WASPADA CUACA Sebagai Awal Waspada Bencana

D68359ECD98DB10FD9018EC5BE7FBD18[1]Kita tahu hampir semua bencana di Indonesia adalah bencana yang “terpicu” oleh kegiatan meteorologis. Banjir dan longsor disebabkan oleh hujan deras, demikian juga lahar. Bahkan kecelakaan pesawat dan juga kapal laut dapat disebabkan oleh cuaca buruk. Dengan demikian sangatlah logis salah satu parameter untuk kewaspadaan adalah CUACA. Jadi, marilah kita belajar mengenai cuaca.

:-( “Pakdhe, jadi kalau gitu cuaca bisa menjadi alarm untuk waspada ya ?”

[Peta-peta dibawah ini akan selalu diperbaharui (update) oleh BMKG secara otomatis setiap 60 menit]

Baca lebih lanjut

Revolusi Mental Kebencanaan (Rutin)

Tidak semua bencana datang mendadak.

Undang-undang 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana menyatakan bahwa “Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu ke hidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Definisi diatas tidak menyebutkan apakah peristiwa itu terjadi berulang-ulang dan ditempat yang sama atau tidak. Artinya fenomena banjir di Jakarta menjadi sebuah kejadian yang masuk kategori bencana dan penganggulangannya menggunakan mekanisme (SOP) menghadapi bencana.

Perlu Revolusi Mental Menghadapi Bencana !

Sumber internetBanjir Jakarta sudah rutin dan semua maklum. Memang terasa aneh sebuah kejadian merugikan yang sudah diketahui dimana akan terjadi, diketahui kapan terjadi, dan sudah terjadi berulang-ulang masih dalam kategori bencana dengan pendanaan rutin oleh nagara. Seolah-olah tidak ada proses pembelajaran. Bentuk bantuannya berupa santunan, perbaikan dilakukan untuk menghindari dampak sesaat itu.

:-( “Pakdhe, kalau rutin ya mestinya anggaran rutin doonk”.

:-D “Disitulah Thole. Apakah bener pengadaan anggaran rutin untuk sebuah peristiwa yang pasti merugikan ini ?”

Revolusi mental ini diperlukan tidak hanya pada penderita atau korban (pelanggan) bencana tetapi juga penyelenggara negara, cq. Badan Penanggulangan Bencana. Kalau sudah berulang-ulang terjadi, apakah tepat bila penanganannya bukan (hanya) pada bantuan sisi kemanusiaannya yg dikelola oleh BNPB ?. Ataukah menjadi tugasnya Kementrian Pekerjaan Umum, termasuk relokasi, bahkan kalau perlu dibuat UU Relokasi yang menyangkut keagariaan dll khusus didaerah “pelanggan bencana“. Khususnya banjir Jakarta.

Mikir dulu …

Alam hanya meminta waktu sementara untuk melakukan tugasnya

Endapan Awanpanas Purba di Cangkringan

Sebagai besar ahli geologi tentunya tahu bahwa tanah tapak yang kita pijak dan untuk hunian ini merupakan sebuah endapan. Proses pengendapannya terjadi jutaan tahun lalu, ribuan tahun lalu, puluhan tahun lalu … dan juga TAHUN LALU ! dengan bermacam-macam proses pengendapan. Kalau di gunungapi ada endapan lahar dingin, endapan piroklastik. Di dataran ada endapan banjir bandang (alluvial fan), ada endapan hasil limpahan sungai (splay), ada endapan gosong pasir (hasil erosi sungai). Di pantai kita mendapati endapan banjir muara dan endapan pasang-surut, tidal (Rob). Jadi kalau semua proses diatas adalah suatu proses merugikan dan membahayakan, hampir semua tempat kita berpijak merupakan hasil proses yg selama ini sering disebut BENCANA !

Baca lebih lanjut

Adaptasi Manusia : Mengerti, Merekayasa, atau Menghindari Bahaya Alam

Flooded+HI+Round+Jan+2013[1]

Banjir kok dinikmati

Ciri utama manusia yang paling hakiki itu belajar. Tanpa belajar manusia tidak mungkin memiliki budaya. Perkembangan makhluk hidup di bumi, saat ini diketahui secara evolutif, merangkak pelan-pelan, berubah, bertahan dan menjadi seperti saat ini. Alam lingkungannya pun juga demikian berubah dengan kaidah-kaidah alamiahnya sendiri. Demikian juga tingkat kebudayaan dan kearifan manusia dalam menghadapi lingkungannya tentu juga sama.

:( “Pakdhe, kita semua tahu bahwa setiap tahun akan ada masa hujan deras yang mungkin menyebabkan banjir” Tapi kenapa kok ya diulang-ulang banjir tapi tetep saja dirasakan”

Baca lebih lanjut

Banjir 5, 10, 50 tahunan itu tidak ada.

Sering kita mendengar adanya istilah banjir 3 tahunan atau banjir 5 tahunan atau bahkan seratus tahunan dsb. Secara ilmiah tidak ada istilah tehnis banjir dengan periodisasi ini. Dibawah ini penjelasan sedikit dari salah seorang kawan geolog, Agus Karyanantio Tirto tentang berulangnya banjir ini.

:( “Lah Pakdhe, katanya dunia ini dipenuhi siklus-siklus, kan mungkin saja ada yang berulang”

:D “Bahwa ada perulangan itu benar adanya. Namun yg dimaksud lima atau sepuluh tahunan itu bukan sesederhana begitu. Lebih sering itu karena kebetulan”

Sebetulnya tidak ada banjir memiliki siklus, tiap tahun kondisi cuaca tidak sama, maka kandungan uap air di awan juga tidak sama, belum faktor yang mempengaruhi kondensasi di awan sangat banyak. Apalagi saat ini cuaca sangat cepat berubah tidak seperti tahun 70-an.

Baca lebih lanjut

Banjir Jakarta 2013 : 1. Peta terdampak

2013-01-16_Banjir_Jakarta_Update_1200-575x812[1]

Banjir Jakarta 2013-01-16 Update 12:00

Dibawah ini peta lokasi banjir di Jakarta tanggal 16 Januari 2013.

:(” Whadduh Pakdhe, kok lebih sepertiga jakarta tergenang ?”

Seperti ditulisan sebelumnya banjir di Jakarta ini sudah pernah diperkirakan sebelumnya. Namun tentusaja perkiraan bisa salah, hanya kebetulan kali ini benar. Yang diperkirakan adalah curah hujannya sedangkan curah hujan hanya sebagian dari penyebab datangnya banjir. Selain curah hujan tentunya kondisi hidrologi, drainasi, serta perubahan morfologi akibat perilaku manusia. Membangun di jalan air, tidak merawat drainasi buatannya sendiri, termasuk membuang sampah sembarangan tentunya.

Baca lebih lanjut

Terjadinya banjir Padang saat buka puasa – Kenali topografinya

Banjir bandang yang melanda Padang pada sore hari menjelang buka puasa pada Hari Selasa, 24 July 2012 tentusaja mengagetkan.

:-( “pakde, semua bencana ya selalu mengagetkan. Wong ga pakai rencana”

Kerugian materil menurut BNPB antara lain :

  • 1 rumah hanyut di lokasi Ujung Tanah Lubuk Begalung.
  • 50 unit rmh terendam (Sungai Batang Arau)
  • 50 unit rmh terendam (Perumahan indah pratama-Kalumbuk-Balai Baru)
  • 1 komplek perumahan terendam.
  • 1 unit mobil hanyut
  • 1 tanggul saluran irigasi jebol

Banjir bandang diakibatkan oleh hujan deras yang turun selama lebih dari 3 jam dan meningkatnya debit air pada hulu S. Lubuk Kilangan dan S. Batang Kuranji

Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.435 pengikut lainnya.