Interstellar Movie – Imajinasi Fisikawan (2)


WormHole

Penggambaran lubang cacing (wormhole) dalam fisika teori. Dunia 3D digambarkan 2D. Untuk berjalan dari A ke B dapat dilalui dengan jalur warna merah yang jauh. Dengan melewati lubang cacing (wormhole) jarak itu menjadi jauh lebih pendek.

Mirip seperti juga film-film fiksi ilmiah lainnya, beberapa set Interstellar sebagian besar secara ilmiah (physics) dinilai terlihat cukup akurat, Konon hal ini memang berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Cornell University dan California Institute of Technology, didalamnya juga ada ilmuwan yang menggambarkan “lubang hitam” itu apa jugalubang cacing” (warmhole) itu terlihat seperti apa.

Pada sisi ini, film ini telah menciptakan seperti apa kalau berada di dalam lubang hitam, tentunya tidak ada yang tahu persis tentang hal itu. Namun dalam filem ini menggunakan teknik dan teori fisika dalam menggambarkannya.

Pedro Marronetti, direktur Program National Science Foundation untuk fisika gravitasi dan Google Scholar mengatakan,  Semakin kuat gravitasi, yang lebih dramatis efeknya.” dan ini dikerjakan serius oleh produser filem ini. penggambaran ini yang memang harus mendapatkan apresiasi. Walaupun maih banyak hal yang berupa fiksi. Khususnya tentang hal-hal humanity yang sangat manusiawi.

image[1]

Visialisasi lubang hitam beruba bola lebih masuk akal menurut para ahli fisika

Lubang berbentuk BOLA

Warmhole sebelumnya sering digambarkan seperti sebuah vortex (pusaran) yang menarik segala benda disekelilingnya. Yang berupa benda mirip pusaran, tentusaja ini karena diilhami oleh adanya gayatarik ke pusat gravitasi. Namun penggambaran dalam Interstellar beruba BOLA. Karena pada prinsipnya Black hole ini akan menarik segalanya, semua massa benda, semua bintang didekatnya, bahkan cahaya tidak dapat masuk kedalamnya.

Ini filem, bukan kuliah fisika kuantum.

Memang filem ini menggunakan fisika sebagai “bahan dasar”nya. Tentunya filem bukan teksbook seperti perkuliahan. Visualisasi yang ciamik inipun masih banyak yang kurang tepat dalam fisika. Misalnya, semua benda materi yang tertarik masuk dalam wormhole akan berantakan, bagaimana bisa keluar tetap utuh ?

😦 “Walah, Pakdhe itu cuman filem. Untuk dinikmati bukan dipikir seperti di laboratorium !”

Realitas NASA

10285233_10152510772709891_6067016178497172676_o[1]

Mengamati ruang kendali (NASA Control Room) saat pendaratan Apollo 11 ini saya yakin kemajuan peradaban manusia itu salah satunya didasari oleh KEBERANIAN !

Kunjungan saya ke Nasa dua bulan lalu merupakan penyadaran realitas. Banyak yang mengira bahwa tehnologi yang dipergunakan untuk menuju ke angkasa menggunakan tehnologi seperti di filem Startrek. Pintu otomatis terbuka. Perintah ke robot dengan suara, dan bahkan menganggap teleport itu sudah ada. Memang sebagian benar impian dan imajinasi itu akan membawa ke angkasa. Tetapi realitas tetap harus dimengerti dan dipahami. Disadari dunia sekarang sudah lebih maju dari setengah abad yang lalu saat pendaratan Apollo di Bulan.

Satu Tanggapan

  1. Reblogged this on POLARIS and commented:
    Interstellar!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: