KEDAULATAN dan KEMANDIRIAN energi


us-european-union-ready-new-sanctions-to-stop-oil-exploration-in-russia[1]“Kedaulatan” ; Ini berhubungan dengan penguasaan, tata kelola, kontrol, dan pemanfaatan (alokasi).

“Kemandirian” ;  Ini berhubungan dengan penyediaan dan pemakaian, produksi, daya beli, juga kesinambungan (sustainable)

😦 “Wah Pakdhe keduanya merupakan bagian yang takterpisahkan, kan ?”

😀 “Yang penting jangan sampai hanya menjadi jargon yang maknanya tidak diketahui dengan benar”

Kedaulatan

Kedaulatan (Sumberdaya Alam dan Sumberdaya Energi) tidak hanya urusan pemodalan, dan pengelolaan tetapi juga kontrol serta alokasi pemanfaatan. Seringkali kita terjebak pada hak-hak pengelolaan blok-blok PSC migas maupun blok-blok pertambangan SDA yang dikelola pihak asing dan menganggap Indonesia tidak berdaulat. Padahal mereka (para investor) tujuan utamanya adalah mencari keuntungan (profit), bukan menguasai dan merebut kedaulutan.

Negara melalui badan pemerintah melakukan kontrol ini pada mereka (investor), baik dari sisi pembiayaan (cost), serta kontrol dari pemanfaatan. Disinilah yang sering lepas atau terlupakan adalah keberpihakan penyelenggara negara pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri (alokasi).

Dengan meningkatnya jumlah penduduk serta peningkatan tingkat kesejahteraan tentusaja kebutuhan SDA/Energi) juga akan meningkat. Dengan demikian kemampuan negara untuk menjamin pemanfaatan hasil produksi SDA/energi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri harus diutamakan dan dipastikan untuk mencukupi kebutuhan sendiri. Kebijakan alokasi SDA/energi untuk mengisi kebutuhan dalam negeri harus diprioritaskan.

Usaha memenuhi penyediaan bahan SDA/energy energi harus lebih diprioritaskan ketimbang pertimbangan keekonomian energi.

Saat ini, harus disadari, bahwa Indonesia memang kurang dari sisi pemodalan, dan pengetahuan tentang SDA. [Pemodalan saya kesampingkan dulu, saya bukan kompetensi di bidang ekonomi dan kita bahas nanti]. Tetapi kurangnya pengetahuan tentang kondisi SDA dan SDEnergi Indonesia WAJIB untuk lebih ditingkatkan sehingga lebih mengerti tentang isi dan besarnya serta kualitas SDAlam khususnya SD Energi yang terkandung didalamnya. Angka-angka potensi, cadangan dan produksi harus ditangani dengan benar dan “konsisten seragam angkanya” serta kontinyu dimonitor. Karena semua angka-angka ini dinamis sifatnya. tanpa penguasaan PENGETAHUAN akan kekayaan maka kedaulatan kita pada SD Alam dan Energi juga akan melemah.

2rhk-art-science_crystal[1]Riset dan penelitian untuk “mengerti” kondisi SDA/energi merupakan salah satu bagian dari peningkatan dan pertahanan atas kedaulatan energi yang tidak terpisahkan. Riset yg didukung data akan meningkatkan kedaulatan atas informasi kekayaan SDA/Energi.

Kemandirian

Kemandirian dapat diartikan kemampuan untuk dapat ikut menikmati. Berhubungan dengan kepastian penyediaan dan kontrol kebutuhan.

Dari sisi penyediaan, kepastian penyediaan merupakan hal pokok dalam “energy security“. Sumber penyediaan dapat diperoleh dengan melakukan eksplorasi-produksi didalam negeri dengan kepastian alokasi ke dalam negeri.
Selain itu pemerintah juga dapat membeli dari luar (import) apabila kebutuhan SDA/Energi dari dalam negeri tidak mencukupi. “Supply security” dapat diperloleh dengan mengikat kontrak ataupun dengan menunjukkan kemampuan (meningkatkan) daya beli.

😦 “Iya ya Pakdhe. Singapore karena memiliki kemampuan daya beli yang tinggi tidak pernah merasa terancam supply energinya. Lah gas kita di Natuna saja dibelinya dengan harga mahal, dalam bentuk kontrak lagi”.

Jaminan penyediaan dengan menggunakan kontrak jangka panjang sudah dilakukan oleh banyak Negara yang tidak memiliki cadangan energy dari dalam negerinya. Salah satu jaminannya adalah kontrak jangka panjang yang saling menguntungkan.

source Cepa.orgKemadirian supply dari dalam negeri untuk kebutuhan sendiri memerlukan usaha yang “sustain”. Untuk SDAlam yang diperoleh dari usaha eksplorasi-produksi, tentunya perlu adanya kepastian pengusahaan dengan usaha eksplorasi, eksplorasi dan eksplorasi, tentunya dengan target perolehan sesuai dengan jumlah yang terproduksi.

Selain itu kontrol pada kebutuhan (penghematan dan energy bauran) merupakan cara yang paling pas terutama ketika sedang terjadi kelangkaan pasokan. Penghematan energy sudah seharusnya menjadi program prioritas dan utama, setara dengan sisi pasokan.

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa adanya kelangkaan energy baik secara geografis akibat terdistribusinya SDenergi di alam namun juga adanya ancaman kelangkaan energy tingkat nasional dengan perkiraan akan terjadinya kondisi NET IMPORT gas 2017 dan kemungkinan NET IMPOR ENERGI TOTAL pada tahun 2024.

Skeduling (penjadwalan) dari SDA yang ada (lapangan migas yang sudah diketemukan, maupuan tambang batubara) namun belum dikembangkan, dan melihat readiness dari penyediaan energy untuk rakyat (Bahan Bakar, Listrik, dan gas), maka penyiapan import gas dan mengontrol eksport batubara harus menjadi prioritas.

2 Tanggapan

  1. Semoga kelak kita bisa mencapai kedaulatan dan kemandirian dibidang energi, tapi kapan ya?

  2. Wah Pakde masuk nominasi Calon Menteri.
    Semoga terpilih dan semoga amanah, amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: