Keteladanan Kelapa


Adilkah kita pada si KELAPA ?

kelapa1Manfaat setiap bagian dari kelapa ini sudah banyak diketahui tetapi tahukan kisah keteladanan perilaku si Kelapa ini ?

Ketika akan lahir di dunia sebagai sebuah tunas, biji kelapa harus mampu menembus batok yang keras. [Batok ini tentunya super keras kalau kita gigit bisa tanggal gigi kita]. Setelah menembus batok keras, tunas kelapa ini harus melewati serabut yang susah ditembus. Ketika dewasa dia hanya memiliki satu batang tanpa cabang dan harus mampu menahan goyangan angin untuk tetap tegar tumbuh dan menjadi pohon kelapa dewasa.

Manakala buah kelapa ini ini dipetik, tidak ada yang mencoba menangkapnya, langsung dijatuhkan dari pucuk tertingginya “Buk !” .. tetap tegar dan melindungi isi air dengan batok dan serabutnya. [Emang ada yang mau nangkep buah kelapa yg dijatuhin dari pohon ?]

Sebelum dimanfaatkan buahnya ya, buah kelapa ini di bacok pakai parang yg tajam “Cras, cras .. !” . Lalu dikuliti utk mengupas serabutnya. Atau juga pakai linggis terbalik. Kemudian batoknya dipukul pakai besi keras …. “Pletak !!“.

Kelapa masih santai saja mendapat perlakuan kasar, keras tanpa dicium untuk dilihat baunya. [Mana ada orang mencium kelapa sebelum membeli].

Walau masih muda, Kelapa muda tetap disukai dan menyegarkan, yang tua pun masih menghasilkan daging buah utk memasak. Bahkan yang rusak malah disukai sebagai kelapa kopyor !

Ketika menjadi bagian bahan masakan, kelapa sering hadir didalam sayur. Dicampur dengan sayuran lain disebutnya sebagai sayur terong, Sayur nangka. Inilah kerelaan kelapa dalam berkontribusi dalam makanan …  tanpa pernah pamrih dikenang dalam sebuah nama sayur.

Mana ada masakan sayur kelapa ?

7 Tanggapan

  1. Terimakasih infonya mantap bos….

  2. es kelapa muda… nyamnyam..

  3. Termasuk ayat-ayat Allah yang tidak tertulis. Semua bagian dari pohon kelapa tetap bermanfaat bagi manusia, mulai dari akar, pohon, buah, daun, lidi, pelepah, batang muda, bunga, tangkai bunga, semua bagian buah. Amat banyak manfaatnya

  4. salam pramuka PakDhe…. 🙂

  5. di zaman seperti ini, masih adakah orang-orang yang memilih pribadi seperti itu?

  6. baru sadar,,,,
    patut d teladani memang

  7. great pakdhe!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: