Ada masa berbintang ada masa mendung kelabu.


Di usia setengah baya begini seringkali mengamati teman-teman yang dulu sering bersama main sepakbola, main benteng, main tembak-tembakan hingga teman belajar bersama, teman sekelas ataupun satu sekolahan. Mengamati dan mengingat teman sekolah dulu selalu menjadi bahan pembicaraan terutama kalau reuni ... ya reuni …hal7-game[1]

Ada pengamatan unik yaitu tidak selalu yang dulu SMAnya berbintang akan terus berbintang, ada yang dulu mendung kelabu sekarang indah cemerlang.

Jadi janganlah terlalu risau kalau punya anak yang disekolah sekarang ini belum berkilau, juga jangan dulu puas kalau anak sudah juwara kelas.

Kita memang tidak pernah tahu seperti apa nanti anak-anak kita, kita juga tidak pernah mampu memberikan korelasi antara masa kecil dengan saat dewasa kelak.

BOSEN SEKOLAH !

Ada satu keluhan dari teman yang dulu SD-nya juwara, SMP-SMA cemerlang tetapi saat ini kok ya biasa saja, walau bukan berarti merana. Ketika ditanya “Aku wis bosen sinau (belajar) wektu masuk kuliah. Sehingga kuliahku lama dan agak susah cari kerja ketka lulus sarjana”.

Temen lain ada yang saat ini terlihat sukses berkilau berbintang, padahal dulu sekolah SD sampai SMA nilainya biasa saja, tidak pernah juara. Tetapi dunianya terbalik ketika kuliah IPKnya ngaudubillah hampir kumlaut. Ketika cerita ternyata dia suka sekali dengan kuliah sastra. Dulunya di SMA jurusan IPA.

Sepertinya memang ada saat cemerlang selama hidup manusia. Kita tidak pernah tahu, tetapi cemerlang diakhir kehidupan sepertinya jauh lebih menyenangkan.

Ada masa kejayaan setiap orang ….
Jangan lupa besok “week end” dinikmati saja ya !

4 Tanggapan

  1. aku suka bagian ini: “Kita memang tidak pernah tahu seperti apa nanti anak-anak kita, kita juga tidak pernah mampu memberikan korelasi antara masa kecil dengan saat dewasa kelak.”
    -semua ada masanya🙂

  2. banyak haldiluar sana yan juga kami temukan, saat SD suka di jaili dan terbilang SISWA Ranking terenda, tetapi perubahan drastis terjadi saat kulaih denga prestasi LUAR BIASA…

  3. Jarene Mbah biyen, urip iki ora panggah leh,

  4. Gimana pendapat pak RDP ttg anjuran agar anak TK sampai kelas 2 SD tidak diajari calistung dulu, tapi dibiarkan bermain saja.

    —> saya sepakat anak TK sampai 2 SD untuk tidak belajar calistung. Anak anak ini diajak BERMAIN dengan angka dan huruf. Salah satu kelemahan kita dalam mendidik anak adalah tidak menyelami kehidupannya. kata “belajar” itu bukan kosa kata anak-anak. Jangan mengajari anak-anak, ajaklah mereka bermain tebak-tebakan. Boleh saja tebak-tebakan tentang masa lalu, maksudte tebak-tebakan jaman Majapahit. Tapi bapak ibunya yang ditebaki. Anaknya baca buku. Kalau bapaknya salah tebak dihukum nyanyi ! Pastid engan “bermain tebak-tebakan” ini anak menjadi lebih pinter dari ortunya.🙂.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: