate India sejak 71 Juta tahun yang lalu

Punggungan ini terbentuk akibat adanya jejak-jejak pergerakan kerak India (Indian Plate) yang bergerak dari selatan ke utara sejak 71 juta tahun yang lalu. Tentusaja di dekat ridge ini dulunya banyak sekali gempa. Mirip juga dengan Investigator Ridge disebalah Timurnya yang sering menyebabkan gempa besar di tengah laut.

😦 “Weleh Pakdhe, itu punggungnya disitu trus kepalanya dimana ?”

Skeptis dan budaya riset

Skeptis itu memang bawaannya seorang saintist. Skeptis dapat diartiken sebagai a person who habitually doubts the authenticity of accepted beliefs, atau orang yang tidak mudah percaya begitusaja. Sains itu diawali dengan keraguan bukan semangat dan keyakinan. Jadi kalau ada yg sekptis pada sesuatu penemuan bukan berarti yang bersangkutan menolak. Secara mudah orang skeptis itu baru akan mengikuti atau menyetujui adanya hipotesa baru bila dia sudah menemukan evidence. Tanpa evidence (data) kok sudah meyakini sebuah penemuan baru hanya karena ditemukan si Anu yg terkenal berarti itu taklid buta. Sains ndak mengenal hal taklid seperti itu. Banyak saintis bergelar doktor yg tidak sepaham dengan promotornya.

Dalam perkembangannya sains itu juga tidak ada loncatan besar yang datangnya “ujug-ujug mak pluk“. Mohon maaf saja …. Sains itu jalannya thimik-thimik, bukan berlari kencang. Mirip langkah siput, seperti proses evolusi, pelan tapi pasti. Sehingga sebuah penemuan yang isinya terlalu jauh dari yg sudah diketahui masa kini akan mengundang pertanyaan yg ujungnya tidak dipercaya, tidak diikuti dan akhirnya tidak berkembang. Baca lebih lanjut

Piramida-piramida di dunia (Piramida Sains, Piramida Arkeologi, dan Piramida Khayalan) – 1

lokasi piramida di dunia

Piramid, atau piramida atau dalam bahasa Inggris disebut “Pyramid” mirip dengan benua. Mestinya pernah baca kisah tentang jenis-jenis benua disini kan ? sampai ditulisan empat seri looh

😦 “Iya Pakdhe, masih ingat aku dongengan ini  Benua Geologi, Benua Sejarah, dan Benua Khayalan

Dibawah ini cerita yang mirip tetapi untuk piramida-piramida di dunia.

Baca lebih lanjut

Internet sebagai sumber referensi riset. Boleh kah ? “The Internet: A Mile Wide, an Inch (or Less) Deep”

sumber : http://netsains.com/wp-content/uploads/2008/10/computer-guy.jpgInternet bukanlah sumber utama referensi. Kalau ingin riset yang benar jangan hanya menggunakan mesin pencari (google dll). Tengok perpustakaan baca literatur, lihat peta, perhatikan grafik, teliti diagram dan tabel yang ada dalam jurnal-jurnal ilmiah, artikel yang seringkali hanya ada di PERPUSTAKAAAN !!

Yang diatas itu status yang saya buat di FaceBook. Mengundang diskusi cukup bagus karena ada pro kontra dalam menggunakan internet sebagai sumber data dalam melakukan riset.

😦 “Wealah Pakde diskusinya ga cuman lewat mailist tapi juga dimana-mana, termasuk FB, ya ?”

Nah apa saja kata mereka ?

Baca lebih lanjut