“Spiral disaster”. Kebakaran Gambut – Bencana yg berulang


“Spiral disaster”

image imageKalau dirunut awalnya ada usaha mulia untuk mengkonversi lahan gambut yg tidak bernilai ekonomis untuk diubah menjadi lahan pertanian/perkebunan. Salah satunya dg membuat parit/kanal. Termasuk dibakar belukarnya.

😦 “tujuannya baik ya pakde?”

😀 “yang penting ada pembelajaran dan jangan diulangi”

Saat itu api relatif mudah dikendalikan karena air masih banyak. Proses konversi lahan ini tujuannya awalnya sangat mulia untuk meningkatkan area pertanian/perkebunan supaya swasembada pangan. Tidak banyak yg mengatakan ini tindakan salah. Dan memang pengetahuan serta pemahaman lingkungan basah (wet land) tidak seperti saat ini.

Fakta lain adalah pembakaran hutan menjadi arang ini menjadikan siklus unsur hara memang dipercepat, berbeda bila melalui humus yg memerlukan waktu lebih lama. Tetapi akibat jangka panjang belum diketahui, mirip penggunaan energi nuklir sbg sumber energi yg saat ini diketaui banyak mudaratnya dan mulai ditinggalkan.

Cara drainasi ini belakangan dicurigai memicu dan mempercepat pengeringan lahan gambut yg akhirnya mampu terbakar secara alami.

Saat dintinjau tahun ini maupun beberapa tahun lalu banyak terlihat api terpicu secara alami. Seolah-olah kebakaran ini memang alami. Mungkin saja skrg alami tetapi kalau dirunut sangat mungkin akibat keteledoran sebuah tujuan mulia masa lalu.

Penanganan sekarang semestinya harus lebih cerdas. Mengambil air dibawah juga akan menurunkan muka air tanah. Kemungkinan juga akan mempercepat pengeringan lahan gambat yg secara berulang memicu kebakaran alami dimusim pnas berikutnya.

Jadi harus gimana ?
MIKIRR !!!

2 Tanggapan

  1. Mengeringkan sesuatu yang mudah terbakar pasti sudah di ketahui bahayanya sejak dulu kala, Seperi juga bahaya menggunduli hutan.
    Itu pelajaran anak SD.

    Kalau ilmu pengetahuan sudah diberikan tetapi tidak diamalkan yang begini lah jadinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: