Asteroid Seperempat Gunung Merapi Melintasi Bumi.


Asteroid 1998 QE2 (garis tengah 1.800 meter) melintas-dekat di awal Juni

Bayangkan jika seperempat bagian teratas Gunung Merapi kita penggal lalu diterbangkan ke angkasa. Seperti itulah gambaran asteroid 1998 QE2 yang bakal melintas-dekat Bumi pada 1 Juni 2013 dinihari waktu Indonesia.

😦 “Wahddduh Pakdhe, walau seperempat pucuknya Gunung Merapi tu kan guedhe bangget !”

Kalau ngamuk bawa kalkulator

Kalau ngamuk bawa kalkulator

Tulisan ringan Pak Lik Marufin kembali menggugah kita untuk mengamati angkasa. Kali ini beliau mendongeng tentang asteroid yg melintasi “dekat” dengan bumi.

Ukurannya sekitar 2000 meter (2 Km)

Asteroid 1998 QE2 atau asteroid 285263 (1998 QE2) adalah anggota asteroid dekat-Bumi kelas Amor yang memiliki diameter sekitar 1.800 meter, namun ada pula yang menyebutnya berdiameter 2.700 meter. Asteroid 285263 (1998 QE2) ini ditemukan pada 19 Agustus 1998 lewat program pelacakan Lincoln Near Earth Asteroid Research (LINEAR) yang diselenggarakan Massachusetts Institute of Technology dengan bertumpu pada teleskop yang dipangkalkan di medan percobaan peluru kendali White Sands, New Mexico (AS). Asteroid ini bakal melintas-dekat Bumi pada Sabtu 1 Juni 2013 pukul 03:59 WIB dengan jarak perlintasan hanya 5,84 juta kilometer atau setara 15,2 kali lipat jarak rata-rata Bumi-Bulan. Titik terdekat ke permukaan Bumi pada saat perlintasan itu terjadi adalah benua Afrika bagian selatan, tepatnya pada koordinat 20,58 LS 17,17 BT yang terletak di sekitar kota Otjiwarongo, Namibia.

😦 “Pakdhe, bumi ikut bergetar nggak ya akibat lintasannya ? Lah kan kalau gravitasinya besar bisa menyebabkan gempa”
😀 “Hust, jangan spekulasi !”

Meski melintas-dekat Namun demikian asteroid ini takkan jatuh ke Bumi karena tak memiliki potensi untuk berbenturan dengan Bumi. Saat perlintasan-dekat ini terjadi asteroid 285263 (1998 QE2) akan muncul sebagai bintik redup dengan magnitudo semu antara +10 hingga +11. Dengan demikian asteroid berpotensi untuk bisa dilihat dengan menggunakan teleskop medium hingga besar, sepanjang langit mendukung (tidak mendung). Peluang terbaik terjadi sebelum pukul 00:00 WIB, saat Bulan (dalam fase separuh) masih membayang di kaki langit timur dan baru saja terbit.

Patu disyukuri bahwa orbit asteroid ini tidak bersinggungan apalagi berpotongan dengan orbit Bumi sehingga tidak perlu khawatir bakal terjadi peristiwa tumbukan asteroid. Sebab dengan diameter 1.800 meter dan diasumsikan memiliki densitas 3,7 g/cc, maka asteroid ini berbobot sedikitnya 11 milyar ton. Dan karena melejit pada kecepatan tumbuk 55.000 km/jam, maka energi yang dilepaskannya bakal sebesar 320.000 megaton TNT atau setara dengan 16 juta butir bom nuklir Hiroshima yang diledakkan secara serempak. Sebagai pembanding, energi letusan gunung berapi terdahsyat sepanjang sejarah manusia modern, yakni letusan Tambora 1815, “hanya” 27.000 megaton TNT alias seper duabelas energi tumbukan asteroid 285263 (1998 QE2) ini. Jelas bahwa jika tumbukan semacam itu benar-benar terjadi, dampaknya bagi keseluruhan bola Bumi bakal sangat buruk.

Lintasan Asteroid 1998 QE2

Lintasan Asteroid 1998 QE2

Keterangan gambar : peta menunjukkan proyeksi lintasan asteroid 285263 (1998 QE2) di permukaan Bumi antara Jumat 31 Mei 2013 pukul 23:30 WIB hingga Sabtu 1 Juni 2013 pukul 08:30 WIB. Tanda silang (*) menunjukkan titik proyeksi saat asteroid berjarak terdekat dengan permukaan Bumi. Elemen orbital bersumber dari IAU Minor Planet Center yang diaplikasikan pada Starry Night Backyard. Peta bersumber dari Sky View Cafe.

Inset : asteroid 1998 QE2 (tanda panah), dalam observasi 17 Mei 2013 silam. Citra ini dibentuk dari 15 foto berbeda, masing-masing dengan waktu paparan 10 detik sehingga secara akumulatif mencapai 150 detik. Setiap foto dibuat dengan bertumpu pada posisi asteroid, sehingga saat ke-15-nya digabungkan, asteroid nampak sebagai bintik cahaya sementara bintang-bintang dilatarbelakangnya lebih berupa garis cahaya memanjang. Sumber : Remanzacco Observatory, 2013.

😦 “Wah ini mirip gambar Star Trail atau jejak bintang ini ya Pakdhe ?”

A Leonids Startrails atau Jejak bintang (meteor) Credit : John Stetson (Sebago Lake, Maine)

A Leonids Startrails atau Jejak bintang (meteor)
Credit : John Stetson
(Sebago Lake, Maine)

Catatan: asteroid berada dalam medan pandangan Indonesia dengan lintasan di langit bagian selatan hingga pukul 04:00 WIB

 

5 Tanggapan

  1. Lewat lagi kapan ya?

  2. Info yang menarik siap siap aja berdoa semoga gak terjadi musibah,,,,

  3. kalo gak pake teleskop bisa keliatan enggak ya..

  4. besarnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: