Bias dalam pengambilan sampel


Sampling dalam survey bertujuan untuk melihat kecenderungan dalam keseluruhan populasi namun keterbatasan waktu, kendala akses serta biaya seringkali memerlukan metodologi sampling yang tepat sesuai tujuannya.

Memang tidak dapat dipungkiri adanya kemungkinan bias dalam pengambilan sampel. Tentusaja sampelnya berbeda akan menyebabkan hasil yang berbeda pula. Dan ini mengundang perdebatan karena perbedaan tujuan. Masing-masing lembaga survey akan klaim bahwa mereka sudah mengambil secara acak. Tapi tangan manusia tidak dapat dibilang acak. Selalu ada kecenderungan ”bias tangan” ketika memilih sampel.

BiasTangan1

Ketika waktu menjadi kendala maka memilih sampel merupakan satu hal terpenting dalam statistik dan survey.

Quick Count merupakan salah satu metode survey yang sangat-sangat diperlukan ketika keputusan cepat harus diambil. Walaupun tidak memiliki aspek legal dalam pemilu, metode sampling ini sangat umum dilakukan dalam sebuah survey.

Kalau seluruh penduduk Indonesia menjadi sampel itu namanya SENSUS !

Selain sampling juga ada penghitungan suara keseluruhan tidak sertamerta rata-rata dari prosentase pemenangan. Salah satu PeeR lihat dibawah ini. Siapa yang menang ?

siapa yang juara

Satu Tanggapan

  1. […] Bias dalam Pengambilan Sampel Bias dalam pengambilan sampel […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: