Siapa yang memimpin ?


Leadership.

Suatu saat para Top Management suatu kantor berkumpul. Membahas masalah penting tentunya. Berdiskusi, rame, eyel-eyelan, berargumentasi, bertele-tele. semua menginginkan dirinya didengar, diikuti, dan diakui …. Mengapa bisa begitu ? Ya, kalau saja mereka cepat mengalah mereka tidak akan menjadi Top Management. Kalau cepat mengalah mereka barangkali tidak akan menjadi pemimpin. Kemampuan serta kekuatan dan daya tahan merekalah yang akhirnya membawa mereka hingga sampai menjadi Top Managment di kantornya.

Lantas siapa yang menjadi “leader” didalam Top Management ?

LeadingByExample[1]

Lead by example [An example of leadership style]

Pada akhirnya leadership itu bukan mengontrol dan mengatur orang lain, tetapi bagaimana mengontrol dan mengatur diri sendiri sehingga orang lain mengikutinya bukan karena perintah. Kita tidak mungkin mendapatkan pemimpin yang terbaik saat dia memimpin, kita akan tahu hasil kepemimpinannya saat setelah dia turun dari jabatannya. Dan itulah sebabnya tidak ada “leadership style” yang paling baik. Tetapi banyak pemimpin yang sukses karena sesuai dengan kebutuhan, lingkungan serta jamannya (mynotes).

😦 “Kalau begitu pemimpin itu seperti seni ya Pakde ?”

😀 “Ya, pecinta musik dangdut, mungkin ga dapat memberitahukan indahnya musik jazz. Dan seorang conductor orchestra tidak dapat melatih basket”

😦 “Hallah, Pakdhe mulai aneh biar dikatakan seperti seniman ya ?”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: