Amblesnya Drilling Rig dan Tenggelamnya Kapal Pemboran
16 September 2006 at 10:48 am | In Dongeng Geologi, Explorations | 43 Comments
Mungkin ada yg bertanya-tanya bagaiman sebuah drilling rig amblas masuk kedalam bumi. Padahal sepertinya kaki-kaki drilling rig tsb sudah menapak kuat pada tiang pancang dsb. Berikut foto-foto yg saya peroleh dari milist Migas-Indonesia (trims Mas Budi). Sekalian saya berikan sedikit penjelasan grafis bagaimana hal ini bisa terjadi.
Proses pengeboran diawali dengan mengebor bagian atas, “upacara” ini sering disebut dengan Spud atau Tajak. Pada saat tajak ini tentunya proses pengeboran masih sangat awal. Karena biasanya batuan paling atas itu seringkali tidak begitu keras, karena lapisan muda atau karena berupa batu yg sudah lapuk. Sehingga seringkali BOP belum dipasang. Dan casing atau selubung yang sudah dipasang-pun seringkali tidak disemen.
Dengan keterbatasan konstruksi sumur pada waktu awal ini tentusaja ada risiko-risiko yg harus ditanggung, misalnya gas-gas dangkal (shallow gas).
Berikut sebuah seri foto-foto tersebut. Tidak ada informasi lokasi pengeborannya tetapi kalau dilihat tanggalnya peristiwa ini terjadi bulan February 2006.

Foto 1. Tanggal 16 Februari 2006. Disini memperlihatkan bahwa anjungan yang sudah ambruk. Terlihat drillfloor (lantai pengeboran) yg relatif bersih, saya rasa tidak terjadi semburan lumpur keatas. Tidak ada lumpur yang menyembur seperti yang terjadi di Banjarpanji-1 Sidoarjo

Foto 2. tanggal 18 Februari 2006. Gambar ini menunjukkan kepala sumur (well head) yg masih utuh. Sepertinya memang tidak ada yg menyembur melalui lubang sumur itu sendiri. Mirip seperti di Sidoarjo dimana kepala sumurnya sendiri aman, namun terjadi semburan diluar lubang sumur.

Foto 3. Tanggal 19 Februari 2006. Drillfloor sudah tidak terlihat lagi, terlihat menaranya sudah ambruk dan sangat kotor. Diperkirakan terjadi semburan lumpur (air bercampur tanah).

Foto 4 dan 5. Hampir semua peralatan pengeboran amblas tenggelam kedalam tanah. Hanya terlihat kepala sumur yg sekarang sudah sangat kotor akibat semburan lumpur. Biasanya lokasi ini akan selalu ditutup karena membahayakan.
Mengapa “Drilling Rig”nya bisa ambles ?

Karena adanya semburan lewat kiri kanan lubang sumur, biasanya melewati ruang annulus (ruang antara dinding sumur dengan casing). Seperti yg disebut diatas karena masih dangkal ruang ini tidak disemen dan menjadikan ruang paling rawan dan paling lemah menahan tekanan. seburan dari bawah tidak dapat masuk ke lubang sumur akibat adanya lumpur pemboran.
Semburan yg berlangsung terus menerus ini akan mempengaruhi daya dukung tanah (bearing capacity). Karena daya dukungnya berkurang ini yang menyebabkan rig amblas tenggelam. Tanah dibawah karena bercampur dengan gas dan juga air, maka kan berubah menjadi lumpur yang sangat lunak.
Peristiwa amblesnya rig ini hanya berlangsung dalam 3-5 hari saja. Sehingga cukup cepat terjadinya. Mungkin bisa dibayangkan bahwa Drilling Rig yg dipergunakan mengebor sumur Banjarpanji-1 tentunya juga ketakutan mengalami hal ini. Sehingga terburu-buru dipindahkan. Tentunya harus disadari bahwa kehilangan perangkat pemboran (drilling rig) sudah merupakan bagian dari risiko mencari minyak.
Apabila kejadiannya si Laut, kejadian bahaya akan tenggelamnya fasilitas pemboran termasuk Drill Ship. Drill Ship (anjungan pengeboran dalam sebuah kapal) juga sangat mungkin tenggelam akibat semburan liar ini. Drillship adalah anjungan pengeboran sumur dalam (Deepwater Drilling Rig). Seperti yg terlihat dibawah ini sebuah Rig yg tenggelam akibat semburan gas.
Akibat adanya gas yg tercampur dengan air maka densitas dari air akan jauh berkurang. Dan kalau anda masih ingat hukum Arhimedes maka daya angkat air ini menjadi hilang atau berkurang akibat campuran gas. Arhimedes bilang bahwa daya angkat akan berbanding lurus atau sebanding dengan masaa benda cair yg dipindahkan. Massa ini tergantung dari berat jenisnya. Nah kalau air dicampur gas tentunya berat jenisnya sangat kecil dan daya angkatnya juga kecil. Hilangnya daya angkat inilah yg menyebabkan sebuah Drillship juga dapat tenggelam akibat semburan liar.



(sumber foto internet)
43 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.




Mas Rovicky…..
wuih mas, dapat foto land rig yang ambles darimana?aku tau lho itu di company mana, nama rignya apa, karena apa, nama sumurnya apa, sampai koordinatnya pun saya tau itu mas hehehehe…..ssstt jangan bilang2 yaa mas, sebenarnya itu kejadian yang paling konyol yang pernah saya dengar…..hiks, tapi hebatnya mas itu rig bisa dapat ganti baru dengan nama rig yang sama, mungkin ga ngerti juga kali pihak asuransinya sampai mereka dapatkan rig yang baru….mereka itu memang TOP BGT….hahahaha
suga
“harusnyamerekagadapatklaimasuransilho”
Komentar oleh suga — 16 September 2006 #
Hehe…menarik nih ada yang tahu sebuah “rahasia”. Buka dong rig-nya sapa.
BTW itulah hebatnya di Indonesia, semua yang seharusnya tidak bisa akan menjadi bisa.
Komentar oleh Minarwan — 17 September 2006 #
Foto-foto rahasia macam ini bukannya tidak untuk konsumsi publik?
Ini indonesia lho, bos-bos besar yang potensial dirugikan karena beredarnya foto-foto ini bisa berbuat apa saja, lebih buas dari FPI dan sebangsanya, apa tidak takut keselamatan terancam?
Komentar oleh wadehel — 18 September 2006 #
Lah wong itu belum tentu di Indonesia koq
Kan drilling rig di dunia ini juga “mbyayah” (buanyak) …. masak GR banget siy
Lagian aku ya heran kita ini merahasiakan data-data tapi org lain mempublikasiakan sembarangan. Akhirnya orang Indonesia sendiri malah jadi bodo karena mau sharing informasi (ilmu) saja susah.
. Beli peta satelit dimana-mana juga banyak, malah ada yg gratis. Tapi aturan kerahasiaan foto udara masih juga berlaku.
Dulu foto udara rahasia karena demi kebutuhan rahasia militer, lah sekarang pakai “gugle ert” saja sudah bisa nengok genting bocor
pripun niku ?
Komentar oleh Rovicky — 18 September 2006 #
wah nambah ilmu nih..
trims yach
Komentar oleh jouledoc — 18 September 2006 #
sip..tambahan baca2 buat saya yang awan dunia bor-mengebor ini. Saya ngertinya cuman goyang ngebornya Inul, hehehehehe
Komentar oleh andrias ekoyuono — 19 September 2006 #
Lah wong itu belum tentu di Indonesia koq Kan drilling rig di dunia ini juga “mbyayah” (buanyak) …. masak GR banget siy
mas…vick, jenengan berani taruhan berapa ma saya???
i bet u, mas….aku yakin tuh land rig yang di indon….hayo bener kan mas???kikikiki
ringgo
Komentar oleh ringgo — 19 September 2006 #
waduh.. ternyata begitu ya kalo rig ambles…
Terima kasih infonya Pak Rovicky, jd tambah pengetahuan nih..
btw, harga satu rig berapa ya ?
::ArieF::
Komentar oleh ArieF — 19 September 2006 #
sepertinya perlu di share ke bagian safety nih..
thanks for sharing.
Komentar oleh dhitos — 19 September 2006 #
Mas Rivicky…
Kompas 16 Juni 2006 menulis …….
“Pasalnya, lumpur tersebut tersebut menunjukkan kadar garam natrium dan kalium sangat tinggi,” kata Retno Suntari, Kepala Laboratorium Kimia Tanah Fakultas Pertanian Unibraw Malang.
Retno mengatakan, hingga Rabu (14/6) pihaknya belum menyelesaikan seluruh prosedur pemeriksaan. Namun dari hasil kualitatif, yang yang bisa diketahui adalah kadar garam sangat tinggi, yakni natrium dan kalium, dan pH yang alkalis sebesar 8. Belum diketahui pula hasil pengukuran kandungan unsur hara yang bisa menjadi tolok ukur masa depan kesuburannya jika lumpur itu kemudian terdekomposisi (terlapukkan) bersama dengan berlalunya waktu…………
Namun berdasarkan hasil analisa laboratorium uji kualitas air Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim, phenol yang terkandung dalam dua sampel mencapai 3,37 miligram/liter (mg/l) – 4,25 mg/l. “Kelihatannya penelitian lain harus dilakukan,” kata Lily.
Komentar saya :
Saya orang awam yang ikut prihatin dan sedih ini mohon tanya :
Menurut yang pernah saya dapat pelajaran kimia di SMA
Katanya intenet : Na2CO3/MgO, K2CO3/MgO and Li2CO3/MgO adalah material komposit sebagai phase change material (pcm) yang berfungsi sebagai penyimpan panas dan bila terlepas dapat merubah gas metan atau phenol ( dg katalis Ru/Al2O3) jadi gas CO dan H2 dengan tekanan lebih besar ( bisa berakibat menyembur ) yang mudah terikat lagi dengan senyawa lain sehingga berbau rangsang.
Menurut hasil laboratorium Unibraw kandungan kimia natrium dan kalium tsb ada di lumpur lapindo yang berair yang tentunya juga mengandung gas CO2 . Jika menganut teorinya mas Rovicky yang ke (4) hydrothermal maka timbul pertanyaan dari saya.
Pertanyaan saya : Apakah panasnya lumpur ini juga diakibatkan oleh pelepasan panas dari material pcm tersebut kemudian merubah methane atau phenol menjadi gas dan air panas campur lumpur yang bisa menyembur ? mohon penjelasan.
Komentar oleh Aswo Gumono — 20 September 2006 #
Sumpah deh, aku nggak lagi di atas Rig itu kok.
Komentar oleh bank al — 20 September 2006 #
bener deh kita jd tambah pinter dpt info ini.
thanks Pak Vicky
Komentar oleh rosalina — 2 Oktober 2006 #
Tq, Pakdhe
Aq kadang2 kok berfikir “nakal” nek di BPJ-1 itu emang ada konspirasi ben nantinya klo berhasil mbebaske sekitae murah…rah..rah…
Mugo-mugo iki salah yo Pak Dhe…
Komentar oleh Rom — 14 Oktober 2006 #
Mas..

saya bisa dapet informasi tentang Minyak bumi ga..?
mulai dari saat belum ditemukan, ditemukan, eksplorasi, ekploitasi dan distribusi hingga sampai ke tangan konsumen..?
mohon email saya ya..
Terima kasih..
Saya mahasiswa yang sedang mengerjakan TA..
mohon bantuannya..
Komentar oleh Biaw — 19 Nopember 2006 #
on vick,
saya baru buka, and saya tahu ini dimana? ini di betara miliknya petrochina!!!!
Komentar oleh budi — 16 Desember 2006 #
Salut But Pak Vicky,
Mohon Kiranya bisa di share ilmu pak vicky (secara umum saja, detail..lebih bagus). Misalnya pengetahuan tentang Kegiatan Drilling, dari awal drilling sampai dengan selesai drilling. Kegiatan-kegiatan apa saja yang tercakup didalamnya. Wah..pokoknya semakin lengkap pasti semakin asyik…
terima kasih sebelumnya
Komentar oleh Cak eddy — 14 Februari 2007 #
Menarik sekali dan menambah wawasan bagi kami dengan info dan media yang ditawarkan. semoga tetap dan semakin menambah kwalitasnya. Thanks…
Komentar oleh fatekgeo - unikarta — 17 Februari 2007 #
Isi yang menarik..menambah wawasan saya.
Dan di dalam drilling program mungkin mereka telah mengantisipasi jika di kedalaman tersebut mereka akan memasuki layer tersebut.
Mungkin penggunaan casing while drilling bisa diterapkan pada fase ini.
Komentar oleh puji — 21 Februari 2007 #
mas..saya mahasiswa pertambangan..
artikelnya bagus sekali…:)
klo yang pengeboran untuk batubara ada ga mas…
saya butuh gambar tentang alat-alat dalam pengeborannya.
trimakasih..
Komentar oleh reza — 16 Maret 2007 #
Reza,
Kalau mau mencari gabarnya ya mbok pakai gugle saja kan mudah ta ?
coba klik ini :
http://images.google.com/images?sourceid=navclient-ff&ie=UTF-8&rlz=1B2GGGL_enUS205US206&q=drilling%20coal&oe=UTF-8&um=1&sa=N&tab=wi
Komentar oleh Rovicky — 16 Maret 2007 #
Crita Rig ambles adalah resiko cari minyak, semua diperkirakan lewat program, nah kalau program tidak menjangkau maka resikonya dialihkan ke asuransi, oleh karena itu tim asuransi akan meneliti laporan kejadian dan jika kasusnya match dng pasal pasal yang dijamin ya dibayar,…..nah kalau ingin tau Rig yang ambles tsb ada di sumatera……he he
Komentar oleh priyo — 18 Juni 2007 #
lah wong cuma masalah bor mengebor yg ga jls gitu aj ko di persulit…….. ya mbo mendingan kita pikirkan semburan di sidoarjo itulo……….
Komentar oleh kiko — 17 Juli 2007 #
kejadian tumbang sebuah rig itu merupakan hal biasa,tapi kalau sempat subtructure dan rig floor hilang itu jarang kita dengar,tapi yang saya herankan kenapa rig tidak di rig down sebelum tanah yang di sekitar well amblas
Komentar oleh andi — 3 Agustus 2007 #
rig ambles???????kok bisa, pasti (rahasia!!!)mbo ya sbelum ngebor data2 geologinya diperhatiin dulu mas engineer, jangan asal tusuk…….seenaknya bop ga dipasang emang rignya mbahmu
Komentar oleh YOI — 15 Nopember 2007 #
mas Rovicky,
saya sabil dari astro, kami lagi membuat program migas untuk tayangan di astro, dana salah satunya adalah membahas resiko produksi dan operasi, kami sangat memerlukan foto foto diatas, jadi bagaimana nih ijinnya?????
boleh kah saya gunakan di program astro foto foto diatas? bagaimana dengan mas budi?
ada kontak nya?
Komentar oleh sabil — 15 Nopember 2007 #
Wah……baru tau aq!Waduh dkt rumahku dah berdiri rig, cm aq gak tau udah BOP pa blm nie???
Kacau jg kalo nantinya iso kedadean ky kuwi.
Tapi infone SIPP……tenan.
Matur suwun yo Mas!
Komentar oleh Painem — 7 Desember 2007 #
kalau rig dibangun berdasarkan kredit bank, bagaimana nasib bank tersebut, bagaimana perlindungan hukum bagi banknya ya, mungkin dapat diklaim assuransinya, apakah mungkin assuransi membayar klaim ? soalnya saya sedang buat tsis perlindungan hukum bagi bank atas pembiayaan rig, kalau bank nggak ngerti tentang aktifitas pengeboran jadi repor ya? padahal kita perlu sumber devisa dari kegiatan eksplorasi minya yang menghasilkan dollar, pls komen temen2, mas-mas ya, ditungu
Komentar oleh bram — 22 Desember 2007 #
memang bisa ya,melakukan pemboran diatas kapal….
resikko apa aja yang mungkin terjadi??
antisipasi apa aj yang dilakukan untuk mencegah sesuatu y7ang tidak diinginkan??
mas foto2 yang tadi dari mana??
kasih tau dong,,,,
Komentar oleh hendra — 26 Desember 2007 #
Saya turut berduka atas kejadian ini, tapi itulah resiko dalam suatu Eksplorasi terutama Drilling. dan kejadian ini akan memberikan pelajaran bagi diri saya. Trims ya! semoga kedepannya akan lebih baik lagi dalam kegiatan Drillingnya and pastikan itu Safety!!!
Komentar oleh Havid — 13 Januari 2008 #
WOi mas keren banget pokoknya saya minta yah foto fotonya ntar kalu ada langsung kirimn aja ke acount google saya
pokoke ditunggu
(Problema Dunia Perminyakan)
sekaligus Kalau ada Gambar 2 menara Rig Yang lain
Komentar oleh Yoakim — 29 Januari 2008 #
Saya beruntung dapat menemukan ini, kapan-kapan kita mendongeng rame rame tentang geology dan sekitarnya (saya kurang lebih 8 tahun di offshore da sekarang menjadi geologist yang grounded).
lam kenal mas rovicky
Komentar oleh Dodi Subrata — 28 Februari 2008 #
Thanks…bgt..bagus sekali dongengnya…
kapan2 tentang petroleum system ya Pak dongeng nya…
jngn lupa kirim juga ke e-mail saya…
Komentar oleh rendrageo — 12 Maret 2008 #
bos roviky
gambar no. 2 itu BOP ini yang menahan semburan ke lantai rig sehingga floor tetap bersih <lebih dari itu orang yg bekerja di floor aman dan bisa melakukan tindakan pengamanan .
BOP ini sebenarnya hanya kerangan besar yang menahan semburan dan semburan dialihkan ke tempat yg memang disediakan …
dari gambar no.2 sepertinya kepala sumur sedang dilepas untuk kegiatan service masalah kenapa amblas ..kemungkinan seperti yang di paparkan tapi tidak terlepas juga dari kondisi alam , formasi di dalam yang tidak terduga rongga yg hallow . tidak berisi. sedangkan kalau karena kesalahan prosedure ….mmm sepertinya kecil kemungkinan…
Komentar oleh yudi — 28 Maret 2008 #
Itulah resiko yang harus dihadapi dalam dunia pengeboran minyak dan gas apalagi dengan dipakainya orang2 yang kurang berpengalaman dalam kegiatan pengeboran minyak n gas
Komentar oleh ilham — 1 April 2008 #
Wah, mas ini hebat bgt.salam knal! klo blh nambah, menurutku pada awal pemboran belum dilakukan pemasangan casing karena memang belum mencapai tahapan tersebut, bukan karena lapiasan tanahnya yang masih muda. Seperti di Lapindo itu kan juga belum mencapai tahapan pemasangan casing.Bener Gak?mhon bimbingannya. Thank’s
Komentar oleh amirudin — 28 April 2008 #
wow….. sebagai mahasiswi teknik perminyakan
saya baru tau rig bisa amblas kyk gt…..
serem jg yaaaa….
btw maksi ya infonya…..
Komentar oleh ade — 20 Mei 2008 #
ssssssssseeeeeeeeeeerrrrrrrrrrreeeeeeeeeemmmmmmmmmmm
Komentar oleh Angga — 31 Juli 2008 #
itu resikonya unk drilling contractors
lebih banyak spekulasi
karena alam susah diprediksi
Komentar oleh Deden — 18 Agustus 2008 #
wah seru juga ceritanya mas !!! ternyata bisa amblas juga yach kiraain g bisa, sumurnya dah kaya lapindo aja mas ………………!!!!
Komentar oleh adhitya — 14 Oktober 2008 #
Butuh pengalihan risiko untuk rig onshore maupun offshore, please contact : 0816397554
Komentar oleh erwin — 6 Nopember 2008 #
Butuh gambar lengkap dari komponen” rig n fungsinya!
Komentar oleh zy — 1 Januari 2009 #
Please contact langsung y!!!
02349162606
buat tugas nie!!!!
Komentar oleh zy — 1 Januari 2009 #
kesini aja :
http://visual.merriam-webster.com/energy/geothermal-fossil-energy/oil/drilling-rig.php
http://www.kgs.ku.edu/Publications/Oil/primer12.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Drilling_rig
Komentar oleh Rovicky — 1 Januari 2009 #