Bakken Oil [Risetnya 20 tahun], Kisah Pengembangan Nonconventional Energy


frackingdiagramSLIDERSalah satu perkembangan baru dalam dunia eksplorasi dan produksi migas (hydrocarbon) di dunia pada dekade 20 tahun terakhir ini salah satunya ditandai dengan dikembangkan dan berproduksinya minyak dari cekungan Williston, yaitu dari Serpih Bakken.

Seperti yang pernah dituliskan disini sebelumnya bahwa minyak berasal dari transformasi atau perubahan dari sumber batuan (source rock) yang sering berupa batuan serpih yang terkubur dan terpanaskan didalam tanah. Penemuan baru Serpih Bakken ini justru mengambil minyak dari dapurnya sebelum minyaknya mengalir atau bermigrasi ke batuan reservoir yang terjadi pada proses konvensional.

😦 “Looh Pakdhe, berarti ini mengambil minyak seperti mengambil masakan langsung di dapurnya ya Pakdhe ?”

😀 “Minyak yang dihasilkan oleh Serpih Bakken ini berupa minyak berat sehingga tidak mudah bermigrasi dari dapur ke meja makan. Makanya minyak ini diambil langsung ke dapur”

Eksplorasi kegiatan awal yang melelahkan.

Sebuah penemuan migas itu tidak dapat dilakukan dalam sekejab, jelas bukan hanya dalam selang waktu setahun atau sepuluh tahun saja. Eksplorasi itu sebuah kegiatan awal dalam pencarian mineral ataupun sumberdaya lain. Kegiatan eksplorasi dimulai sejak dari identifikasi, riset, penelitian, pengembangan, pengujian hingga berproduksinya sebuah jenis sumberdaya alam. Apalagi untuk untuk sumberdaya alam  energi yang tidak biasa (unconventional), kegiatan ini memakan waktu puluhan tahun.

😦 “Pakdhe, konon katanya penemuan minyak itu dimulai di kepalanya geologist ya ? Oil is the first found in the mind of geologist

Pencetus penemuan hidrokarbon nonkonvensional di Bakken merupakan satu contoh unik, yang tercatat sejarah perkembangannya. Penemuan ini tentusaja melalui serangkaian penelitian. Ya penelitian yang fenomenal ini awalnya dilakukan oleh Dow juga oleh Williams pada tahun 1974, yang menemukan bahwa Formasi Bakken (Bakken Shale) sebagai sumber utama untuk minyak yang diproduksi di Cekungan Williston. Makalah yang dibuatnya ini menyebutkan bahwa serpih Bakken itu mampu menghasilkan 10 miliar barel (1,6 × 109 m3) minyak mentah (crude).

Risetnya puluhan tahun

Hampir sepuluh tahun penelitian berikutnya, Webster (1982) juga menyebutkan dalam tesis Masternya di University of North Dakota yang merupakan hasil analisis lebih lanjut sampel Bakken dan menghitung potensi hidrokarbon di Bakken ini menjadi sekitar 92 BBbls (92 milliar barrel). Data dan penemuan hasil penelitian ini kemudian diperbarui selanjutnya oleh Schmoker dan Hester pada tahun 1983. Penelitian baru tahun 1983 ini memperkirakan bahwa Bakken mungkin berisi sumber daya sekitar 132 BBbls minyak yang tersebar di North Dakota dan Montana.

Menggerakkan investasi sumberdaya tidak hanya riset keilmuan.

Sepuluh tahun riset ternyata belum mampu menggerakkan investasi yang intensif, temuan-temuan hasil penelitian ini harus diterjemahkan lagi pada bahasa lebih aplikatif dan tehnis. Sejak tahun 1983 hingga tahun 1991, terjadi peningkatan produksi. Namun diketahui bahwa lapangan Bakken ini membutuhkan penelitian tambahan khususnya untuk aplikasi cara pengeboran dan produksi. Bukan lagi hanya sekedar penelitian geologi.

Sebuah hasil penelitian oleh USGS (Badan Geologinya Amerika) yang dilakukan oleh Price Leigh, seorang ahli geokimia. Pada tahun 1999 ini, Leight memperkirakan jumlah minyak yang terkandung dalam serpih Bakken berkisar 271000000000-503000000000 barel (8.00 × 10^10 m3), dengan rata-rata 413 miliar barel (6,57 × 10^10 m3). Sebuah angka yang fantastis, dan bombastis !

Jadi, dapat bayangkan sudah sekian tahun diteliti (baca di eksplorasi) sejak 1974 hingga 1999 barulah diketahui bahwa potensinya memang luar biasa besarnya. Dengan angka yang fantastis dan dapat dipercaya iniah akhirnya menggerakkan investasi/penelitian selanjutnya dengan melakukan pengeboran.

Peningkatan investasi itu setelah ada BUKTI bahwa secara ekonomis dapat dilakukan.

Keberhasilan pengeboran dan produksi di banyak awal Bakken dengan penemuan Lapangan Minyak Coulee Elm pada tahun 2000 telah terbukti benar klaimnya bahwa minyak yang dihasilkan oleh serpih Bakken masih ada di sana. Perkiraan jumlah hidrokarbon yang dihasilkan oleh Bakken akhirnya dipresentasikan oleh Meissner dan Bank (2000) dan oleh Flannery dan Kraus (2006). Yang pertama dari makalah ini menguji model komputer baru yang dikembangkan dengan data Bakken ada untuk memperkirakan minyak yang dihasilkan dapat mencapai 32 Billion Bbls (32 Milyar Barrel). Makalah hasil penelitian lain ini menggunakan program komputer yang lebih canggih dengan input data lebih ekstensif yang diberikan oleh USGS dan ND Oil and Gas Division.

Angka awal dari sumberdaya (cadangan perkiraan) yang dihasilkan dari informasi ini awalnya hanya 200 Billion Bbls, bahkan kemudian direvisi menjadi 300 Billion Bbls saat hasil penelitian ini dipresentasikan pada tahun 2006.

😦 “Wah Pakdhe angka cadangannya berubah-ubah terus ya ?”

😀 “Itulah thole perubahan angka ini menunjukkan bahwa tidak ada sebuah kepastian dalam eksplorasi. Perubahan besarnya angka sumberdaya ini justru menunjukkan bahwa potensinya terus diteliti berulang-ulang. Kalau angkanya tetap berarti memang tidak ada yang mengerjakan penelitian”.

Walaupun jumlah cadangan yang sudah terhitung cukup besar, namun perkiraan minyak dari Bakken secara teknis hanya dapat diperoleh sangat rendah hanya 1%. Hal ini disebabkan karena serpih Bakken umumnya memiliki porositas rendah dan permeabilitas juga rendah (kemampuan/daya tampung dan daya alirnya rendah), membuat minyak sulit untuk untuk diekstraksi (diambil). Price Leigh memperkirakan secara mekanis semestinya dapat diperoleh angka hingga 50% recovery (50% dapat diambil). Laporan yang dikeluarkan oleh baik USGS dan negara bagian North Dakota pada April 2008 tampaknya menunjukkan kisaran yang lebih rendah dari perkiraan perolehannya yang tentusaja lebih realistis sesuai dengan teknologi saat ini.

Jumlah sumur berjalan beriringan dengan besarnya produksi.

Politikus (senator) ikut berperan

Kesibukan aktivitas di Bakken pengeboran, ditambah dengan berbagai perkiraan di tempat dan minyak terambil. Para ahli geologi memisahkan angka yang ada dibawah dengan minyak yang terambil. Secara mudah hanya 30% yang bisa diambil dengan metode konvensional (primary recovery). , yang dipimpin Senator North Dakota Byron Dorgan untuk meminta USGS untuk melakukan studi minyak Bakken yang berpotensi diambil. Pada bulan April 2008 USGS merilis laporan ini, yang diperkirakan jumlah teknis yang terambil, minyak yang belum ditemukan dalam pembentukan Bakken di 3,0-4300000000 barel (680.000.000 m3), dengan rata-rata 3,65 miliar. Kemudian pada bulan itu juga, laporan tambahan dari Dakota Utara yang diperkirakan terdapat 167 miliar barel (2,66 × 1010 m3) minyak di tempat di bagian Dakota Utara dari Bakken, 2,1 miliar barel (330.000.000 m3) secara teknis dapat diambil dengan dengan teknologi saat itu.

Pada tahun 2011, seorang manajer senior di Continental Resources Inc (CRI) menyatakan bahwa “Bakken Play di cekungan Williston bisa menjadi penemuan terbesar di dunia dalam 30-40 tahun terakhir“, karena jumlah cadangan dari keseluruhan Bakken Play sekarang diperkirakan mencapai 24 miliar bbls. (Catatan: penemuan baru-baru ini di lepas pantai Brasil semestinya lebih besar, dengan cadangan terbukti 30 miliar,  dan bahkan potensi di Brazil dapat mencapai 50 sampai 80.). Perhitungan cadangan ini memiliki peningkatan yang cukup besar setelah dimungkinkan dengan gabungan penggunaan pengeboran horisontal, fracturing (meretakkan batuan dibawah permukaan), dan sejumlah besar sumur dibor.

Fracking. Teknologi lama yang dikembangkan terus

Sebenarnya, teknologi “fracking” ini sudah digunakan secara konsisten sejak 1980-an, Bakken adalah tempat dimana sedang terjadi kegiatan fracking paling aktif. Dengan menggunakan 150 rig aktif dan jumlah sumur hingga bertambah 1.800-2000 sumur  per tahun. CRI juga mengembangkan teknologi yang memungkinkan rig untuk bergerak beberapa ratus meter dengan menggunakan kaki-kaki hidrolik (Skid), teknologi inilah yang meningkatkan penghematan waktu penyelesaian sumur-sumur (completion) ini.

Riset ini terus perkembang. Bahkan disaat harga minyak sangat rendah inilah aktifitas penelitian perlu dilakukan, termasuk eksplorasi. Dalam bisnis migas sebenarnya riset penelitian di lab dan perpustakaan merupakan aktifitas yang paling sedikit memerlukan biaya –> Low Cost Activities !

Dongengan diatas menunjukkan bagaimana riset, dikembangkan dengan tehnologi dan bahkan sentuhan politisi mampu menggerakkan investasi bila dijalankan dengan benar. Dan jangan berharap migas non konvensional ini akan mengisi pipa-pipa produksi sebelum melakukan RISET … RISET dan RISET !

🙂 “Wah Pakde sebelumnya bilang eksplorasi, eksplorasi dan eksplorasi !”

😀 “Thole Riset laboratorium ataupun riset pustaka adalah kegiatan eksplorasi yang paling ‘murah’, Low cost exploration activities. Dibandingkan pengeboran, maupun akuisisi data seismic”.

Satu Tanggapan

  1. Mantap betul itu boss………. semoga usaha ini akan menjadi realitas………….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: