Gunung Merapi Mengeliat, Mungkin “Vulcanian Eruption” saja.


Hujan abu di Jogjakarta pagi hari (22/07)  disertai dengan gemuruh dirasakan di daerah lereng merapi. Menurut berita Kompas sempat menggetarkan dan menyebabkan beberapa warga mengungsi.

😦 “Wah Pakdhe mbok jangan nakut-nakuti “

😀 “Justru ini bagusnya Gunung Merapi yang sering memberikan tanda ketika akan menunjukkan aktifitasnya, Thole”

Vulcanian eruption saja.

Hujan abu yang terjadi kemarin ini di G Merapi Yogyakarta adalah akibat Hembusan kuat dari aktifitas normal Merapi, dalam isitilah kegunungapian disebut sebagai “volcanian eruption” / letusan vulkanian, type letusan ini sering disebut sebagai hembusan kuat karena belum ada pengaruh magmatis, sehingga warga tidak perlu khawatir. Proses hembusan ini karena masih ada pengaruh panas di dalam kawah merapi, terjadi tekanan disertai adanya air kawah, maka terjadi hembusan kuat tersebut, material abu yang ada disekitar kawah disebarkan ke arah selatan  dari Gunung Merapi.

Sebaran debu.

Kawasan sebaran debu Merapi pasca letupan kecil pada Senin dinihari 22 Juli 2013 berdasarkan modelling yang dikembangkan BPPTK (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian) Yogyakarta, “rumah” bagi aktivitas pemantauan Gunung Merapi. Debu mengarah ke barat daya sampai menjangkau Kabupaten Kebumen (Jawa Tengah) dan turut mengguyur Kabupaten/Kota Magelang, Purworejo dan Sleman. Ketebalan debu berkisar antara 0,1 hingga 3 milimeter.

Status Gunung Merapi pada saat ini adalah aktif normal. Tidak sedang meletus. Namun pasca letusan besar 2010 lalu, kawah di puncak Merapi dalam kondisi “bolong” (terhubung langsung dengan kantung magma dibawah gunung tanpa penghalang berarti). Sehingga apapun yang terjadi dalam kantung magma-nya bakal segera langsung tersembur dari kawah.

 

(Sumber : BPPTK, 2013 dengan modifikasi seperlunya, Ma'rufin)

(Sumber : BPPTK, 2013 dengan modifikasi seperlunya, Ma’rufin)

Kejadian ini mirip kalau kita menggoreng tanpa minyak kemudian diguyur air.

😦 “Woo jadi permukaannya yang panas kena air terus mak joss !!! gitu ya Pakdhe ?”

Menurut sejarah yang tercatat, periodisitas aktifitas G Merapi (moderen) biasanya 2-5 tahun (periode pendek, hingga 5-7 tahun untuk periode panjang. Perubahan periodisitas menjadi wacana beberapa waktu lalu pasca letusan besar 2010 yang diduga akan merubah perilaku Gunung Merapi.

Diskusi perubahan perilaku ini didasarkan pada bentuk kepundan yang mulai terlihat mengaga ke arah Selatan, dimana dinding selatan ini rubuh pada letusan 2010. Letusan Gunung Merapi tahun 2010 adalah satu dalam acara 100 tahun. Gunung Merapi mulai meletus pada tanggal 26 Oktober 2010. Letusan itu adalah yang terbesar di gunung berapi dalam 100 tahun. Emisi abu mencapai ketinggian 40.000 kaki, dan 370.000 orang dievakuasi dari radius 20 km zona bahaya. Diperkirakan hingga 275 orang tewas akibat aliran piroklastik dan hujan abu.

Apakah Merapi berubah perilaku ?

Pasca Letusan 2010

Belum dapat diketahui dengan pasti tentunya, karena yang terlihat kemarin perubahan morfologi dipuncaknya, sedangkan periodisitas kemungkinan besar manifestasi dari aktifitas bawah permukaan.

Masih banyak yang PeeR harus kita ketahui tentang Gunung Merapi yangmerupakan salah satu gunungapi teraktif di dunia.

Bacaan tentang Gunung Merapi :

2 Tanggapan

  1. Terimakasih Pak untuk sharingnya

  2. Apakah bahasa sederhananya adalah Merapi sedang kentut tanpa ampas Pak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: