Kita Harus Jujur Pada Alam – Dataran Banjir itu Subur dan Stabil !


Saat banjir Bengawan Solo dan sungai2 di Pantura yang hanya 2 pekan ini, telah dibarengi dengan penyebaran dan penyegaran unsur-unsur hara yang menyuburkan tanah pertanian. Pada saat gunungapi meletus menebarkan abu vulkanik selama sebulan, akan menyuburkan tanah ini hingga 20 tahun kedepan. Alhamdulillah !

Dibawah ini foto tunas-tunas baru di Merapi 3 (tiga) pekan setelah erupsi ! Alam mampu menyembuhkan dirinya.

Tumbuh setelah 3 minggu letusan Gunung Merapi

Sebuah dataran banjir merupakan daerah lahan yang rawan terhadap banjir. Orang-orang menyadari itu rawan banjir karena telah membanjiri di masa lalu karena sungai atau aliran meluap melampaui tanggulnya .

sungai.jpg

Sebuah dataran banjir biasanya merupakan daerah datar dengan daerah yang lebih tinggi di kedua sisi . Dataran banjir bisa sangat kecil atau sangat besar . Dataran banjir kecil kadang-kadang merupakan bagian dari lembah.

Bila diasuransikan rumah yang dibangun di dataran banjir kecil sering membutuhkan asuransi lebih karena kerusakan akibat banjir yang lebih mungkin terjadi di sana daripada di ketinggian yang lebih tinggi .

😦 “Wah kalau begitu Kampung Pulo asuransi banjirnya harusnya mahal doonk”

🙂 “Makanya kalau ga mau kena banjir jangan tinggal disitu, Thole ! Dan kalau tinggal disitu harus punya rumah dengan desain khusus”

Dataran banjir besar hampir meliputi seluruh Pantai Utara Jawa (Pantura), juga Pantai Timur Sumatera. Di delta Sungai Mekong Vietnam , dataran banjir dari sungai Hau dan Tien mencakup lebih dari 12.000 kilometer persegi ( 7.450 mil).

banjir1[1]

Aliran Sungai Bengawan Solo di sekelilingnya lahan pertanian yang sangat subur

Dataran banjir biasanya adalah daerah pertanian yang sangat subur. Banjir membawa sedimen yang kaya nutrisi. Mereka menyebarkan sedimen untuk wilayah yang luas. Dataran banjir yang datar dan memiliki relatif sedikit batuan berukuran besar sehingga sangat cocok untuk tanah pertanian. Dataran banjir Sungai Nil telah pusat Mesir pertanian selama ribuan tahun .

Sebenarnya banyak keuntungan tinggal di flood plain (dataran banjir) sungai besar. Banjir biasanya musiman dan semestinya dapat diprediksi beberapa bulan sebelumnya. Kemampuan memprediksi dengan baik akan membantu untuk mengembangkan sektor pertanian, transportasipun dapat memanfaatkan aliran sungai.

bengawansolo2[1]Dengan demikian akan dapat manfaat bila kita mengikuti polah perilaku sungai, karena biasanya musim banjir mudah diprediksi. Daerah ini juga stabil, sehingga membuat dataran banjir lokasi yang ideal untuk mengembangkan daerah perkotaan. Dataran banjir antara sungai Tigris dan Efrat adalah rumah bagi beberapa peradaban paling awal di dunia dan kota pertama yang terkenal salah satunya karena dukungan produk pertaniannya.

Bacaan terkait

4 Tanggapan

  1. eh, iya bener deh ini. profesor dari ilmu tanah juga waktu ngembangin lahan pasir pantai di kulon progo dicampur2 pake sedimen sungai trus pake pupuk kandang. eh, jadi deh lahannya bisa ditanemin….

  2. Reblogged this on Nyarita.

  3. PENGGUNDULAN HUTAN
    MENINGKATKAN SEDIMENTASI DAN PENDANGKALAN

    Saat hutan di pegunungan masih lebat dan masih berfungsi eksosistem yang ideal karena mampu berperan sebagai tata iklim, tata air dan tata angin. Hutan di gunung mampu meresapkan air hujan kedalam tanah sebesar > 80%, dan sebagian kecil air hujan dialirkan sebagai air permukaan. Ini berarti hujan semusim lebih dari 80 persen diresapkan kedalam tanah dan dikeluarkan secara proporsional di sekeliling gunung sebagai mata air yang akan menyuplai dan menambah debit air sungai sehingga sungai bisa berair selama setahun. Setiap kawasan akan membentuk daerah aliran sungai (DAS) dengan sistem hidrologis yang tetap, artinya jumlah air yang menguap dan berubah jadi hujan dengan jumlah yang tetap.
    Jumlah manusia bertambah banyak sehingga kebutuhan papan, sandang dan pangan juga meningkat sehingga manusia mulai merambah kawasan yang mestinya tidak boleh dihuni.
    Perambahan dan penggundulan hutan semakin meluas dan semakin brutal karena pohon ditebang se akar akarnya karena akan dikembangkan menjadi areal pertanian dan karena akarnya laku. Semakin tahun semakin banyak perambahan dan perusakan hutan. Kawasan hutan di pegunungan rusak parah dan kawasan resapan tidak berfungsi lagi. Terjadi peningkatan debit air permukaan (air banjir) atau saat ini 80 % air hujan mengalir sebagai banjir. Dampak lain terjadi peningkatan laju erosi tanah di pegunungan, sebagai bandingan saat hutan masih lebat faktor erosi 0,001, saat hutan gundul faktor erosi menjadi 1, berarti terjadi peningkatan erosi 1000x dan terjadi peningkatan sedimentasi/pendangkalan di badan air 1000x.
    Permasalahan muncul akibat semakin tingginya sedimentasi setiap tahun yang diikuti peningkatan pendangkalan sungai, berimplikasi terhadap debit aliran sungai yang semakin tinggi sehingga sedimen yang membawa hara tanah justru malah mengalir jauh ke laut.

  4. Reblogged this on sainsfilteknologi and commented:
    banjir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: