Selokan Alamiah di Desa Sukodono, Jepara


181017_tanahterbelah_3

Tanah “terbelah” (detikdotcom)

Adanya ‘penampakan’ retakan di Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah banyak mengagetkan (gambar disamping ini). Apalagi dengan bumbu patahan yang memisahkan Gunung Muria atau Pulau Muria dengan pulau Jawa.

😦 “Lah hiya Pakdhe. Kok mirip membelah tanah begitu ya ?”

Bagi mahasiswa Geologi gejala ini dipelajari di semester 1. Gejala yang ada disana disebut Gully Erosion kalau diterjemahkan bebas menjadi Selokan Alamiah, akibat erosi vertikal yang dominan.

Erosi Vertikal

Erosi Vertikal

Biasanya gully erosion ini terjadi di bukit-bukit yang seringkali memiliki pelapukan atau tanah yang sangat tebal. Erosi terjadi secara vertikal akibat aliran air yang sangat deras. Yang terjadi di Sukodono ini terjadi akibat adanya hujan deras. Air ini awalnya melalui saluran irigasi dimana lapisan dasarnya sudah tererosi sangat kuat.

Erosi ini terjadi sangat singkat. Dan mungkin karena tidak diperhatikan ketika terjadi, karena terisi air. Namun ketika airnya surut baru terlihat bahwa erosi vertikalnya sudah sangat dalam.

😦 “Looh Pakdhe belajar ini di semester satu ya ? Jebul ilmune cetek saya pikir ilmunya doktor je”
🙂 “Jadi jangan disebut retakan, tapi erosi”

Dalam sebuah penampang permukaan kalau dipotong dari bukit hingga permukaan landai maka profil dari permukaan ini dapat dibagi menjadi tiga zona dimana masing-masing zona akan memiliki cirikhas tersendiri pada sifat serta jenis erosi yang terjadi. ErosiDeposisi

Pada bagian hulu, erosi vertikal terjadi ditempat yang berbukit, kelerengan sangat tinggi. Bentuk lembah seperti huruf V. Di daerah yang sudah agak landai maka proses erosi vertikal sudah berkurang dan berubah menjadi erosi lateral. Dan didataran yang sangat landai maka sungai mulai berkelok (meandering) dan karena kecepatan alirannya sudah sangat pelan, ditempat ini terjadi pengendapat, atau deposisi, material hasil erosi.

Dibawah ini salah satu contoh kenampakan sebelum dan sesudah tererosi vertikal secara kuat.

GullyErosionJadi jangan takut itu bukan retakan, bukan patahan, tetapi akibat erosi vertikal yang sangat intensif. Erosi vertikal ini dapat dicegah bila cukup tanaman yang menahan laju air permukaan.

Gejala pembentukan alur ini mirip yang terlihat di Gunung Merapi

7 Tanggapan

  1. pak de, saya ingin tanya…, Kalau ada pengaruh organisme yang membuat lubang dibawah permukaan tanah tersebut, apakan itu dapat memepercepat erosi….?
    karena aliran air akan masuk melalui lubang itu, dapat mempercepat erosi. Benarkah begitu, pakde…?

  2. PakDe, benarkah gunung muria atau pulau muria dahulu terpisah dari pulau jawa…

  3. menggaris bawahi “Erosi vertikal ini dapat dicegah bila cukup tanaman yang menahan laju air permukaan”. Jadi aliran air/sungai lebih baik jangan dipercepat/diluruskan ke laut? sebaik mungkin diperlambat. Jadi sudetan/pelurusan sungai sesuai tidak untuk lingkungan?

  4. erosi gully itu sama dengan erosi parit bukan, pakdhe? Nah Ceritanya dulu Pulau Muria bisa jadi satu dengan Pulau Jawa itu sebenernya gimana, pakdhe? Dulu kan katanya mereka dipisahkan oleh perairan.. Hehe. Maaf ya pakdhe, banyak nanya.🙂

  5. kalau sudah dibilang erosi kok saya malah takut ya, gimana jika erosi tersebut berskala besar. mungkin bisa jadi bencana besar

  6. bisa jadi sumber air baru, tapii

  7. tapi bahaya gak itu bang?

    –> Erosi merupakan sebuah gejala alam biasa, dimana-mana terjadi. Kalau sudah sangat intensif dapat membahayakan konstruksi bangunan sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: