PII kurang jeli : Kekurangan insinyur dan kehilangan insinyur.


berebutMenanggapi artikel dibawah ini : http://www.gatra.com/nusantara-1/nasional-1/31100-insinyur-indonesia-harus-siap-hadapi-“insinyur-impor”.html

Menurut Bobby, insinyur Indonesia saat ini pantas untuk cemas, karena negeri ini hampir pasti akan menjadi lahan empuk bagi para insinyur asing. ‘Peringatan’ yang telah dikeluarkan oleh Kemenlu RI beberapa waktu lalu itu telah membuat banyak pihak cemas. “Setelah KEA berlaku di 2015, hampir dapat dipastikan para insinyur, tenaga ahli teknik, pekerja medis dan beragam tenaga asing lainnya dari berbagai bidang keahlian akan menyerbu Indonesia,” tambahnya.
Kekhawatiran yang wajar tetapi PII dan Kemenlu kurang jeli melihat fenomenanya. Paling tidak ada dua hal yang harus diperhatikan, kekurangan insinyur dan kehilangan insinyur. Yang lebih tepat  adalah Indonesia tidak cakap dalam menciptakan lapangan kerja yang bergengsi dan menghargai profesi insinyur dan geosaintis.
Dalam profesi ilmu kebumian (dan juga rekayasa/engineering)  khususnya ekstraksi (migas, tambang mineral maupun batubara, dll) Indonesia justru kekurangan tenaga ini, terutama kurangnya insinyur yang berkualitas. Hal ini diakibatkan juga oleh dua hal utama. Kurangnya jumlah lulusan insinyur berkualitas di Indonesia dan  insinyur Indonesia yang “kualitas eksport” sudah hengkang dari negeri ini, karena penghargaan remunerasi yang lebih rendah dari di LN. Sedangkan yang kemungkinan akan menyerbu masuk ke negeri ini adalah mereka yang hanya KW2 atau KW3, karena di dinegerinya juga tidak laku atau kalah bersaing bahkan dengan tenaga-tenaga kerja Indonesia yang sudah ada disana.

Negara-negara Asean, Malaysia, Thailand, Brunei dan juga Timur Tengah (Middle East) adalah negeri tujuan para Insinyur Indonesia dengan “kualitas ekspor”. Bahkan sudah banyak di negeri Eropa dan Amerika. Silahkan PII dan Kemenlu menengok lebih teliti berapa jumlah tenaga insinyur dan geoscientist Indonesia di negeri-negeri ini. Dan jangan lupa tanyakan “Berapa penghasilan mereka ?“. Insinyur-insinyur dan geosaintist Indonesia ini adalah hasil pendidikan lembaga pendidikan di dalam negeri yg sudah teruji kemampuan dan pengalamannya. Dan mereka juga mencari pekerjaan bergengsi dengan remunerasi sepadan.

Di dalam negeri di Indonesia saat ini memang sudah mulai banyak pekerjaan-pekerjaan besar namun tetap saja MASIH KURANG untuk menarik minat insinyur-insinyur Indonesia yang “kualitas ekspor”.

“Serangan” masuknya insinyur asing (selain Indonesia) ke Malaysiapun sudah dirasakan oleh beberapa rekan-rekan disana. Insinyur-insinyur ini dari India, Pakistan, dan bahkan Iran. Mereka ini bersaing dalam soal “harga”, berani dibayar lebih murah dari insinyur Indonesia. Bahkan beberapa insinyur ini “lari” dari negerinya untuk mencari ‘kemerdekaan’. Ya, kondisi negaranya dirasakan kurang memerdekakan mereka. Sehingga dengan digaji rendahpun mereka bersedia. Mereka dari negeri inilah yang juga akan merambah Indonesia dalam waktu dekat.

Jadi sekali lagi yang harus diperhatikan bukan hanya mencetak insinyur, tetapi juga “menciptakan lapangan kerja yang bergengsi dan memberikan remunerasi yang sepadan” dibandingkan dengan negara-negara lain.

9 Tanggapan

  1. Premios pak , utk adil nya insinyur impor harus di fit n proper test dulu , sebagaimana insinyur2 kita yg ekspor , bisa dipastikan telah lulus test . Untuk insinyur lokal yg belum kelas ekspor , di up-grade dulu-lah , tentu ada ketentuan dan aturannya. Hatur nuwun.

  2. […] Faktanya, kini Indonesia sedang mengalami kelangkaan professional serta ahli teknik . Terjadi krisis kelangkaan kandidat yang dianggap layak menjadi regional atau global talent. Tentu saja ini berdampak buruk […]

  3. Jika insinyur2 Indonesia sudah sangat kurang, seharusnya pemerintah bisa bijak menyikapi dan langkah baiknya mencetah insinyur Indonesia dari pada harus mendatangkan insinyur luar
    Mari kita cerdskan anak bangsa sebab merekalah generasi bangsa kita selanjutnya🙂

  4. endonesia…… gara2 politik yg gak jelas, potensi2 bangsa jadi terabaikan…. hmmmm… maunya semua jdi anggota DPR/DPRD coz bisa cpt kaya….

  5. Lha iyaa aku dulu kuliah tuk ngejar titel Insinyur e tp malah terus ganti ST12 yaa udah kulepas aja hehehe DO.com

  6. Mosok arep kerja di DN dengan renumerasi pas-pasan, ya mending ke mides, gaji gedhe+bisa ke umroh, bln puasa pulang cepet, di dn ada?

  7. Kuliah insinyur jangan mahal2 kalo perlu gratis biar tambah banyak insinyurnya

  8. Benar pakdhe..Indonesia memang kekurangan INSINYUR..lha kepiye, belakangan ini, mahasiswa teknik yang baru lulus kan gelarnya SARJANA TEKNIK.

    kalau sertifikasi profesi INSINYUR saja sulit didapat, gimana mau bersaing sama INSINYUR impor yang notabene belum tentu lebih baik dari seorang SARJANA TEKNIK..
    :mrgreen:

  9. Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: