Apa penyebab bencana dari kejadian gempabumi ?


20140311-150457.jpg

Apa penyebab bencana dari kejadian gempabumi ? . Just presented in GEOSEA XIII, Yangon, Myanmar.
Saya sebenernya tidak 100% setuju, karena penyebab kerugiannya adalah bangunan buruk, sedagkan bangunan dengan batu bata adalah bahan dan teknologi bawaan kolonial. Mereka membawa tehnologi yg salah dan tidak menghargai local wisdom yg menggunakan bahan bambu dan kayu. Kolonialism mengambil dan merapas tehnologi lokal, membawa mineral dan bahan tambang termasuk rempah dan memberi Kembali batu bata yg ringkih bila kena goyangan gempa.

9 Tanggapan

  1. maaf bolehh saya mampir sejenak di web anda gan
    saya lelah ingin membaca ilmu yang bermanfaat dulu
    terimakasih🙂

  2. Pak Rovicky, orgnya cakep kok.

  3. Tapi saya setuju 100% sama Pak Rovicky kalau kita seharusnya mulai lagi memanfaatkan material masa depan yg namanya ‘Bambu’, karena bahan bambu bisa ditanam, renewable, sehingga tidak merusak dan membabat hutan, eco friendly, dan teknologi pengawetan bambu itu sekarang sudah jauuuhhh lebih maju jadi masa pakainya lebih panjang tidak seperti jaman dulu.

  4. Dan kalau kita lihat2 lagi bangunan jaman kolonial yg menggunakan bata batu itu susunan batanya minimal 2 bata (istilah dlm dunia tek. sipil), artinya tebal dinding adalah 2 x 20 cm plus plesteran 2 x 2.5 cm (T = 45 cm) . Kenapa bangunan rumah batu bata di Indonesia itu ringkih? karena orang Indonesia belakangan ini cenderung ekonomis atau merasa lebih jago, nggak tahu juga, rumah2 dibangun dengan susunan bata hanya setengah bata, artinya tebal dinding 1 x 10 cm plus plesteran 2 x 2.5 cm (T = 15 cm). Jadi sebenarnya orang Indonesia sendiri yg belakangan ini menjadi kurang arif bukan teknologinya.

  5. Memang apa yang datangnya dari negeri kulon sono ada yang baik sesuai dengan nilai lokal wisdom, dan sebaliknya ada yang tidak baik serta bertentangan bahkan merusak nilai local wisdom.
    Akhirnya kembali pada jati diri bangsa ini?

    Suwun info-nya Pak Dhe.

  6. Maaf pak Rovicky, tapi setahu saya jaman Majapahit kita sudah kenal teknologi batu bata juga loh, banyak peninggalan2 kerajaan majapahit yang menggunakan bata terbuat dari tanah merah, jadi teknologi batu bata itu bukan kita belajar dari jaman kolonial, tapi kalau dibilang bahwa ukuran bata yg sekarang kita pakai yaitu tebal 5 cm x lebar 10 cm x panjang 20 cm itu memang standard yg diminta untuk bangunan kolonial ya saya setuju, artinya ukuran batu bata jaman Majapahit tidak sama dengan ukuran bata jaman Kolonial, kalau pak Rovicky nggak percaya pergi aja ke daerah Trowulan Jawa Timur, masih banyak kok peninggalan2 itu, bahkan sekarang temuan2 batu bata itu diperjual belikan.

  7. Pak Rovicky ini memang banyak ilmu, nggak ngira waktu tampil di acara TV, eee orangnya gak terlalu tua banget, penampilan…trendynya ilmuwan, salam Pak.

  8. izin selalu menyimak pak berita2 yg terkait dengan ilmu geologi

  9. hmmm… kesan pertama baca tulisan di sini adalah sepertinya banyak ilmu baru di sini…izin menyimak,Pak…
    salam dari Jayapura…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: