Defisit Air Tawar (Hari Air Sedunia 22 Maret)


WaterDayMenyambut hari air sedunia 22 Maret kita diingatkan perlunya air untuk pembangunan berkelanjutan.

Beberapa fakta tentang air di Indonesia perlu kita ketahui.

Pulau Jawa dengan jumlah penduduk sebesar lebih dari 128 juta jiwa atau 59,0% dari jumlah penduduk nasional, tingkat pertumbuhan penduduk per tahun 1,53%, dan kepadatan penduduk 1.413 jiwa/km2 (BPS, 2005) dengan segala aktivitasnya jelas berpengaruh terhadap neraca air dan kondisi lingkungan yang ada. Bahkan saat ini daya dukung lingkungan berdasarkan metode jejak ekologi (ecological footprint) dengan kriteria konsumsi lahan dunia dan kriteria konsumsi lahan khas Indonesia menunjukkan bahwa seluruh kondisi daya dukung lingkungan sudah terlampaui (KKP, 2006).

NeracaAir

Pada tahun 2003, sekitar 77 persen kabupaten/kota di Pulau Jawa mengalami defisit air dan diperkirakan meningkat menjadi 78,4 persen pada tahun 2025. Jumlah bulan defisit maksimal mencapai 8 bulan dan meningkat menjadi 12 bulan pada tahun 2025, atau defisit sepanjang tahun. Khusus wilayah Jabotabek yang pasokan airnya relatif terjamin, pada tahun 2003 sekitar 50 persen kabupaten/kota mengalami defisit air dan diperkirakan meningkat menjadi 100 persen pada tahun 2025. Diantara kabupaten/kota yang mengalami defisit air tersebut, bahkan sejak tahun 2003 terdapat 12 kabupaten/kota telah mengalami defisit penyediaan air minum. Jumlah ini diperkirakan semakin meningkat hingga mencapai 19 kabupaten/kota pada tahun 2025 apabila tidak dilakukan intervensi infrastruktur. (quote Sutopo, “Analisis Neraca Air Pulau Jawa)

Menurut BMKG. Sumatera banyak yang kekurangan air tanah. Di Jawa air cukup banyak di musim penghujan namun beberapa tempat sudah mengalami defisit air khususnya bila nanti di musim kemarau.

kat[1]

3 Tanggapan

  1. Pak Dhe… menurut saya kita harus memperbaiki perilaku sebagian besar kita terkait dengan air. Kita sangat boros air. Contoh dari pengalaman kawan saya yang pernah ikut short course beberapa waktu di India. Pada saat berwudhu menjelang shalat Jum’at, tiba-tiba ada penduduk asli yang marah-marah dengan bahasa yang tidak dipahami kawan saya. Setelah ditanyakan kepada kawan lain mengapa orang tadi marah-marah, ternyata kawan saya tersebut terlalu besar membuka kran air wudhu, sehingga banyak air terbuang percuma. Mohon maaf, untuk saudara-saudara muslim, ada kesan sangat boros air. Kalau kita perhatikan di masjid-masjid saat berwudhu selalu membuka kran dengan maksimal, yang mungkin seharusnya air yang terbuang cukup digunakan wudhu untuk 3 orang.

  2. Untuk areal yang luas, tentusaja jumlahnya sangat signifikan. Namun fungsi tanaman tidak hanya untuk menampung air, tetapi “menahan” supaya air tidak menjadi air limpasan yang akan mengerosi tanah. Juga air yang tertahan oleh akar pohon ini menjadikan daya infiltrasi tanah meningkat.

  3. tanya pakdhe:
    apakah menanam pohon bisa menyerap (menampung) air hujan secara signifikan sehingga tidak langsung terbuang ke laut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: