Memprediksi Gempa Dengan Perilaku Hewan, Bisa kah ?

Sumber Internet

Suara gempa apa maling ya ? jangan-jangan ada koruptor mendekat, ya ?

Bulan Mei 2015 lalu, di Jogja diributkan dengan adanya perilaku cacing yang keluar dari dalam tanah. Cerita ini bukan hal yang baru. Bahkan cerita paling kuno tentang perilaku hewan yang tidak biasa sebelum gempa yang signifikan adalah kisah dari Yunani pada 373 SM. Saat itu dilaporkan adanya tikus, musang, ular, dan lipan yang berbondong-bondong meninggalkan rumah, liang serta sarang mereka dan menuju kesuatu tempat beberapa hari sebelum terjadinya gempa yang merusak.

Peramalan gempa secara mudah ada tiga macam :

  • NON ILMIAH – Misalnya ramalan dukun atau psychic. Metode mboh aku ngga tahu tetapi yang jelas ada yang mencoba meramal dan memberitahukan ke orang lain. Keakurasian dan lainnya silahkan disimak sendiri :-P
  • SEMI ILMIAH – Ini seringkali berhubungan dengan perilaku alam yang aneh. Misal binatang yang dikatakan punya indera khusus. Namun lucunya kenapa tidak terjadi pada gempa susulan. Bukankah gempa susulan juga memiliki mekanisme yang sama ? hanya ukuran kekuatannya lebih kecil.
  • ILMIAH – Ciri khas dari metode ilmiah ini adalah dapat dipelajari oleh siapa saja. Apabila memerlukan alat, maka alat tersebut semestinya dapat di’indera’ oleh siapa saja, misal pengukuran dengan meteran atau alat ukur. Berdasarkan pengukuran serta metode fisis (parameter fisika).

Bukti serta kisah dan dongengan untuk penelitian semi ilmiah, termasuk perilaku hewan ini, cukup banyak dijumpai. Penelitian ini banyak juga dilakukan, para perilaku aneh termasuk pada ikan, burung, reptil, dan serangga menunjukkan perilaku aneh di mana saja dari sekian minggu ada juga sekian detik sebelum gempa bumi. Namun, perilakunya sering tidak konsisten dan belum dapat diandalkan sebelum dapat dipakai sebagai penanda akan datangnya gempa. Juga belum ada mekanisme atau teori yang pas yang dapat menjelaskan bagaimana perilaku itu bisa diapaki sebagai ‘pertanda’ khusus. Kebanyakan, tetapi tidak semua, para ilmuwan yang mencoba meneliti misteri ini berada di China atau Jepang.

redwoodantmounds[1]

Gambar sarang 15 000 semut merah yang diamati Gabriele Berberich di Jerman

Seorang peniliti Jerman, Gabriele Berberich, mengamati perilaku 15.000 semut merah di daerah dekat patahan aktif. Dan menemukan adanya perubahan perilaku hewan yang mengalami gempa berkekuatan 2-3.2 sebanyak 10 kali selama pengamatan 2009-2012.

:-( , “Whaduh Pakdhe, kalau gempa skala diatas 3 saja sudah harus pindah rumah semut, di Indonesia saja bisa 400 kali dalam sebulan !. Apa ngga kesian semutnya tuh. Uyang-uyung tiap hari ?” :-P

Hewan mungkin merasakan Gelombang Primer (P wave)

Sebenarnya kita bisa dengan mudah menjelaskan penyebab perilaku yang tidak biasa yang ditunjukkan oleh hewan sekian detik sebelum manusia merasakan gempa. Manusia seringkali tidak mampu merasakan datangnya gelombang Primer yang lebih lemah yang bergerak paling cepat dari sumber gempa dan tiba sebelum gelombang S lebih besar. Tapi banyak hewan dengan indra yang lebih tajam dapat merasakan datangnya gelombang P sebelum gelombang S tiba.

Dibawah ini adalah rekaman gelombang gempa sumatra yang direkam di Weston Amerika Serikat, yang jaraknya 16.000 Km (separuh lingkaran bumi).

Weston_Sumatra_Quakes

Rekaman Gempa Sumatera di Weston, Miami, Amerika Serikat. Jeda S dan P kira-kira 1 detika setiap jarak 4 Km.

Rekaman ini memperlihatkan bagaimana getaran gempa Sumatra yang direkam ribuan kilometer lokasinya dari pusat gempa.  Terlihat bahwa getaran gelombang gempa terdiri atas beberapa gelombang yang saling menyusul. Gelombang yang saling menyusul ini memiliki kecepatan berbeda-beda, sehingga dalam jarak yang jauh akan memiliki jeda yang lebih lama. Gelombang P dirasakan 4000 detik sebelum gelombang S yang merusak.

Walaupun ada jeda waktu yang cukup besar tetapi karena dalam jarak ribuan kilometer dari pusat gempa ini tidak ada goyangan yang dirasakan manusia. Hanya alat yang mampu mendeteksinya. Dengan demikian, fenomena ini jelas tidak banyak berguna untuk tujuan menyelamatkan diri.

Berbeda dengan ketika hewan “merasakan” akan datangnya gempa beberapa hari atau beberapa minggu sebelum terjadi, itu adalah cerita yang berbeda dengan fenomena gelompang primer dan sekunder diatas.

Hewan kehilangan orientasi.

strange_spc_gravity_waves_02[1]Di sekitar San Andreas yang difilemkan ini, pernah ada sebuah teori pernah populer diakui bahwa ada korelasi antara jumlah iklan hilangnya binatang peliharaan di harian “San Jose Mercury News” dan tanggal gempa bumi di wilayah San Francisco Bay. Namun kemudian perkumpulan ahli geologi di Californaia (1988) membuat sebuah analisis statistik dilengkapi dengan teori ini-itu, namun menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara hilangnya hewan dengan gejala kegempaan itu.

Memang secara logika ‘common sense‘ hewan memiliki indera tertentu dalam menangkap gelombang. Tetapi ketidak konsistenan perilaku dari hasil pengamatan menunjukkan hal ini perlu dilihat secara khusus. Dan tidak bisa sertamerta dipakai sebagai ‘early warning system‘.

Apakah harus diteruskan penelitian hewan ini ?

Makalah tentang perilaku hewan ini menimbulkan beberapa pertanyaan unik : Apakah masuk akal untuk pola perilaku menghidari gempa (seismic-escape) binatang ini dikembangkan ? dan dapatkan dilihat secara biologis/genetis seperti apa hewan mempertahankan diri dalam menghadapi ancaman seleksi alam ini ? Khususnya bila dihadapkan pada pemanfaatan sebagai ‘early warning‘ gempa merusak.

Semua hewan secara naluriah akan melarikan diri dari ancaman predator (termasuk kejadian alam) khususnya untuk mempertahankan hidup mereka. Berbagai jenis vertebrata diakui sudah menunjukkan memiliki “peringatan dini” dari gerak-gerik perilakunya, sehingga diperkirakan bahwa ada perkembangan evolutif dari respon “seismik-escape”.

Meneliti Binatangnya atau Gejala Fisikanya ?

CacingKerenFakta penemuan adanya reaksi naluriah, sekian detik, diatas saat bereaksi akibat datangnya gelombang P sebelum gelombang S bukanlah penemuan besar yang diinginkan. Namun bagaimana caranya mendapatkan prekursor lain yang mungkin terjadi sekian hari atau sekian minggu sebelum gempa bumi datang?

Sebenarnya ada prekursor untuk gempa yang signifikan yang perlu diteliti, seperti miringnya tanah, perubahan tinggi muka air tanah, gejala listrik tanah atau variasi medan magnet. Walaupun memang ada kemungkinan bahwa beberapa hewan bisa merasakan sinyal-sinyal ini dan menghubungkan persepsi dengan yang akan datang gempa, tetapi bagaimana manusia merasakannya dengan alat ukur ?.

Banyak penelitian masih perlu dilakukan tentang hal ini.

:-( “Menurut Pakde gimana. Apakah meneliti perilaku hewan merasakan tanda datangnya gempa ini tidak berguna ?”

:-D “Bukan begitu Thole. Manusia melihat gejala yang dirasakan oleh binatang ini perlu diteliti apakah karena memang gejala perubahan elektro magnetik. Apakah gejala perubahan gaya gravitasi. Nah manusia meneliti gejala elektromagnetisnya, atau gejala perubahan gravitasinya. Bukan sekedar mengamati binatangnya !”

Referensi :

Dongengan terkait

Gempa Nepal adalah Gejala Mekanisme Pembentukan Himalaya,

PrayforNepalGempa Nepal April 2015 ini tidak dapat terlepas dari pembentukan Pegunungan Himalaya. Sebuah Pegunungan tertinggi didunia. Pegunungan Himalaya sendiri terbentuk setelah terjadinya benturan keras antara Benua Asia (Benua EURASIA) dengan Lempeng Benua India.

Kalau kita lihat pegunungan Himalaya terlihat disepanjang benturan ini. Gambar peta morfologi dibawah ini sangat mudah menjelaskan dan menunjukkan mana yang disebut Pegunungan Himalaya, dan mana yang merupakan Tibet Plateu, atau Tinggian Tibet yang merupakan bagian dari Benua Eurasia yang tergencet. Baca lebih lanjut

Alam hanya meminta waktu sementara untuk melakukan tugasnya

Endapan Awanpanas Purba di Cangkringan

Sebagai besar ahli geologi tentunya tahu bahwa tanah tapak yang kita pijak dan untuk hunian ini merupakan sebuah endapan. Proses pengendapannya terjadi jutaan tahun lalu, ribuan tahun lalu, puluhan tahun lalu … dan juga TAHUN LALU ! dengan bermacam-macam proses pengendapan. Kalau di gunungapi ada endapan lahar dingin, endapan piroklastik. Di dataran ada endapan banjir bandang (alluvial fan), ada endapan hasil limpahan sungai (splay), ada endapan gosong pasir (hasil erosi sungai). Di pantai kita mendapati endapan banjir muara dan endapan pasang-surut, tidal (Rob). Jadi kalau semua proses diatas adalah suatu proses merugikan dan membahayakan, hampir semua tempat kita berpijak merupakan hasil proses yg selama ini sering disebut BENCANA !

Baca lebih lanjut

Gunung dan Al-Quran #1 –Gunung Penahan Goncangan

Quran-and-Science[1]Kata “Gunung” ditemukan di 56 ayat dalam AlQuran. Memang tidak secara eksplisit disebutkan gunungapi. Namun juga dapat diartikan bukit serta gunung akibat pengangkatan atau perlipatan. Diantaranya disebutkan : (15:19) Gunung itu diciptakan dengan ukuran tertentu; gunung sebagai stabilisator menahan guncangan bumi (16:15; 21:31; 31:10; 50: 78:7; 79:32; 88:19); gunung-gunung itu sejatinya juga dinamis berjalan seperti beraraknya awan, tidak diam di tempatnya (18:47; 27:88; 52;10); Gunung memfasilitasi terbentuknya air tawar yang segar (77:27).  Gunung itu menjulang dan bisa juga tererosi hingga rata (20:106); Gunung bersujud patuh dan bertasbih pada Allah (22:18; 34:10; 38:18); Ahli geologi atau kebumian tentunya mengetahui gunung, nah mari kita coba “gatuk-gatuk” antara ilmu kebumian dengan tafsir diatas. Ini bukan kajian science, ini hanya mencocok-cocokkan tetapi siapa tahu ada yang memeroleh hidayah dan hikmah dari ini.

:( “Wah pakde ini sudah mulai menggatuk-gatukke ilmu dengan Alquran. Apa memang AQ itu sumber ilmu bumi ?” :D “Ini memang bukan kajian ‘scientific approach’, tapi sekedar mencocokkan kalau cocok ya syukur kalau enggak ya kita cari lagi, thole”

Nah Mari kita lihat satu persatu apa kira-kira maksud beberapa ayat ini dan apakah ada dalam sains.

Baca lebih lanjut

Patahan Sumatera (Patahan Semangko)

BMKG mnuturkan lokasi gempa berada di 4,70 Lintang Utara, 96,61 Bujur Timur atau 35 meter Baratdaya Kabupaten Benermeriah. Gempa berada di kedalaman 10 meter. Gempa tidak berpotensi tsunami karena di darat tetapi goyangannya sangat besar menggoyang Takengon.

BMKG mnuturkan lokasi gempa berada di 4,70 Lintang Utara, 96,61 Bujur Timur atau 35 meter Baratdaya Kabupaten Benermeriah. Gempa berada di kedalaman 10 meter. Gempa tidak berpotensi tsunami karena di darat tetapi goyangannya sangat besar menggoyang Takengon.

Beberapa kali Sesar Sumatera mengagetkan kita. Goyangan gempa yang selalu datang mendadak ini sering menimbulkan kekhawatiran yang luar biasa. Kepanikan tidak hanya muncul ketika terjadinya gempa namun juga ketika tahu bahwa gempa mengancam dan munculnya issue-issue ramalan gempa. Barusaja gempa sebesar 6,2 Skala Richter mengguncang wilayah Kabupaten Benermeriah, Nangroe Aceh Darussalam. pada segmen Utara seputar kota Takengon.

:( “Lah hiya Pakdhe, belum terjadi saja sudah panik, apalagi kalau pas terjadi”

Salah satu upaya manusia tentusaja mengerti apa yang telah, sedang dan akan terjadi. Dibawah ini dongengan tentang Patahan Sumatera, yaitu patahan yang memotong Pulau Sumatera dari ujung utara barat di Aceh, hingga ke selatan di Lampung. Ini bukan sebagai ramalan atau amaran gempa. Tetapi sebagai pengetahuan. Mengetahui gejala ini supaya tidak lebih panik dari yang tidak tahu. Ingat kepanikan itu akan selalu terjadi. Namun dengan memiliki pengetahuan akan sedikit mengurangi kepanikan, dan lebih tahu apa yang harus dikerjakan.

Baca lebih lanjut

Sesar Cimandiri Menggoyang Bogor

Gempa Bogor yang terjadi pada hari Minggu dini hari (9/9/2012) pukul 01:27:15 WIB tanggal Gempabumi 4,5 SR telah mengguncang wilayah Bogor dan Sukabumi.

Pusat gempabumi berada di darat yaitu sekitar 31 km Barat Daya Kab.Bogor kedalaman 10 km. Gempa dangkal ini  telah menimbulkan ratusan rumah rusak. Goyangan gempa dirasakan selama 15 detik dengan keras. Hasil pendataan BPBD dan tim di lapangan hingga pukul 19.00 WIB tercatat 458 rumah rusak. Di Bogor total 341 rumah rusak yaitu terdiri 54 rumah rusak berat (RB ), 69 rusak sedang (RS) dan 213 rusak ringan (RR). Sedangkan di Sukabumi total 117 rumah rusak yang terdiri 2 R B dan 115 RR.

Gempa dangkal dengan kedalaman 10 Km ini diperkirakan merupakan gempa akibat sesar Cimandiri. Sesar atau patahan Cimandiri ini memanjang dari barat laut ke timur laut seperti terlihat dibawah ini.

Tiga patahan yang sering dibicarakan selain Sesar Lembang dan juga ada Sesar Baribis

Patahan-patahan yang mebelah Pulau Jawa ini dapat dibaca disini : Patahan Mebelah Pulau Jawa

Di JAwa ini paling tidak ada 3 patahan yang perlu diperhatikan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Tiga patahan gempa tersebut adalah patahan Lembang yang bertemu dengan Cimandiri di Cisarua, Lembang, Jawa Barat. Sedangkan patahan Cimandiri membentang hingga Baribis yang menyambung hingga Cilacap.

Saat ini, peneliti Sesar Lembang sudah dimulai namun baru sampai pada pengumpulan data historis kegempaan. Baik dengan catatan sejarah maupun catatan alam dengan menggunakan penggalian (trenching) di dekat zona sesar. Bahkan para ahli masih belum sepakat jenis sesar apa tepatnya Sesar Lembang itu.

 

Adakah hubungan gempa dengan gerhana ?

Fase-fase bulan

Gempa menjelang magrib tanggal 4 Juni 2012 yang terjadi diselatan Jawa yang menggetarkan Sukabumi hingga Jakarta bersamaan dengan gerhana bulan sebagian. Tentunya spekulasi menghubungkan gempa dengan gerhana menjadi perbincangan lagi. Diskusi dan perdebatan ini telah menjadi subyek perdebatan yang hebat selama bertahun-tahun.

:( “Lah hiya Pakdhe. Saya mau sholat Magrib jadi batal mendingan lari. Lah kan menyelamatkan diri dulu kan wajib, Pakdhe ?”

Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.434 pengikut lainnya.