Belikan kakek-nenek gadget ya, cu ! (inspiring story).


Gadget NenekSaat melihat gambar seorang nenek ditengok cucunya yg semua asik dengan gadgetnya, kita langsung cenderung kasihan pada nenek. Bahkan kita langsung menyalahkankan anak-cucu yg asik melupakan neneknya.

Apakah nenek ini kesal karena anak-cucunya mengabaikannya ?

Anda mungkin salah sangka. Nenek ini sama sekali tidak marah atau kesal. Tapi nenek-kakek ini sangat gembira diteras atau diruang keluarga, melihat anak-cucunya sedang asik dan lancar mainkan “alat komunikasi” yg kecil mungil ini.

Kakek-nenek juga ada yang pingin looh. Dan barangkali saja itu kakek nenek kamu.
“Haaah masak siiy ?”
Benar !

Kakek-nenek juga banyak yang ingin tahu mainan anak-cucunya. Mereka ingin mengikutinya, mereka juga ingin tetap terus bisa berinteraksi dan komunikasi dengan anak-cucu bahkan mungkin juga dengan teman-temannya. Kita sebagai cucu seringkali salah sangka tentang kakek-dan nenek kita. Mirip seperti ketika kita diberi mainan mobil-mobilan dari kulit jeruk !

Belikan oleh-oleh gadget untuk kakek-nenek ya, Cu !

Ini pengalaman saya pribadi. Sekitar tiga tahun lalu saya membelikan sebuah tablet untuk mertua yang usianya sudah lebih dari 70 tahun. Dan sangat mengejutkan, beliau sangat menikmati keasikannya. Jangan sesekali melihat kakek-nenek kita itu kuno dan ogah menjadi moderen. Kitalah yg sering keliru menilai seperti itu. Kita sebenarnya punya tugas untuk memberikan pengetahuan dan cara moderen pada kakek-nenek kita. Seperti saat orang tua kita membelikannya waktu kita kecil.

Kakek nenek juga ingin berkomunikasi dengan cara cucu-cucunya berkomunikasi. Dan ingin melakukannya sepanjang waktu. Bukan hanya saat lebaran saja.

Mertua saya sangat gembira ketika diberitahu cara menelpon cucunya yang sedang sekolah di Australia. Bahkan senang bisa bercakap-cakap dengan cucunya sambil melihat gambarnya, walaupun gambarnya kabur dan terputus putus. Mengirim gambar serta video melalui media sosial yang tinggal sekali sentuh sangat disukainya.

Apalagi ketika melihat cicitnya sudah mulai bisa berjalan tertatih-tatih.

Gadget kakekTips membelikan gadget buat kakek-nenek kita

Belikan tablet yang ukurannya besar (jangan seukuran handphone), kalau tidak bisa ngeset minta penjualnya untuk setting ukuran hurufnya besar. Dan buatkan akun sosial media yang mudah diakses, misalnya Path, Instagram, ataupun link ke blog yang hanya sekali sentuh langsung muncul dan tidak perlu password.

Nah jadi jangan takut dengan tehnologi, tetapi gunakan tehnologi supaya kakek-nenek kita tidak hanya kita temui saat lebaran mereka akan menunggumu sepanjang waktu.

Selamat pulang kampung !!

(bagikan info ini ke kawanmu)

Satu Tanggapan

  1. Nunggu tulisan tentang gunung Raung Pak Dhe.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: