Kapan Mau lebaran ?


Petunjuknya sih sederhana saja cuman begini bunyinya

“Berpuasalah kamu dengan melihat hilal dan berhentilah berpuasa karena melihat hilal”.

Tetapi ternyata buntutnya puanjang …. mengapa bisa terjadi ?

Memang perintah puasa itu menggunakan penanggalan bulan, namun penentuan waktu bebuka dan sholat dengan matahari …. looh lak lucu kan ?

Tapi justru dengan “kelucuan” inilah maka manusia ini diminta untuk berpikir, karena perintah yang sederhana diatas ternyata saat inipun masih memerlukan pemikiran, masih membutuhkan olah pikir. Bahkan setelah lebih dari 1400 tahun kita masih diliput perbedan itu. Terutama bagi yang mau menguji pemikirannya, kalau mau ngikut saja ya boleh wong ada juga perintahnya kok.

“Taatlah kamu kepada Allah dan Rasulmu dan Pemimpinmu”

Nah aku bukan ahli rukyah, bukan ahli hisab, juga awam dalam sidang isbath penentuan penanggalan ini, tetapi sepertinya ini menarik juga kan, mencoba untuk mengerti mengapa bisa ada perbedaan.

Disalah satu belahan dunia akan terlihat. Tetapi tidak di Indonesia. Kalau mau menggunakan kritteria wujudul hilal, ya memang sudah terlihat di

Disalah satu belahan dunia akan terlihat. Tetapi tidak di Indonesia. Kalau mau menggunakan kritteria wujudul hilal, ya memang sudah terlihat di”salah satu belahan dunia”. Dan itu salah satu yang dipakai.

Kanjeng Nabi-pun pernah mencontohkan, suatu saat ada sekelompok umat yang tempatnya jauh dari posisi Nabi waktu itu menyatakan melihat hilal. Setelah nabi mendengarnya Beliau menyatakan pernyataan itu sudah sah. Kalau saja saat ini kita bisa “mendengar” ada sekelompok kaum yang sudah menyatakan melihat hilal, apakah seluruh dunia bisa “bersama-sama” berlebaran ?

Kalau dapat kabar bahwa terlihat dari Amerika selatan tanggal 16 sore (seperti perhitungan di gambar sebelah), berarti 17 July akan 1 Syawal, tetapi kalau meyakini harus melihat sendiri di Indonesia ya berlebarannya 18 July 2015.

Lebaran bersama-sama, seru juga,
Tetapi berbeda jadi nambah variasi.
Disinilah “serunya” 😀 (atau rahmat perbedaan itu).

😦 “Pak Dhe, bisa ikutan makan lontong opor dua kali donk ! …”
🙂 ” Husst !”
😦 “Lah iya ta Pak Dhe, tahun 2015 ini kita berlebaran pada tanggal yang sama, yaitu tanggal 1 Syawal 1436 H, kan ?”
🙂 “Haiyak 🙂 Ada yang lebih penting jangan mudah menyalahkan dan memaksakan !”

Pokoke selamat berlebaran bagi yang merayakan, kapanpun anda merayakannya.

 “Taqabballahu minna Wa Minkum, Taqabal Ya Kariim”

Minal Aidzin Wal Faidzin mohon maaf lahir batin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: