Mencari GAJAH di Kebun


BerburuGajahSumatra

Berburu Gajah di Sumatra (Petri, 1588)

Ada banyak hal menarik dan sangat menyibukkan jam kerja beberapa hari ini di meja saya. Diantaranya “Mencari gajah di kebun” … Finding elephant in our back yard.

😦 “Pakdhe mau berburu lapangan raksasa ya ?”
🙂 “Thole. Sekarang ini ukuran gajah saja sudah sangat besar”.

Saat ini rasanya sulit sekali menemukan lapangan atau prosepect yang “menjanjikan” sumberdaya diatas 50juta atau 500bcf (setengah TCF) onshore. Tetapi setelah saya amati ulang, banyak sekali struktur (jebakan) yang belum dibor karena struktur disebelahnya dry. Artinya satu sumur saja “membunuh” minat utk mengejarnya.

Untuk melihat apakah masih ada gajah di kebun, bolehlah kita coba bandingkan dua peta dalam skala yang sama dibawah ini :

Dibawah ini titik-titik sumur yg di bor di Amerika

https://rovicky.files.wordpress.com/2009/02/well-density-2.jpg

Sumur yang dibor di Amerika

Dibawah ini juga titik-titik sumur di Asia Tenggara.
https://rovicky.files.wordpress.com/2009/02/well-density-31.jpg

Sumur yang dibor di Asia tenggara

Bandingkan keduanya. Terlihat diatas hampir setiap jengkal tanah di Amerika sudah dibor untuk “mengejar” minyak. Jadi bukan hanya “mencari” tetapi “mengejar” diamana migas berrsembunyi. Jumlah sumur yang ada di Asia Tenggara ini barangkali hanya 50 000 sumur saja, bandingkan dengan jumlah sumur di Amerika dan Canada yang sudah lebih dari SEJUTA . Dan dengan banyaknya sumur-sumur inilah mereka akhirnya mampu mengembangkan Shale Gas (Gas serpih) yang mengangkat Amerika menjadi pemilik gas terbesar di dunia !

Masih adakah “GAJAH” di kebun ?

Reef ComplexIni pertanyaan menggelitik bagi explorationist. Karena tidak jarang masih ada gajah tersisa di kebun belakang yang selama ini dianggap sepi.

Coba perhatikan gambar disebelah ini. Gambar disebelah ini menunjukkan peta yang memperlihatkan lapangan Arun dimana arsiran batubata itu menunjukkan sebuah terumbu karang jaman dulu. Yang disebelah kanan lapangan gas raksasa Arun yang terisi migas. Sedangkan disebelah kiri ini juga di Indonesia di dekat (sekitar Arun), baru ada dua sumur yang mengebor dan hanya satu yang menunjukkan tanda-tanda adanya gas.

Apabila dibandingkan dengan di Amerika, tentusaja semua jendulan-jendulan terumbu ini akan dibor untuk dicari bahkan dikejar untuk mencari dimana gas-gas itu bersembunti. Hanya dengan dua sumur saja tidak mungkin diapkai sebagai alasan untuk mengatakan bahwa yang lain pasti ngga ada, kan. Artinya masih ada prospektus struktur jebakan yang belum dibuktikan dengan pengeboran

Apakah kita menganggap prospektus struktur jebakan yang kita miliki sudah habis ? Tentu tidak !

Masih ada banyak “GAJAH” yang selama ini terlewat dari incaran mata bor.

2 Tanggapan

  1. Analogi dengan kata “gajah di kebun” sangat menarik mas!
    Bagi orang-orang awam geologi seperti saya sangat memudahkan memahami informasi ke-geologi-an yang biasanya terkesan sulit tak terbayangkan.

  2. wong amrik lebih berani gambling dengan ngebor dimana-mana, dan sebagai rewardnya adalah high gain, meskipun lokasinya scattered.

    sementara di Indonesia, barangkali lihat RAB drilling dan exploration saja sudah malas karena (barangkali) overprice, atau ada hambatan lain pakdhe?

    padahal kalau saja lebih berani, secara statistik, gain yang diperoleh akan lebih gede. karena “gajah” di sini masih banyak berkeliaran.

    bukan begitu pakde..

    *maaf awam di O&G*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: