Banjir di hujan pertama. Perhatikan daun kering.


Awal bulan Nopember ini musim hujan sudah mulai terlihat kehadirannya. Hujan ringan hingga hujan deras sudah mulai di rasakan di Jawa, yang sebelumnya sudah mulai mengguyur Sumatera. Saat ini tanah masih sangat “haus” air. Bila kita guyurkan air tentunya akan dengan sigap diserap oleh tanah yang terlalu lama kering.

Lantas, kenapa masih juga banjir ?

Sampah kering. Sumber DetikCom

Sampah kering. Sumber DetikCom

Sampah kering adalah salah satu kemungkinan penyebab utama pada banjir diawal musim hujan ini. Sampah-sampah kering ini akan mudah sekali hanyut oleh air hujan, air permukaan atau air limpasan. Sampah ini tentunya mudah sekali masuk ke saluran drainasi, selokan bahkan hingga sungai-sungai.

Sungai yang sudah “menjadi tempat sampah” inipun jelas sudah membebani alur sungai untuk mengalirkan air. Seringkali sebelum masuk ke sungai, saluran-saluran lingkungan (got dan drainasi) juga akan dengan cepat dipenuhi sampah.

Hujan pertama akan membawa sampah-sampah kering ini masuk ke saluran air. Dan tentusaja, dipastikan akan menutup got dan menyebabkan genangan.

lubang-biopori

Lubang sampah sekaligus biopori. kalau waktu di kampung dulu, ukuran lubang bisa berdiameter satu meter. Namanya “jogangan” (sumber internet)

Daun kering. Memang daun kering dari pohon, seringkali tidak dikategorikan sebagai sampah, namun dalam hal ini perlu ditangani tersendiri yaitu dengan menguburkannya dalam lubang.

Selain menjadi pengurang beban pada saluran air atau got, daun kering serta sampah organik, rumput kering serta bahan organik kering ini juga akan menjadi penyubur tanah sekaligus lubangnya dapat menjadi tempat masuknya air kedalam tanah.

Sampah kering (non organik) yang lain terutama plastik dan logam, biasanya bisa didaur ulang atau dipakai lagi. Saat ini botol minuman serta plastik pembungkus menjadi komponen terbanyak pada sampah perkotaan.

Jadi diawal musim penghujan ini kita perhatikan dulu sampah kering sekeliling kita.

😦 “Pakde, kalau nanti sudah masuk hujan terus apa lagi ?”

😀 “Ada persoalan banjir dan longsor yang mengintai, Thole”

Awali musim hujan ini dengan bersyukur, karena hujan itu sejatinya lebih banyak membawa rejeki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: