Harga air PAM seharusnya berubah tergantung musim.


Saat memasuki bulan Desember ini di Jawa sudah memasuki musim hujan, Bahkan Sumatera sudah mendapatkan “kelehihan air” sehingga ada banjir di beberapa tempat. Air mulai berlimpah. Dan biasanya kita tidak lagi menghargai seperti saat musim kemarau beberapa bulan yang lalu. Perbedaan pasokan air di alam ini semestinya dimanfaatkan untuk mendidik masyarakat supaya “menghargai air” sesuai dengan penyediaan dari alam.

Kalau kita lihat rekening air, seringkali tidak seperti saat belanja cabe di pasar. Saat pasokan cabe sangat langka, maka harga cabe akan meningkat sangat tajam. Biasanya koran-koran akan berteriak dengan harga cabe melangit. Masyarakat harus dididik dengan cara yang sama untuk penentuan harga air pipa (air PAM).

polach[1]

Pola curah hujan di Indonesia seperti diatas tentunya mudah dimnegerti. Ada pola-pola tertentu dari setiap region di Indonesia. BMKG tentunya memiliki pola-pola lebih teliti dan detilnya. Namun jelas menunjukkan ada waktu-waktu kemarau dan ada waktu-waktu musim penghujan. Pula ini harus diajarkan pada masyarakat bahwa air itu tidak sepanjang tahun ada. Mengajarkan pola dengan kehidupan sehari-hari adalah menreapkan POLA HARGA AIR TAHUNAN !

😦 “Iya ya Pakdhe. Kalau harga air dianggap rata-rata nanti masyarakat tahunya air itu melimpah”.

😀 “Itulah Thole. mendidik itu tidak harus dilakukan Departemen Pendidikan”

Pola curah hujan ini nantinya dapat dipergunakan dalam menentukan harga air pipa (PAM) disetiap daerah. Tentunya tidak semua tempat di Indonesia sama. Ini juga akan mendidik masyarakat mengerti bahwa kondisi Indonesia itu beragam. Akan lebih mengenalkan kebhinekaan Indonesia juga kan ?

Salah satu cara sederhana adalah seperti dibawah ini.

PolaCHdanHargaAir

Jadi dengan demikian pemerintah akan dapat melakukan proses mendidik masyarakat. Dan itu dilakukan sekalian untuk mengerti alamnya melalui berbagai hal.

😦 “Dan semestinya tidak harus dengan persetujuan DPR ya Pakdhe ?”

Pola-pola curah hujan dari BMKG lebih detil dan rumit. Namun untuk tujuan pendidikan semestinya dibuat presentasi yang lebih mudah dimengerti masyarakat awam.

pola-curah-hujan-bmg1

2 Tanggapan

  1. Reblogged this on azfiamandiri and commented:
    Cinta Tanah Air; Tanah beli, air bayar ..!

  2. Cinta Tanah Air; Tanah beli, air bayar ..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: