NgomPol-in Capres : Strategi Pemilu


Pemilu-2014Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu. Nah kalau untuk pemilu saat ini ada dua tujuan yang dicapai, menang dalam pemilihan legislative dan juga menang dalam pemilu presiden. Dua hal ini tidak dapat dipisahkan dan sudah semestinya dibuat satu strategi sesuai dengan karakteristik dan kemampuan serta kelemahan yang dimiliki.

😦 “Hallah Pakdhe kok ikutan NGOMongin POLitik to ?”
😀 “Alhamdulillah tidak ada bencana besar jadi kita belajar politik, mumpung masih musimnya, Thole”

Presidential threshold

Undang-undang pemilu sebagai aturan wajib diikuti semua kontestan. Secara sederhana saja bahwa yang dapat mencalonkan  presiden adalah partai atau gabungan partai yang memiliki kursi minimal 20% dan pemilih minimal 25%. Jadi diperkirakan hanya akan ada 2 atau 3 pasangan saja dalam pilpres nanti.

Dari mekanisme pengajuan dg minimal 20% kursi (25% suara), maka hanya yang memiliki kursi diatas 10% saja yang bakalan dapat mengajukan sebagai capres. Prabowo berat untuk diajukan sebagai capres, kecuali “kendaraannya” memiliki bahan bakar (swara) 10% lebih. Hanya Golkar dan PDIP yg diprediksi memiliki swara dominan. Mungkin berat bagi Demokrat maupun Gerindra utk diatas 10% Lainnya dibawah 10%.

Tahun2012

Ini seandainya pemilunya tahun 2012. Pilihan pada Demokrat turun dari tahun 2009. Dan diperkirakan akan jatuh banyak, walaupun belum tentu juga, tetapi banyak diduga dua partai besarnya akan menjadi PDIP dan Golkar. Ini juga hanya prediksi.

Bagaimana strateginya ?

Kalau dilihat kestabilan Partai dan “issue” bahwa Demokrat turun pamor, makanya strategi Demokrat adalah tidak mengajukan capres sampai pileg selesai, supaya menarik seluruh simpatisan peserta konvensi. Yang penting semua idolers-nya milih di pileg dulu.

Kalau PDI masih dagdigdug, naik turunnya suara pemilih PDIP dibawah menunjukkan pemilih PDI belum puguh, masih mudah di provokasi, tentunya strateginya mengajukan Jokowi saat pilrg ini. Sangat disadari bahwa memang PDI bagusnya hanya karena (utamanya) adanya popularitas Jokowi. Soal koruptor semua juga sama.

Kestabilan Partai

Kestabilan pemilih partai Golkar sangat terlihat. Demokrat diperkirakan anjlok, dan PDIP naik turun bikin “deg-deg-plas”. (Sumber LSI)

Golkar relatif stabil, makanya walaupun masih pileg sudah berani berani ngajukan capres. Sehingga serangannya ke profil ARB, terasuk video foto negatf dsb.

😦 “Pakde kok ngga membahas Biru yang satunya ? Risih lihat brewoknya ya ?”
🙂 “Hush ! Dia itu punya strategi jitu, makanya warnanya biru supaya bisa menyamar dan nyabot suara biru yg lama”

Dengan demikian maka sah-sah saja bila diperkirakan nantinya yang akan mengajukan capres adalah PDIP dengan Jokowi sebagai capres. Golkar mengajukan ARB sebagai capres. Nah kuda hitamnya ada di cawapres. Kalau PDIP tidak terlalu dominan hanya mendapat 20-25% kursi saja, maka bisa ada 3 pasangan. Tapi kalau PDIP sangat dominan (>25%), maka sangat mungkin capres dan cawapres juga dari PDIP, mirip Demokrat tahun 2009 lalu. Atau kalau kurang yakin bisa jadi ngajak Prabowo menjadi cawapres nya Jokowi.

Cawapres atau malah “bawang kothong

Cawapres yg mungkin laris adalah Prabowo, Wiranto dan calon hasil Konvensi Demokrat. Pak Surya ‘Brewok” Paloh, dan capres partai berbasis Islam yang tanggung-tanggung ini bisa jadi “bawang kothong” bila swaranya dibawah 5%. Kesemua partai ini tentunya sedih dengan adanya aturan ‘Pesidential threshold’.

Nah skenario-skenario akan disusun lagi nanti setelah pileg tentunya. Tapi jelas mengapa ada partai yang sudah mengajukan nama capres, dan ada yang belum mengajukan. Ya, karena ini sehubungan dengan strategi sesuai dengan aturan threshold

Satu Tanggapan

  1. baru tau kalo bisa di bikin grafik kek gitu, fluktuasi nya bikin bingung, apakah bisa rebound kang mas?

    maklum, ane golput sejati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: