Gempa Nepal adalah Gejala Mekanisme Pembentukan Himalaya,


PrayforNepalGempa Nepal April 2015 ini tidak dapat terlepas dari pembentukan Pegunungan Himalaya. Sebuah Pegunungan tertinggi didunia. Pegunungan Himalaya sendiri terbentuk setelah terjadinya benturan keras antara Benua Asia (Benua EURASIA) dengan Lempeng Benua India.

Kalau kita lihat pegunungan Himalaya terlihat disepanjang benturan ini. Gambar peta morfologi dibawah ini sangat mudah menjelaskan dan menunjukkan mana yang disebut Pegunungan Himalaya, dan mana yang merupakan Tibet Plateu, atau Tinggian Tibet yang merupakan bagian dari Benua Eurasia yang tergencet.

CrossSectionHimalayaPeta topografi diatas menunjukkan bagaimana ketinggian morfologi daratan India yang tidak terlalu tinggi kemudian keutara terlihat lembah Sungai Gangga berwarna kehijauan dimana sungai ini bermuara di Teluk Bengal. Himalaya merupakan batas atau ujung dari Lempeng Benua India, sedangkan Tibet didebelah utara berupa dataran tinggi atau Tibet Plateu.

😦 “Pakdhe, mengenali geologi dari morfologi atau ketinggian permukaan itu bisa ya ?”

😀 “Looh kan pernah didongengkan disini, coba KLIK sini

Pembentukan Pegunungan Himalaya dapat dijelaskan secara sederhana seperti dibawah ini. Awalnya ketika kedua benua saling bertubrukan terjadi pensesaran atau patahan-patahan naik. Tentusaja saat itu sudah dimulai terjadinya gempa-gempa besar akibat pergerakan pada bidang-bidang sesar atau patahan ini. Dan ini dimulai terjadi sekitar 30-40 juta tahun lalu.

Pembentukan Himalaya
Pegunungan Himalaya merupakan pengangkatan dari ujung Lempeng India yang tersesarkan dan terangkat. Sedangkan Tibet Plateu, Dataran Tinggi Tibet, adalah pengangkatan dari Lempeng Eurasia yang tentunya juga mengalami pensesaran atau pematahan pada saat tergencet.

Patahan-patahan naik yang ada di Pegunungan Himalaya inilah yang menjadi pusat-pusat gempa. Pengangkatan dengan terpatahkan atau tersesarkan ini mampu mengangkat hingga ketinggian tertinggi di Puncak Everest setinggi 29,029 kaki (8,848 m). Masih ketinggian pesawat jet ? Ya tertinggi sekitar 33.000 kaki, dan rata-rata sekitar 30 000 kaki, atau setinggi Puncak Everest.

Gunung tertinggi ini juga diselimuti salju yang pada saat gempa menimbulkan avalance, longsoran salju yang sangat berbahaya dan mematikan.

😦 “Waduh Pakdhe, kalau melihat topografinya begitu tentunya banyak sekali terjadi longsoran ya ?”

😀 “Ya longsoran yang terpicu gempa pasti terjadi disana. Semoga segera tertangani.”

Tulisan terkait :

8 Tanggapan

  1. Pak Dhe terima kasih info-nya
    setiap ada peristiwa alam yang luar biasa selalu saya merujuk ke sini.
    Kalau di Indonesia, apakah keseluruhan apa hanya di beberapa daerah saja Pak Dhe.

  2. ya begitulah kejadian alam, ada kesengsaraan ada pula manfaat yang timbul, antara lain terbentuknya batu mulia, akik (he….) dan tanah yang subur untuk lahan pertanian.

  3. pakdhe, kalo jaman sekarang apa lempeng india masih bergerak ke utara? kalo iya berarti ada kemungkinan himalaya semakin tinggi dong..🙄

    –> Kalau tidak ada longsoran ya semakin tinggi tetapi kalau ada longsoran atau abrasi/erosi oleh es tentusaja kenaikannya juga akan terkompensasi dengan sendirinya.

  4. Pakdhe, kalau di jawa ketika lempeng benua dan benua sudah bertemu (yang awalnya subduksi, menjadi kolisi karena lempeng samudera habis menunjam) jalur subduksinya berpindah. Mengapa di India ini tidak ya?

    –> India juga sama, hanya “sisa” kerak samodranya tinggal sedikit yang tersimpan, lainnya habis menunjam. Coba lihat gambar yg menunjukkan sisa lempeng samodera https://rovicky.files.wordpress.com/2015/04/pembentukan-himalaya1.jpg?w=468&h=341

  5. Reblogged this on Bumi Persinggahan and commented:
    Pakdhe Rovicky, melalui Dongeng Geologi nya menjadi salah satu rujukan saya untuk membaca fenomena alam terutama perlempengan kerak yang ada di bumi.

  6. dahsyatnya pengangkatan patahan/sesaran membuat merinding jika dapat dilihat detik-detik terjadinya gempa. kalau sudah begini betapa kecilnya manusia dengan kesombongan yang terlihat dari langit ke 7🙂 Wallohu a’lam

  7. kalau di Indonesia bgmn?

    –> Indonesia harus terus waspada bencana termasuk gempa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: