“Seimic Gap”, Lokasi rawan gempa – tsunami.


SEISMIC GAP adalah jalur “sepi” gempa dimana saat ini daerah yang dimaksud tersebut justru tidak terdapat gempa selama ini. Bandingkan disebelah-menyebelahnya, dimana di tempat itu tenaga gempa sudah dilepaskan pada saat terjadinya gempa beberapa tahun atau puluh tahun lalu.

Jalur yang menjadi pusat gempa salah satunya jalur subduksi atau jalur tubrukan seperti dibawah ini.

Zona GempaSelama 10 tahun sejak 2005-2015 daerah ini menjadi pusat gempa seperti yang terlihat sebelumnya disini. Dimana terlihat bahwa gempa-gempa besar diatas skala 6 terjadi di banyak tempat sepanjang jalur selatan Sumatera-Jawa, juga di palung Jepang.

image Sepertinya memang selalu ada gempa di sepanjang jalur ini. Namun seorang ahli kegempaan akan mengetahui bahwa tidak disepanjang jalur ini telah terjadi gempa. Pada periode dan masa-masa tertentu ada daerah yang sepi gempa. Daerah yang sepi gempa inilah yang disebut SEISMIC GAP !

Seismic Gap PadangTentunya kita hanya dapat menghimbau kepada pemerintah dan masyarakat untuk bisa memahami dan mengantisipasi potensi bencana gempabumi di masa datang. Dengan cara harus meneliti dan memetakan dengan sebaik-baiknya patahan-patahan aktif yang berada di darat dan di bawah laut.   Hal ini mutlak diperlukan untuk membuat peta bahaya dan risiko gempabumi.  Tanpa indentifikasi bahaya dan risiko bencana yang baik maka akan sulit untuk melakukan mitigasi bencana yang efektif, termasuk  untuk rencana tata ruang, membuat peraturan bangunan tahan gempa dan melakukan pendidikan masyarakat tentang bahaya gempa di wilayah yang bersangkutan.

😦 “Pakdhe, jadi bener donk ramalan bakalan akan ada gempa bumi di Jawa Barat ?”

😀 “Owalah Thole, lah kalau cuman bilang gitu, aku ya bisa saja bilang, besok akan ada gempa kekuatan diatas 8 di sekitar Indonesia. Posisi dan kapan terjadinya masih belum diketahui dengan pasti!”

😦 “Lah semua kejadian gempa kan begitu Pakdhe ? Ndak bisa diketahui kapan terjadinya”

😀 “Gempa memang bisa diramalkan lokasinya dan besarnya kekuatannya secara kasar, tetapi waktunya ndak bakalan diketahui dengan pasti. Jadi ndak usah panik tetapi tetap WASPADA“

Bila kita tahu daerah rawan gempa (seismic gap) nya adanya di laut, tentunya harus waspada pada tsunaminya juga. Sedangkan bila di darat tentunya goyangannya harus diwaspadai. Khususnya untuk didarat, zona patahan aktif juga menjadi daerah yang perlu diperhitungkan. Patahan aktif yang ‘baru saja’ bergerak adalah patahan Opak di selatan kota Jogja yang pada tahun 2006 menggoyang dan menelan korban lebih dari 5000 orang.

Jadi kalau begitu zona rawannya juga didarat di dekitar patahan aktif seperti yang digambar dibawah ini.

Gempa-3-DongengGeologiCom
Gambar diatas memperlihatkan seismic gap diselatan Jawa Barat. Tentunya masih ingat gempa tsunami Pangandaran, kan ? Itu adalah pelepasan gempa yang sebelunya juga berupa seismic gap.
😦 “Wah Pakdhe nakut-nakutin nih !”
😀 “Selalu saya beri tahu, bahwa korban kecelakaan lalu-lintas itu lebih banyak ketimbang gempa. Jadi hato-hatilah dijalan raya, Thole !”

5 Tanggapan

  1. Bandung dan Jakarta resiko gempanya besar ga Pakde?

  2. Punten, Pakdhe.
    Pakdhe sudah pernah membahas suara “terompet” dari langit yang belakangan lagi heboh di media belum ya? (saya nyari pakai kotak cari di pojok atas kok nda nemu, atau kata kunci saya ga tepat ya?) Tapi kalau belum, mbok kalau Pakdhe sedang longgar bersedia membahasnya… Makasih..🙂

  3. wahhh mengerikan kalo sudah ngomongin tsunami mah,, semoga bencana yang satu ini tidak akan terulang kembali di masa akan datang!!

  4. menunggu tulisan Bapak tentang gempa susulan di Nepal.
    Kenapa bisa terjadi Pak?

    Thanks

  5. […] thanks to “pakde rovicky’ untuk  Dongeng Geologi […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: