Awas …. Awan gempa !


Awan lurus terlihat di kuala lumpur KLCC

Diambil di Kuala Lumpur (courtesy : Pak Isra)

Beneran nih anda harus hati-hati kalau mendengar ada awan gempa. Karena sebentar lagi temen anda barangkali akan kebingungan lari nabrak-nabrak anda, hati-hati juga syapa tahu sebelahmu langsung kabur bawa motor, … lari kenceng tanpa mikir !!!.
Sebabnya ? Karena mereka ndak tau apa sebenernya awan lurus ini.

(foto diatas diambil di KLCC, Kuala Lumpur dekat Petronas Twin Tower beberapa hari lalu oleh Pak Isra)

Tulisan ini aku buat khusus buat pembaca Detik.com yg membaca berita detik yg menyesatkan disini : Awan Panjang Aneh di Bantul Pertanda Petaka ?. Dari jurnalistik kejelekan berita tersebut adalah tidak adanya verifikasi dari pihak-pihak yg terkait, terkesan memprovokasi, dan seandainya akan membandingkan sisi “science vs non-science” isinya sangat tidak balance. Berita di detik.com tersebut dapat dianggap sebagai berita penyebar keresahan. Sorry … secara jurnalistik jelas sangat buruk !!. Hal ini malah menunjukkan bahwa detik.com bukanlah sumber berita yg yg baik, alih-alih malah menjadi termasuk salah satu website penyebar isu seperti artikel detik.com ini. Atau kalau ada yg berkenan bisa pula dianggap sebagai provokator.

Awan lurus yg sering disinggung-singgung sebagai pertanda akan ada gempa ini beberapa kali terlihat disekitar Kuala Lumpur seperti dalam foto diatas itu. Untunglah, kebetulan ada teman di Kuala Lumpur yg memotret dan dibagi-bagi buat kamu-kamu semua. Nah masih inget pelajaran tentang awan wektu SMP, ndak ? Inget ga ada berapa jenis awan ?

Inget-inget donk … kan dulu ada istilah ada awan cumulus, ada awan cirrus, cumulus, stratus, nimbus dll. Dimana masing-masing awan ini memiliki karakteristik khusus baik terjadinya dan bahkan juga isi atau penyusunnya. Ada yg terdiri dari gumpalan titik-titik air juga ada yg berupa kristal-kristal air atau es dll. Kalau mau detilnya coba tengok web ini, ini memang web pakai bahasa inggris skalian latihan blajar bahasa Inggris lah yaw.

Nah awan yg terlihat di Kuala Lumpur ini sering banget kelihatan. Bahkan dalam dua hari lalu beberapa kali terlihat, tapi ndak ada tuh gempa di Kuala lumpur. Bahkan kamu tahu kan daerah Kuala Lumpur itu kegempaannya sangat kecil. Masih inget tulisan tentang kegempaan sebelumnya disini ndak ?

Awan Kobe di Jepang. Mengapa awan ini begitu terkenal ?

Gempa yg terjadi di Kobe tahun 1995 merupakan kejadian gempa yg menelan banyak korban. Jepang yg sudah canggih dalam hal ilmu kegempaanpun masih juga mengalami musibah dan bencana. Dan seolah olah menjadikan “monumen” khusus di abad moderen di Jepang. gempa berkekuatan 6.9 ini menjadi “insiden” khusus. Nah, itulah kemudian banyak bermunculan issue-issue seputar gempa Jepang ini. Salah satunya “isu awan lurus” ini berawal dari bencana gempa Kobe. Issue awan lurus ini ndompleng gempa Kobe tahun 1995 itu dan menyebar lewat media internet dengan cepat. Bahkan menjadi berkembang sebagai mitos.

Kalau memang benar di Kobe ada awan sebelum gempa, sangat mungkin itu hanyalah kebetulan saja. Kebetulan ada awan, kebetulan setelah itu ada gempa. Tetapi bahwa awan itu pertanda gempa sama sekali tidak berdasar. Sama halnya ketika saya sedang duduk menghadap ketimur kemudian ada hujan deres setelah itu, tetapi saya yg sedang duduk santai jelas tidak ada hubungan dengan hujan deres disitu kan ?

Nah bagaimana kalau ada “tarikan” elektromagnetis seperti yg diisukan juga ?

Kita tahu bahwa mekanisme gempa itu adalah akibat tekanan yg terlepaskan atau disebut elastic rebound … atau “pelentingan” dari kata “melenting”. Kalau memang stress atau tekanan batuan yg menyebabkan gempa itu merubah sifat-sifat elektromagnetis bumi, maka gempa-gempa susulan tentunya juga menunjukkan hal yang sama bukan ? dan juga karena prosesnya proses pelentingan tentunya stress atau tekanan yg ada dalam batuan itu terjadinya tidak sesaat saja, atau prosesnya berjalan kontinyu. Sedangkan awan ini hanya muncul saat tertentu saja. Berati munculnya awan dan gempa jelas tidak ada hubungan korelasionalnya, kan ?
Selain itu gempa-gempa susulan yg terjadi, walaupun kekuatannya kurang dari gempa utama namun proses terjadinya ya sama saja. mengapa tidak ada tanda-tanda akan adanya gempa susulan yg diamati ? Electromagnetik Frekuensi rendah, mungkin merupakan sesuatu harapan. Namun eletrmagnetik ini belum cukup untuk bisa dianggap sebagai precursor gempa. Masih banyak studi yg harus dilakukan. Sedangkan pengamatannya pun tidak bisa dengan kasat mata.

Jadi tidak benar kalau awan lurus ini merupakan pertanda akan ada gempa. Lah, buktinya wong saya masih di Kuala Lumpur ga ada gempa kok padahal dua hari lalu ada awan lurus yg dipotret teman saya Pak Isra.

Namun ada juga hal lain yang harus kamu perhatikan bahwa, gempa merupakan proses dari dalam bumi, sedangkan awan merupakan fenomena meteorologi. Artinya “perangai” awan akan lebih dikontrol oleh kondisi meteorologi daerah tersebut. Misalnya angin, suhu dan morofologi atau bentuk pegunungan. Inget ngga mengapa awan itu pertanda daratan ? kalau orang hilang ditengah lautan maka dia akan mencari daratan dengan cara melihat arak-arakan awan rendah. Karena awan ini menunjukkan dimana daratan. Coba perhatiin kalau sedang di laut. Itu akibat perbedaan temperatur darat dan laut yg lebih berpengaruh.
Mengapa aku tidak percaya awan gempa ?
(Lihat juga uraian mitos awan gempa disini) – HOT !

Gempa Dunia sumber USGS July 2006

Statistik gempa-gempa di dunia

Gempa yg terjadi di Bumi ini sudah jutaan kali dan statistik dibawah menunjukkan bahwa gempa berkekuatan diatas 6SR telah terjadi 70 kali hanya ditahun 2006 (7 bulan). Namun tidak ada awan gempa yg menjadi penjelasan khusus sebelum terjadinya.

Artinya, sangat mungkin munculnya awan gempa hanyalah kebetulan. Jadi awan gempa sebagai pertanda awal sebelum gempa hanyalah kebetulan, bukan kebenaran. Dalam statistik maka korelasionalnya sangat rendah.
Nah dibawah ini ada juga penjelasan Pak Dr Andang Bachtiar (mantan Ketia Ikatan Ahli Geologi Indonesia) yg bercerita issue awan gempa di jogja kemarin. Jadi jangan ribut lagi kalau ada awan lurus ya … dipotret aja kalau sore hari syapa tahu ada lomba memotret !

Issue yg mendompleng nama Ikatan Ahli Geologi Indonesia — HATI-HATI !!

imil dari Andang Bachtiar :

Kawan2 Geosains, Bapak-Ibu Pengurus IAGI, terlampir adalah posting
tambahan / jawaban dari Bu Rita UGM tentang kejadian semalam di Yogja,
dan yg lebih penting lagi adanya informasi dari beliau bahwa memang ada
pihak2 yang dengan sengaja mengacaukan masyarakat mendompleng nama IAGI
dalam selebaran-selebaran.

Mohon arahannya.

Salam

ADB
AMC-073, IAGI-0800

—– Original Message —–
From: “Dwikorita Karnawati”

Pak Andang,

Memang benar sekali, semalam sampai hand phone saya jam karena penuh message dan banyak telpon hingga pukul 12 malam. Dalam detik yang sama kadang sampai tiga telpon masuk. Detik berikutnya sudah disusul dengan penelpon berikutnya. Pagi ini masih juga berlanjut beberapa sms masuk menanyakan hal yang sama.
Melalui radio dan tv tadi malam kami juga sudah berusaha menjelaskan bahwa tanda-tanda tersebut tidak ada hubungannya dengan kegempaan atau gerak-gerak lempeng tektonik (seperti yang disampaikan pak Andang). Dan kebetulan Pak Bokir pengamat meteorologi dari Adisucipto sudah menjelaskan bahwa awan tersebut adalah TANDA PERGANTIAN MUSIM.

Pada kesempatan ini, saya juga berterima kasih kepada seluruh rekan-rekan
IAGI yang sudah berkenan memberikan waktu, tenaga, pikiran dan pulsanya
untuk melayani publik yang benar-benar resah.

Ada satu hal yang perlu saya sampaikan lagi. Kemarin tanggal 12 juli saya
juga mendapat selebaran dari IAGI, namun ada pihak yang tidak bertanggung
jawab yang telah SENGAJA menambahkan satu halaman copyan di bagian belakang (bag akhir selebaran tsb) dengan menjelaskan informasi yang SALAH. Dikatakan di bagian belakang selebaran tsb bahwa tanggal 15 Juli akan terjadi patahan Progo dan menimbulkan gempabumi 6.5 SR. Jelas ini bukan ulah seorang ahli geologi.
JADI NAMA IAGI TELAH DIDOMPLENG SEBAGAI PENYEBAR ISU YANG TIDAK BERTANGGUNG JAWAB TSB.
Selain itu, pada awal beredarnya selebaran iagi di bulan juni lalu, ada tiga
messages (diantara lebih dari 100 messages) yang mengecam dan melecehkan isi selebaran iagi. Jadi nampaknya memang ada yang dengan sengaja ingin
menjatuhkan IAGI karena mungkin kegiatan iagi ini sangat mengganggu kegiatan mereka yang sengaja ingin mengacau dan meresahkan masyarakat.
Barangkali hal ini dapat menjadi perhatian KOMWIL IAGI Yogya untuk bertindak lanjut. Saat ini memang benar-benar terasa bahwa ahli geologi menjadi tumpuan masyarakat.

Sekali lagi terima kasih atas kebersamaan ini, saya benar-benar merasa seperti terlibat dalam perang syaraf……antara IAGI dan mereka yang ingin mengacau ketentraman warga yogya.

Salam,
rita

Iklan

61 Tanggapan

  1. […] lurus yg terlihat seringkali disebut sebagai Awan Cirrus, yaitu awan yg cukup tinggi attitude-nya. Awan ini memilki ketinggian antara rata-rata yg teramati […]

  2. Ilmu manusia itu hanya secuil saja dari ilmu Allah, ibarat sekecil molekul debu dari maha ilmu Allah.
    Kita bisa mempelajarinya, tapi ilmu itu akan terkuak sedikit demi sedikit. Jadi, yang harus kita lakukan adalah bijak dan berbaik hati dengan alam yang menemani kita memberikan tanda nyata ataupun tersembunyi, sambil kita pelajarinya.. jadi ga langsung menyalahkan, riset masih berjalan jendral..

  3. […] lurus yg terlihat seringkali disebut sebagai Awan Cirrus, yaitu awan yg cukup tinggi attitude-nya. Awan ini memilki ketinggian antara rata-rata yg teramati […]

  4. ini foto di ambil beberapa hari lalu sebelum di postkan pada tgl 13 Juli 2006.
    setelah itu….. masih ingat gempa dan bencana di Pangandaran 17 Juli 2006 ????? ap ini berkaitan yah ??
    berkaitan kan?? walaupun ambil potonya di kuala lumpuur..

  5. […] lurus yg terlihat seringkali disebut sebagai Awan Cirrus, yaitu awan yg cukup tinggi attitude-nya. Awan ini memilki ketinggian antara rata-rata yg teramati […]

  6. siapa bilang tu bo’ongan ? Beneran !
    Salah satunya membahas penampakan awan vertikal di Kobe, Jepang, beberapa hari sebelum gempa menimpa Kobe pada 17 Januari 1995 lalu. Sebelumnya di tahun 1993, awan gempa terlihat satu hari sebelum gempa Kagoshima. Awan seperti ini juga terlihat hanya 4 jam sebelum terjadi gempa Nigata 2004.

    Dalam artikel yang kucaplok dari situs http://forum.upi.edu menyebutkan bahwa awan berbentuk aneh itu terjadi karena adanya gelombang elektromagnetis berkekuatan sangat besar dari dalam perut bumi, sehingga menyerap daya listrik yang ada di awan. Makanya bentuk awannya seperti tersedot ke bawah.

    Gelombang elektromagnetis itu sendiri terjadi akibat adanya pergeseran atau patahan lempeng bumi. Namun adanya awan seperti itu di langit belum tentu berarti awan gempa juga. Mungkin saja karena asap pesawat jet atau memang bentuk awannya memang seperti itu karena pergerakan angin. Jika memang terjadi awan seperti itu, coba dilakukan uji medan elektromagnetis di dalam rumah. Misalnya dengan mengecek siaran TV. Lalu coba lihat mesin fax, apakah lampunya tiba-tiba blinking atau tidak padahal lagi tidak ada transmit data. Selain itu, coba matikan arus listrik lalu cek apakah lampu neon tetap menyala redup walaupun tidak dialiri arus listrik.

  7. Pak Rovicky apa ada alat yang memdeteksi temperature didasar laut pada lempengan gempa di Pulau Sumatera dan di Pulau Jawa?

  8. ketika saya SMA dulu pernah melihat awan berbentuk rembulan…
    wah…
    ternyata malam nya saya berjumpa sang idaman hati..
    hahahaha

  9. perbedaan awan lurus dg awan tegak lurus.
    .
    awan lurus bisa terjadi karena adanya pesawat jet yg melintas sehingga asapnya menyerupai awan.
    awan tegak lurus dpt terjadi oleh pesawat ulang alik yg terbang menuju luar bumi.
    .
    mungkinkah kita dpt melihat awan tegak lurus apabila tidak ada sesuatu pemicunya.
    seperti pesawat ulang alik.??
    .
    wallahualam

  10. siapa tahu ini adalah tanda yg perlu diteliti lebih lanjut.
    yg di dalam foto itu memang awan lurus.
    tapi awan yg diduga pertanda gempa adalah awan tegak lurus.
    beda khaan? jelas!
    .
    coba diliat dari sisi positifnya dulu.
    saya dan beberapa teman dan keluarga pernah melihat awan di Padang dan terjadilah gempa. meski cuma 5 atau 4 SR.
    .

    ini link terbaru.
    tgl 2 Okt 2009 penampakannya.
    tgl 5 Okt 2009 gempa 5,1 SR terjadi di Pariaman.

    pepatah minang mengatakan.
    ‘alam takambang jadi guru’
    wallahualam bissawab

  11. Ich…tlg…jgn sampai terulang lg…ade guee ajaa syyyoookkk!!!!!!!
    Gue sich..lumayan ssyyookk.Tp,yg paling ngagetin itu,,,,waktu tiba-tiba goooyyyangggg,,,…Kaget bgt ap lg q ama temen q lg ngobrol d motor.tp motornya lg berhenti sich…terus pas goyang q blg gini k temen q “eh Cin..jgn goyangin motornya dong’s…nanti jatuh…” terus kata temen gue gini “g..Aq g goyangin motornya..qm kali” pas turun dr motor,kenapa pada k’luar..pas d tanya GEMPA.ternyata gempa…gue kaget ama temen gue…Makacih y..udah bisa curhat ama gue….TANK’S….

  12. subkhanallah…. saya jadi inget tentang perdebatan (bumi mengelilingi matahari atawa matahari mengelilingi bumi) yang konon taruhannya jiwa. diskusi yang menarik. nice blog. salam.

  13. .hho,, walopun jarang ngeliat awan kurus dket daerah sya. sya pikir itu cuma berita kacangan yang ga jlas kbenarannya

  14. Secanggih apapun teknologi jaman sekarang, ternyata masih kalah dgn “teknologi” kuno milik nenek moyang bangsa ini. Yakni teknologi alam maya, metafisika. Kecanggihan “teknologi” (primitif ?) nenek moyang asli bumi nusantara adalah “teknologi JAVA SCRIPT” untuk menerjemahkan BAHASA ALAM secara tepat. Antara lain dikenal dgn “Ngelmu titen” yg super canggih itu, lalu dikenal adanya BAHASA alam yg bernama; cleret taun, lintang kemukus, atau energi dan suhu ekstrim nan “aneh” (pertanda akan tjd gempa) dari dalam bumi, dan masih banyak lagi. Semua itu menjadi tada peringatan dini dari adanya proses kimia dan fisika alam yg berbahaya. Hanya saja persoalan kemudian uraian secara ilmiah orang jaman MODERN ini justru belum mampu mengurai “teknologi” tradisional zaman dahulu. Sehingga dgn tergesa-gesa sering menyimpulkan “MITOS” omong kosong dst.
    Hanya saja, gejala tersebut tdk selalu persis sam; karena faktor kekuatan gelombang elektromagnet bumi, kombinasi dgn kecepatan angin, tekanan udara, kelembaban. Kombinasi tersebut pasti menghasilkan tanda2 yg berbeda2 setiap kasus.
    Yang jelas, keangkuhan teknologi modern justru membuat manusia kalah dengan BINATANG yg sampaikini masih tetep konsisten “ilmunya” merasakan munculnya perlambang alam. Itu karena binatang selalu akrab dan bersahabat dgn alam. tapi haruskah kita musti belajar kepada yth saudara binatang ?
    Mau bukti; lihat saja, “teknologi” jaman dulu dengan mudah dan efektif, serta ngirit beaya mampu memindahkan hujan sebagaimana yg dilakukan pawang hujan. Sebaliknya Teknologi modern hanya ingin membuang awan yg menutup angkasa bandara internasional Sukarno Hatta saja butuh dana milyaran rupiah dalam sehari. Itupun sering kali mengalami kegagalan.

    Bisa jadi, rentetan bencana alam ini merupakan HUKUMAN/TEGURAN TUHAN agar supaya manusia lebih pandai bersyukur dan peringatan agar supaya manusia jangan mentang2 berteknologi tinggi, TOH masih kalah dgn kepandaian binatang, TOH HANYA dikasih gempa saja sudah kalang kabut, jangankan meredam, lha wong memprediksi saja masih kelabakan. Sayang sekali…semua pertanda (sebagai kearifan alam) malah sering disia-siakan manusia, bahkan dituduh menjadi alat provokasi.
    naudubilah ! kesalahannya masih terletak pada kebodohan manusia sendiri; misalnya trlalu menjeneralisir BAHASA ALAM. padahal bahasa bisa diuapkan dengan berbagai macam kalimat..tetapi makna dan maksudnya sama.

    SUNGGUH IDEAL APABILA DIGABUNGKAN ANTARA TEKNOLOGI MODERN dgn TEKNOLOGI “PRIMITIF” nenek moyang kita NAN CANGGIH. sehingga dapat saling melengkapi dan menutup kelemahan masing2.

    sabdalangit’s web

    membangun bumi nusantara yg berbudi pekerti luhur

  15. bisa jadi “awan lurus” itu adalah “asap dari pesawat jet” seperti yang ada dalam artikel berikut ini http://b0cah.org/index.php?option=com_content&task=view&id=571&Itemid=56 , semoga bermanfaat

  16. saya mau tanya kepada siapa saja yang bisa menjawab pertamyaam saya,ASAP ITU APA BISA MENJADI AWAN?bagi yang bisa tlg jawab ya…………………………………………………

  17. dughhhh,,,, kok lama ya nalar nyy….

    cz bhasa ne ribeudh bgd….

    phi its okee lah wat tugas sejarah ane…. hhoo,,

    thankz dagh nuliz artikle neehh…

    wat nwx smantie…

    artiklee ne jga nolong loh…..n_+

  18. Menarik membaca perdebatan tentang “awan gempa” ini.
    Tapi Pak De, sebetulnya dalam kesempatan ini saya bukan Cuma mau ikutan beropini tapi sekaligus minta bantuan neh… 

    Saya saat ini gabung dengan sebuah project yang namanya Management of Georisk (ManGeoNAD project) di Aceh – Project kerjasama teknis Indonesia-Jerman. Salah satu kegiatan yang kami lakukan adalah sosialisasi mengenai bencana geologi kepada masyarakat yang dalam hal ini siswa sekolah dasar dan menengah pertama khususnya wilayah Banda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Bireun dan Sigli. Untuk mempercepat penyebaran informasi dan pengetahuan mengenai kesiapsiagaan terhadap bencana geologi, kami sudah produksi film mengenai gempabumi berdurasi sekitar 30 menit, SOP untuk simulasi evakuasi bencana alam khususnya gempabumi dan saat ini sedang dalam proses revisi draft modul bencana geologi dan banjir untuk guru sekolah dasar dan fasilitator.

    Pada saat proses pembuatan draft awal, saya menemukan beberapa informasi mengenai awan gempa baik itu dari buku-buku yang diterbitkan oleh lembaga yang bergerak dalam isu kebencanaan maupun buku bacaan dari penerbit terkenal. Kami memutuskan tidak membahas tentang awan gempa ke dalam modul gempabumi karena sampai saat ini kami meyakini itu hanya mitos atau kebetulan saja karena:

    a.Hingga saat ini, belum ada literatur yang menyebutkan bahwa munculnya awan ini sudah terbukti atau teruji secara ilmiah selalu berhubungan dengan atau menandai akan terjadi gempabumi.
    b.Mengingat lempeng bumi terus bergerak dan gempabumi terjadi akibat terlampauinya batas elastisitas gerakan lempeng sehingga menyebabkan terjadinya patahan batuan diikuti lepasnya energi secara tiba-tiba, maka logikanya gempabumi dapat terjadi setiap saat baik pagi, siang, sore atau malam kan…? Juga kalau gempabumi tercatat terjadi hampir setiap hari di berbagai wilayah di belahan dunia ini atau kalau tiap tahun tercatat ratusan, ribuan bahkan puluhan ribu kali getaran gempabumi tektonik di seluruh dunia ini, mengapa hanya beberapa kali orang melihat ada awan yang menjadi tanda akan adanya gempabumi?”
    c.Nah, Kalau awan ini disebut sebagai tanda akan terjadinya gempabumi, seharusnya awan ini selalu muncul di semua wilayah dimana gempabumi akan terjadi. Itu berarti seharusnya hampir setiap hari terekam laporan atau foto (citra) satelit tentang kemunculan/pembentukan awan ini.

    Nah pada revisi draft modul gempabumi sekarang ini kami sedang mempertimbangkan akan memasukkan semacam fact and fiction terkait dengan awan ini tentunya disertai dengan penjelasan ilmiah yang singkat tapi mudah dicerna dengan menggunakan bahasa sederhana mengingat modul ini akan diaplikasikan untuk siswa sekolah dasar dan menengah pertama. Kasih advise nya dong Pak De… 

  19. bbrp hari yang lalu terjadi gempa di sumut (tapanuli selatan dan sektarny)
    stlh bbrp menit terjadi gempa, sy meilhat awan lurus dilangit….seketika sy ingat brt yg prnh sy bc di majalh, kt-a itu awan pertanda gempa.
    sy lht awan itu dlm posisi normal alias tanpa prlu mengangkat wjh tinggi2.
    gmn donk…..????

  20. Cool design, great info! Please also visit my site:

  21. GOOD….GOOD…HIDUP GEOLOGI

  22. […] bukannya itu awan cuman tahayul ? Awas …. Awan gempa ! Dongeng Geologi __________________ xeonsquare network | hyipsquare.com | devsquare.org […]

  23. awan kaya gitu jg sering sy liat, tapi gak pernah ada gempa 🙂 terakhir, sy lihat 2 bulan yg lalu di Kuantan malaysia, jg gak ada gempa ampe sekarang…

    yg penting kita harus waspada dan selalu ingat ama Yang DiAtas 🙂

  24. asslkm wr wb

    peristiwa yang seperti ini seharusnya membuka pikiran kita untuk mempersiapkan bekal hidup kita, soalnya langit sepertinya udah sebel dengan kerusakan yang kita lakukan. ayo siapin bekal hidup untuk masa yang lebih kekal.

    ……..

  25. klo mesti ingat pelajaran geometri di smp or sma,kelamaan. yg penting, klo ada yg aneh2 di langit,awan lurus, keriting,rebonding,… kudu waspada. salut u p.vicky u informasinya

  26. Thanks pak informasinya bisa menentreamkan sementara kita2 masyarakat indonesia yang memang sedang di azab. Kejadian2 yang ada n musibah2 yang ada memang bisa dijelaskan secara science tapi banyak juga yang tidak bisa. semoga kita termasuk orang 2 yang dilindungi ALLAH
    Amin

  27. He..he..
    Menarik juga untuk disikapi.
    Sebetulnya kita2x ini curang.
    Untuk sesuatu yang membuat kita sengasara, kita anggap itu adalah musibah, cobaan dsb.
    Sedangkan untuk sesuatu yang membuat kita bahagia (rizki, hadiah, dsb) kita anggap anugrah.
    Bukankah banyak rizki, naik pangkat, dsb, juga merupakan cobaan?
    Bukankah dengan adanya musibah dsb, menjadikan kita semakin dekat dengannya.

    He..he…
    Just an opinion.

  28. Menarik sekali.
    Ya silahkan saja disikapi dengan pendapat masing-masing. Itu kan pilihan… hehehe…
    yg percaya, konsekuensinya mungkin terus gelisah kalo lihat awan lurus, tapi “mungkin” selamet kalo ada gempa (Tp jg inget, ketentuan itu ada pada Yang Maha Kuasa)

    Kalo ga percaya, konsekkuensinya, akan tetap tenang apapun yang terukir di langit biru sana. dst…

    Tapi, bagus ada blog yg mengulas hal demikian, sebagai penyeimbang, supaya masyarakat kita juga belajar kritis.

  29. Sepakat pak Rovick. saya juga paling tidak setuju dg generalisasi bahwa bencana adalah azab, Tuhan marah, etc. Menurut saya bencana itu sifatnya sangat personal, berbeda antara satu orang dg lainnya dalam memaknainya. bagi yg mati dg banyak dosa, itu mungkin memang awal dari suatu azab namun bagi yg memiliki amal banyak bisa merupakan anugerah. dan bagi yg hidup bisa jadi peringatan supaya jangan berbuat dosa karena nyawa bisa dicabut setiap saat.

  30. Iya saya juga yakin Tuhan memberikan “tanda-tanda”. Tapi manusia diberi bekal oleh tuhan untuk berpikir dengan jernih dan terbuka. Jerinih agar kita berpikir sesuai dengan kaidah keilmuan yg dimiliki, terbuka dengan adanya ilmu-ilmu baru yg sedang diteliti.
    Rasanya tidak mungkin tidak ada tanda-tanda fisi. Tapi mengambil tanda-tanda alam yg tidak tepat juga merupakan kecerobohan. Kecerobohan juga dapat mengakibatkan bencana lainnya. Kecerebohan membangun jembatan juga bisa roboh.

    Tapi saya tetep tidak akan sekalipun menyatakan Tuhan marah. Tidak ada dalam kamusku bahwa tuhan itu maha pemarah.
    Jadi gempa bukan pertanda Tuhan tidak marah !!
    Dia Maha Pemurah tapi bukan pemarah !

  31. Kalau Anda semua adalah manusia yang beragama dan percaya adanya sang Maha Pencipta:

    Tidak akan sanggup manusia menerka-nerka dan membuat kesimpulan dari tanda2 yang diberikan Allah…Sesuai dengan firman Allah bahwa semua kejadian di alam mempunyai tanda-tanda, sejak alam diciptakan, proses bumi terjadi, bahkan hari akhir nanti mempunyai tanda2 yang dijelaskan oleh Allah…

    Tidak akan sanggup manusia menerka-nerka apa makna dari tanda2 alam itu dan kapan tanda2 itu terjadi melainkan hanya kepunyaan-Nyalah yang ada di bumi dan di langit…

  32. Klo untuk awan yang di KL, kayaknya bekas dari jejak pesawat yang terbang tinggi. Saya juga sering ngeliat di Pekanbaru sini, jejak pesawat yang terbang tinggi. Bahkan kadang2x kliatan juga pesawatnya (tp kecil sekali) terutama di sore hari.

    Mungkin untuk awan yang di liat rekan2x kita di Bantul, Jogja bentuknya berbeda.
    Dari site quake.exit.com, awan tersebut adalah awan gelap yang pipih memanjang, tetapi muncul di saat cuaca yang cerah.
    Memang prediksi tersebut tidaklah terlalu akurat, tetapi setidaknya bisa membuat kita waspada tentang apa yang akan terjadi.

  33. Terima kasih pak sangat logis dan bisa diterima akal sehat atas penjelasannya. Ini yg dibutuhkan disaat banyak orang gampang termakan isu-isu yang meresahkan masyarakat. Semoga milis ini dapat memberi pencerahan. Terima kasih bravo..

  34. […] Awan lurus yg terlihat seringkali disebut sebagai Awan Cirrus, yaitu awan yg cukup tinggi attitude-nya. Awan ini memilki ketinggian antara rata-rata yg teramati sekitar 20 000 ft atau sekitar 6 Km tingginya. Sehingga akan teramati pada daerah yg cukup luas. Nah mari kita ingat-ingat pelajaran SMP, skali lagi ini pelajaran geometri di SMP saja. Kalau pelajaran geometri SMA aku saja dulu cuman dapet 6. Di SMA Teladan Jogja itu dulu gurunya pelit !!. […]

  35. #7 halah.. kang Israr ki ono-ono wae. Contrails kan jelas2 kondensasi bekas lintasan pesawat.. jadi ya nggak ada hubungannya dengan gempa. contrails ini terbentuk karena dinginnya udara, jadi dan pada umumnya terjadi di negara2 yang dingin (eropa atau US)dan biasanya lagi jejak ini sangat panjang.. sampai pesawatnya nggak kelihatan. lha kalo di yogya kan panase nganthang-ngenthang dan awannya juga nggak sepanjang contrails.

    walaupun sampai sekarang belum ada yang bisa membuktikan secara ilmiah adanya hubungan antara awan lurus dg terjadinya gempa tapi kan belum ada juga yg bisa membuktikan secara ilmiah bahwa nggak ada hubungannya 🙂

    kalo penjelasan yg ada sekarang, baik yang pro atau yang kontra, kan cuma pake ngelmu othak athik gathuk, dua-duanya tidak memiliki dasar ilmiah yg kuat.

  36. lha kalo membaca artikel disini
    http://quake.exit.com/A991003.html

    secara statistic keakuratan prediksi awan gempa ini “hanya” 60%, jadi awan yg terlihat di KLCC mungkin termasuk yang 40% 🙂
    jadi nggak kalo ada awan lurus nggak selalu ada gempa tapi bukannya kita terus mengabaikan begitu saja.. nggak ada salahnya tetap waspada.

  37. # Zai

    iya..
    aku baca juga waktu ada ribut2 awan lurus di jogja.
    artikel2 di situs quake.exit.com juga yang bikin kepikiran bab bentuk-bentuk awan..

  38. Psychology mayoritas orang Indonesia memang lebih mudah untuk mulai mempercayai sesuatu dibanding mengganti kepercayaan hehehe… apalagi di desa, penjelasan ilmiah menempati peringkat jauh dibawah “kata orang tua dulu”… Jauh lebih mudah membuat orang percaya bahwa “ada sesajen yg kurang” dibanding menjelaskan sebuah fenomena. Jadi jurnalis yg profit oriented tentu akan terus menulis seperti yg selama ini mereka lakukan.. agar tulisannya laku.
    Saya mencatat, perbandingan tulisan yg menjelaskan awan bukan tanda gempa & adanya awan gempa, adalah 1 : 12
    have a nice quaking weeks..

  39. Silahkan baca BAM Earthquake Prediction. Mungkin ada pencerahan tentang earthquake cloud.

  40. Saya salut dengan tulisan Pak Rovicky, namun perlu dicermati bahwa tulisan di detik.com ternyata juga sangat masuk akal. Jika kita bandingkan foto Pak Rovicky dengan foto di detik.com ternyata juga sangat berbeda. Foto punya Pak Rovicky awannya agak sedikit tebal dan miring, sedangkan foto di detik.com awannya lebih tipis mirip halilintar/petir dan sangat lurus ke bawah. Seperti kata Pak Rovicky “Waspada is Your Early Warning”, tidak ada salahnya kita mmasukkan unsur awan verikal ini ke sistem early warning kita, namun bukan berarti kita harus panik, cukup dengan waspada saja.

    Salam
    Oky Indrotjahjono

  41. makasih bggt, maz…smpat ikut2n terpancing maklum info dijgj dan skitarnya simpang siur skali….truz deh akhirnya search di internet ttg awan cirrus vertikal…kmrn juga ad gmpa lg di pangandaran tuh…padahl hari kamis lalu sy sempat maen ke pantai glagah indah kulon progo jogja

  42. Sebaiknya harus hati hati dalam menyikapi suatu kejadian seperti kejadian awan yg katanya tanda gempa. Alangkah baiknya bila kita hati-hati siapa tahu awan tersebut memang memberi tahu bagi yg bisa membacanya.

  43. Mas, Vicky….,
    Barusan Jateng & Jabar di Goyang Gempa, apakah itu betul awan gempa yang dilihat mayarakat Bantul dan sekitar sebelum gempa Yogya & jateng. Dan tanggal 12/07/06 tengah malam dilihat lagi oleh masyarakat Bantul, dan 5 hari sesudah itu terjadilah gempa di Jateng & jabar sebesar 6,8 ,5,5 & 6,1 SR apakah ini pertanda fenomena dari awan gempa tsb.Dan ini perlu kita waspadai bila ada melihat awan seperti itu ditempat kita.

    Padang, 18 / 07 / ’06
    Syahril S (PLN. Cabang Padang)

  44. Barusan Jateng & Jabar di Goyang Gempa, apakah itu betul2 gambar awan gempa yang dilihat mayarakat Bantul dan sekitar sebelum gempa Yogya & jateng. Dan tanggal 12/07/06 tengah malam dilihat lagi oleh masyarakat Bantul dan 5 hari sesudah itu terjadilah gempa di Jateng & jabar sebsar 6,8 ,5,5 & 6,1 SR apakah ini pertanda dari fenomena dari awan gempa tsb.

  45. brusan jogja gempa lagi tuh.. goyang kiri kanan, ga kuat tapi kerasa.

    btw. thx ttg pencerahan atas “awan gempa”-nya..

  46. Good observation

  47. wah sayangnya kok foto2 awan di jogja tidak saya temukan di internet ya…apakah ‘rasa dokumentasi’ orang Indonesia yang masih lemah? ada yang bisa membantu di mana saya menemukan foto2 awan di jogja makasih.

  48. Mas Vicky ..
    makasih ya infonya. qt jadi ngerti kalo awan vertikal tu gak ada hubungannya dengan gempa.
    mas Vick , request dong, bole gak ?
    Tolong di web ini diberi tambahan tentang istilah geologi, khususnya ttg geologi struktur dan stratigrafi. soale saya sering buka IAGInet utk nambah pengetahuan walau background saya bukan geologi.
    makasi ya,pak…

  49. Tika,
    kalau saja akan ada gempa juga nanti aku kabari … Doain ya moga-moga aku slamet … 🙂

  50. Lah, buktinya wong saya masih di Kuala Lumpur ga ada gempa kok padahal dua hari lalu ada awan lurus yg dipotret teman saya Pak Isra.

    Hehe..
    Sapa tau seminggu lagi , Pak??

    Tapi tulisan Bapak selalu menarik minat saya nih.. 🙂

  51. Makasih banyak atas penjelasannya pak rovicky. tapi saya mo nanya satu hal, apa film “The Core” (Perjalanan ke perut bumi) itu berdasarkan hal yang nyata/mungkin terjadi secara ilmiah.Maksudnya apa karena medan elektromagnetik bumi hilang, bisa menyebabkan hal2 tsb (bencana yg digambarkan film tsb? itu klo Bapak pernah nonton the core ya…btw, saya suka banget baca artikel2 bapak,banyak menambah wawasan saya.

  52. Makasih informasinya semoga bermanfaat untuk menambah pengetahuan alam plus meningkatkan pola pikir kita bagaimana menanggapi suatu berita yang belum jelas juntrungnya yang hanya dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
    Setelah muncul awan gempa tiap hari meluangkan waktu sedikit untuk melihat kelangit apakah ada burung terbang yang lewat, pesawat terbang yang mengudara, dan melihat bentuk gambar awan yang aneh-aneh karena itu kejaiban alam.

  53. Kang Rovicky (sesama KATY), saya dukung tulisan Anda dengan semangat memperbaiki kualitas jurnalistik Indonesia.

    Sebagai tambahan info tentang awan, Cloud Appreciation Society di Inggris juga telah memasukkan Contrails — stands for Condensation Trails: kondensasi bekas lintasan pesawat — sebagai kategori awan juga. Nah, Contrail ini malah membentuk jalur lurus berulang-ulang tiap hari (dan tidak ada yang menganggapnya awan gempa:))).

    Besok kalau langitnya cerah saya usahakan memotret Contrailnya deh… salam

  54. Thx God kalo ada ahli Geologi yang nge-blog kayak gini yah… jadi nggak cuma baca berita nggak jelas…

    Jangan berhenti nulis beginian ya pak Rovicky…

  55. Emang pusink ngeliat tradisi masyarakat kita yang gampang terpancing isyu yak…ditambah lagi media kita emang media ngawurs…bener-bener penjual informasi biadab (lawannya biadab…abiz cuman berhitung duit doank)

    thanks mas rovicky

  56. Thanks Mas..ulasannya sungguh bisa menentramkan orang awam.

  57. Matur nuwun Pak rovicky, banyak infonya yang saya print dan saya sampaikan ke teman-teman yang kebetulan stress gara-gara gempa,paling tidak saya juga tambah pinter habis baca bisa jelasin ke orang lain genti. salam hangat dari jogja

  58. saya percaya, tidak ada hubungan antara gempa dan kenampakan awan tertentu
    namun masyarakat sangat mudah terpancing isu atau mitos akibat rasa takut/trauma yang berlebihan
    ada baiknya tulisan mas rovicky di sebar luaskan untuk memberikan penjelasan yang menenangkan masyarakat

  59. awan lurus tersebut jg dilihat oleh teman2 sy di Jogja. memang tidak ada kaitannya dengan gempa. karna saya pikir awan tersebut bisa jadi adalah ekor dari siklon bilis, yang pusatnya saat ini ada di samudera pasifik, tepatnya di utara piliphina.

    salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: