Mengurangi Potensi Kartel Migas


ruwetSebelumnya sudah saya tuliskan bagaimana adanya broker fee yang menjadi ajang “rayahan” (rebutan) karena ini bisnis yang menggiurkan disini : http://wp.me/p1bJX-mA . Dalam perdagangan ini juga bepotensi memungkinkan adanya gratifikasi yang secara hukum positip di Indonesia dinyatakan haram sejak 1999. Ingat sejak 1999, jadi sebelumnya gratifikasi itu bukan dianggap harta haram secara hukum positip di Indonesia.

😦 “Pakdhe, kalau menghilangkan komisi 2-4% utk broker ini tentunya malah menyalahi kesepakatan perdagangan internasional ?”

😀 “Malah makin repot”

GlobalCrudeFlow

Major Global Crude Oil Flow

Bagaimana mengurangi adanya praktek-praktek yang akhirnya dituduh menjadi benih munculnya kartel-kartel minyak ini ? Tentunya bukan cara-cara penyidikan dan mikronya, tetapi secara makro-pun perlu diadakan perubahan sistem tata kelolanya.

Karena perdagangan ini adalah sebuah aktifitas B2B atau “Business to Business“, tentunya negara harus memberikan ruang kepada bisnisman (termasuk broker) untuk mengembangkan usahanya. Tetapi juga menjadiu tugas negara (pemerintah) juga semestinya mengatur bisnis ini supaya mengurangi potensi kerugian negara.

Point perubahan yang diperlukan :

  • Tingkatkan kapasitas KILANG dalam negeri.
    Dengan adanya kilang dalam negeri akan mengurangi transaksi Expor-Impor Minyak Mentah maupun BBM.
    Tentunya kilang-kilang yang akan ini perlu disesuaikan jenis dan kualitas minyak mentah dari lapangan-lapangan Indonesia
  • Mengutamakan ALOKASI ketimbang bagihasil.
    Ubah proporsi PSC dengan menaikkan porsi utk kontraktor tetapi hasil migasnya hanya boleh untuk mengisi kebutuhan dalam negeri, tidak untuk dieksport termasuk porsi untuk kontraktor.
    Dengan semakin tingginya biaya eksplorasi di Indonesia tentunya untuk meningkatkan investasi di sektor hulu perlu ada perbaikan fiskal (proporsi untuk kontraktor). Namun diperlukan adanya peningkatan DMO (ALOKASI) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Misal proporsi utk kontraktor dinaikkan 40 hingga 50% tetapi semua hasilnya dialokasikan untuk didalam negeri. Konsentrasi pada ALOKASI ini juga selaras dengan meningkatkan jaminan pasokan dalam ketahanan energi di Indonesia.

Dengan dua poin untuk mengurangi transaksi ini akan menghemat biaya handling dan megurangi potensi ‘kebocoran’. Serta kebutuhan migas nasional akan lebih terjamin.

Referensi “Understanding Today’s Crude Oil and Product Markets, 2005”

8 Tanggapan

  1. Pak dhe, salam kenal. Pak dhe punya kenalan trader oil/gas di jakarta? boleh dikenalkan pak?
    matur nuwun.

  2. Saya mengusulkan , untuk mengamankan bbm subsidi adalah dengan hanya menjual gasoline ron82 dan solar dg angka cetane 40. Yg non subsidi disediakan paling rendah ron94 dan cetane number 55

  3. Terimakasih infonya mantap bos….

  4. “A leader in well testing and early production facilities for the oil & gas industry”

    As a group company with world-class capabilities in well testing and fluid, our top priority is to offer the best service for business-based energy and resources in Indonesia. Dwipa Group was established as a company providing Non Destructive Testing for the oil and gas industry. We believe that through commitment, determination and passion for growth, opportunities are endless.

  5. yah minyak emang gitu,,rebutan, kaya cewek

  6. Setuju ni sama pak Dhe, mogaa saja ada upaya2 seperti tersebut diatas agar bisa mengurangi potensi kartel migas
    Nice inpo🙂

  7. cuma bisa😦

  8. yang baru ketahuan gratifiksasi terkait dg pengadaan migas, kpk harus juga menyelidiki gratifikasi untuk ekspor migas, pengadaan operasional, penetapan daerah . dan semua itu menyangkut dana tidak milyar tapi trilyun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: