Interstellar movie : Menambah satu dimensi –> WAKTU ! (1)


Lukisan dining 2Dimensi

Melihat filem Interstellar mengingatkan buku yang sudah lama dibaca tentang “Sang Waktu” (Brief History of Time) oleh Stephen Hawking. Kalau belum nonton filemnya jangan baca dulu nanti ngga seru🙂

Kesadaran manusia untuk bersejarah juga sebenernya belum lama kalo kita runut balik. Waktu sebagai dimensi ke empat juga belum lama kita sadari looh.

Tulisan dibawah sebelum ini merupakan salah satu kemungkinan bagaimana kalau manusia berjalan mengikuti garis waktu, kembali ke masa lalu … limabelas juta tahun yang lalu🙂

Apa iya time travel itu bisa ?

😦 :Pakdhe limabelas juta tahun lalu Pulau Jawa belum ada doonk ?”

Kesadaran dan penggambaran 3 dimensi.

egypt.jpgManusia jaman dahulu tidak dapat menggambarkan tiga dimensi … percaya ndak … cubak saja kalo dilihat di peninggalan-peninggalan “early painting” (Cave painting) di Ustrali hingga relief di Pyramid Mesir … semua digambarkan miring alias dari samping.Mereka belum dapat menggambarkan alam 3 dimensi.

Begitu repotnya mereka dulu membuat gambar tiga dimensi, begitu sulitnya menggambar manusia dengan dua tangan “dari samping” … Kita dapat menganggap ini adalah sebuah fenomena kesadaran atau penggambaran ruang pun belum lama kita dapatkan.

😦 “Pakdhe konon katanya masih ada looh yang percaya bumi ini datar atau dikenal dengan “flat earth”

Di Indonesia ini anda akan dengan mudah melihat pada candi-candi yang menggambarkan dalam 2 dimensi. Walaupun beberapa relief candi ada yang sedikit menggambarkan manusia dari samping dengan mata terlihat dua, disebalah ini relief candi Borobudur yang menggambarkan sedikit diatas dua dimensi. Wayang kulit juga satu matanya (makanya ada sitilah semata wayang ). Namun faktor jarak jauh dan deket susah sekali menggambarkannya dalam bidang 2 dimensi (kertas, kulit atau relief), kuncinya ada pada “Persepective” atau cara pandang.

Lukisan atau penggambaran perspective yang sangat terkenal adalah “The Last supper“-nya Leonardo da Vinci (1498). Da Vinci yang ini memang hebatt, yang dengan piawainya menggambarkan perspective ruang ini. Barulah kemudian Descartes (1596-1650) memunculkan geometri dengan cartesian coordinate (koordinat kartesian) dengan sumbu x,y dan z. Namun ada yang menyatakan Nicole Oresme (1323-1382) yang lebih dulu menggambarkan koordinat geometri, seratus tahun sebelum Da Vincy menggambar the Last Supper.

Kesadaran dimensi ke 4 (Sang Kala)

Einstein (1879 – 1955) dengan early quantum physicsnya hanya menyatakan relativitas pengamat dalam arti posisi namun ini juga mencetuskan sedikit kesadaran akan waktu karena dia banyak menyinggung soal waktu dan banyak pertanyaan tentang “time travel” sejak saat itu… Juga Charles Darwin (1809-1882)dengan evolusi darwiniannya juga membuka mata adanya “perubahan” memberi andil juga dalam kesadaran soal waktu .. karena melihat perubahan itu adalah melihat dalam garis waktu ….

Padahal 1500 tahun yang lalu Aurelius Augustine (354-430) sudah bertanya-tanya soal waktu ini apakah itu “past present and future” ? dan pertanyaan ini tidak terjawab sampai 1500 tahun !

Kemudian perkembangan fisika moderen saat ini menyinggung abis soal waktu ini sulit diketahui persisnya siapa yang memulai. Namun aku lebih suka dengan Stephen Hawking yang dengan piawainya menuliskan “Brief History of Time“, Dalam buku ini Hawking menceriterakan soal waktu.

Hawking menjelaskan bagaimana dengan waktu paralel, cone waktu, sehingga Hawking sendiri menjelaskan tiga anak panah sang waktu, dari sekian banyak “arrow time” :Hawking Time

  • Psychological arrow (kenapa kita ingat ‘kemaren’ tapi ngga tau ‘besok’ ?)
  • Thermodynamic arrow (ini sakjannya menyinggung non zero sum, semua membesar)
  • Cosmologic arrow. Nah kosmologi inilah yang sering dikaji dalam fisika kuantum.

Nah jadi kesadaran akan dimensi waktupun belum lama dikenal dengan baik oleh manusia. Itulah sebabnya sekarang sayapun meragukan ahli kesadaran para sejarah, ya kalo masih ndak boleh ya mempertanyakan saja lah. Karena sejatinya teori-teori sejarah yang notabene memikirkan tentang masa lalu lalu itu muncul sebelum kesadaran akan waktu seperti sadarnya saat ini dengan teori fisika dsb.

Sudah semestinya pendapat-pendapat tentang masalalu harus dilihat dengan pandangan saat ini, banyak istilah khusus tentang hal ini. Ada yang menyebutkan membumikan sejarah, menerjemahkan bahasa dewa atau bisa juga reinterpretasi masalalu. Dengan demikian sejarah bukanlah harga mati dan statis, sejarah haruslah dinamis dan dipandang sesuai dengan jamannya masing-masing. Dan ini adalah pendapat Psychological Arrow

(Barangkali suatu saat nanti akan ada “sejarah masa depan”..!!)

Tulisan sebelumnya hanyalah berbicara psychological time arrow Ya karena penulis artikel ini adalah seorang geologist yang dalam setiap analisanya menggunakan waktu bahkan  mencoba berbalik ke masa 15 juta tahun yang lalu🙂

😦 Looh ini tulisan Pakdhe tentang Time Travel-nya seorang ahli geologi ya ? Terus cerita filem Interstellar-nya gimana ? “

6 Tanggapan

  1. film luar angkasa nihh, seru bingiittss

  2. filmnya rame bingitts nihhh

  3. filmnya seru gak tuhh ??

  4. Reblogged this on POLARIS and commented:
    Interstellar!

  5. Kalo kata Harun Yahya dalam perspektif Sang Pencipta,… Keabadian Telah Dimulai.😀

    Past, Present, dan never-ending future sudah terjadi.

    Eniwei, Riwayat Sang Kala adalah buku yang saya baca sampe 2 kali khatam di masa saya masih SMU waktu itu…. dan…. rasanya luar biasa. Jadi pengen nonton Interstellar.🙂

    Nice info pak dhe.

    Oiya… Film lama-nya Danzel Washington – De Ja Vu, juga recommended, untuk genre yang sama, ruang lengkung waktu dan loncatan ke masa lalu.

  6. keren pak tulisannya. Saya makin kagum sama Bapak Geologi ini. Terima kasih tulisan-tulisannya sudah memberi saya inspirasi dan motivasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: