Belajar Arkeologi : Kontekstual Angkor Wat


Achmad Luthfi, Mantan Ketua IAGI

Achmad Luthfi, Mantan Ketua IAGI

Menyambung cerita konteks pembangunan sebuah peninggalan, situs atau bangunan lain, dibawah ini tulisan Achmad Lutfi (mantan Ketua IAGI).

😦 “Aseeek Pakdhe, Mantan-mantan Ketua IAGI ternyata pendongeng juga”

Diungkapkan dalam mailist IAGI-net, kemudian ditulis ulang sederhana dibawah ini.

Berita Pyramid G. Padang makin ramai setelah diekspose di forum IPA 2013 di booth IAGI. Melihat tulisan arkeolog yang diposting Bung Rovicky terdahulu tentang “KONTEKS” (Baca disini :Belajar Arkeologi  . Terkait tentang konteks ini, saya sharing apa yang saya lihat di Channel TV Asing (eqhd) yang menayangkan bangunan ANGKOR WAT dan ANGKOR TOM beserta “KONTEKSnya”.

Konteks dalam hal ini adalah hubungan ANGKOR WAT dan ANGKOR TOM dengan KERAJAAN KMER dan BAGAIMANA RAJA SURYAVARMAN II MEMBANGUN ANGKOR WAT, dan BAGAIMANA RAJA JAYAVARMAN VIII MEMBANGUN ANGKOR TOM. Tayangan ini diperagakan dalam film layaknya film sejarah yang sekuen sejarahnya direkonstruksi berdasarkan dokumen dan bangunan ANGKOR WAT dan ANGKOR TOM berdasarkan hasil penelitian para ahli dari Universitas di Jepang, Universitas di Korsel, Universitas di England, Universitas di Perancis, dan Universitas di Kanada (maaf saya lupa nama universitasnya). Dalam setiap episode tayangan ditampilkan penjelasan oleh nara sumber dari masing2 universitas sesuai bidang keahlian masing2.

Angkor Wat

800px-Buddhist_monks_in_front_of_the_Angkor_Wat[1]

Angkor Wat saat ini (sumber wiki)

Angkor Wat sampai saat ini diakui sebagai masterpiece di bidang arsitektur dan the bigest ancient building. Pembangunannya mulai dari perencanaan sampai pelaksanaannya dikomando langsung oleh Raja Suryavarman II, ini berarti yang membangun adalah Negara dengan sistim manajemen terintegrasi sampai tingkat puncak dengan satu komando langsung dipegang Raja. Rasanya tak mungkin merancang dan membangun suatu karya bangunan yang MASTERPIECE kalau ditangani secara parsial manajemennya. Pemilihan lanskap dan jaringan tata air (drainage-nya) dinilai oleh ahli perancis sistemnya modern walau dibangun ribuan tahun sebelum Masehi, begitu juga pemilihan quari-nya sebagai sumber bahan bangunan berupa batu pasir berkualitas prima kata ahli dari universitas di Kanada. Quarinya terletak di bukit Kuein yang berjarak 25 Mil dari lokasi Angkor Wat, cara memotong quari menggunakan perkakas besi yang sederhana (Jawa : berbentuk seperti linggis), quari dipotong berbentuk kubus lalu ditarik gajah ke tepi sungai Mekong selanjutnya diangkut dengan rakit bambu. Begitu juga alat pahat untuk mengukir relief dari besi berbentuk sederhana (Jawa: tatah) dan perkakas terbuat dari kayu. Setiap suatu tahapan selesai Raja memeriksa dan konsultasi dengan para ahlinya sebelum Raja memutuskan untuk melanjutkan tahap berikutnya. Dalam film tak terlihat penggunaan semen dalam pembangunan Angkor Wat, penggalian pondasi dilakukan secara sederhana dengan linggis dan batang kayu yang diruncingkan salah satu ujungnya, kemudian balok batu pasir dimasukkan kedalam lubang dipasang interlocking satu balok dengan balok lainnya, mungkin jaman itu belum ditemukan semen. Begitulah sampai bangunan Angkor Wat selesai tak terlihat penggunaan semen. KONTEKS yang sangat jelas adalah pembangunan Angkor Wat dilakukan dengan organisasi yang besar dengan sistim manajemen terintegrasi langsung dipimpin oleh Raja.

Angkor Thom (sumber Wiki)

Angkor Thom (sumber Wiki)

Raja Suryavarman II dibunuh oleh pemberontakan salah satu wilayahnya dipimpin oleh Jayavarman, lalu Jayavarman naik tahta bergelar Raja Jayavarman I, wilayah kekuasaan Kmer menciut karena ekspansi kerajaan tetangga. Kerajaan Kmer berjaya lagi ketika dipimpin oleh Raja Jayavarman VIII, wilayah kekuasaannya meliputi Kamboja, Laos, Myanmar dan Daivet (Vietnam). Karena gengsinya Angkor Wat dibangun oleh Dinasti Suryavarman maka Dinasti Jayavarman membangun Angkor Tom yang dibangun bersamaan dengan istana baru Jayavarman VIII yang lokasi istana dan Angkor Tom bersebelahan. Bahan bangunannya juga dari quari di bukit Kuein, lokasi Ankor Tom berjarak sekitar 3 km dari Angkor Wat. Begitulah gengsi Dinasti, mirip juga di Istambul ada Masjid Haiya Sofia (sekarang sebagai museum) yang dulunya Gereja dibangun jaman Romawi dikala Istambul bernama Bizantium, ketika Kekaisaran Othoman nama Bizantium diganti Istambul dan di Haiya Sofia dibangun masjid besar Blue Mosque.

Angkor-Maurice-Fievet-03[1]

Masa Pembangunan Angkor, menurut seorang artis Maurice Fievet

Kembali ke Angkor Tom, quari kualitas prima dan utama sudah habis dipakai membangun Angkor Wat, maka tinggal quari KW dua yang dipakai membangun Angkor Tom kata ahli dari Universitas di Kanada, makanya Angkor Tom yang dibangun belakangan cepat rusak dibanding Angkor Wat. Kerusakan Angkor Tom sekarang mencapai hampir 70%, sedangkan kerusakan Angkor Wat hampir 20%. Teknik pembangunan Ankor Tom dan pengorganisasian pembangunannya tak berbeda dengan Angkor Wat, mungkin karena ini yang masuk 7 keajaiban dunia adalah Angkor Wat dan oleh Unesco sebagai bangunan warisan dunia, sekarang ada bagian yang direstorasi dengan dana dari Unesco. Konteks pembangunan Angkor Tom juga erat dengan tata kelola kerajaan baik pengorganisasian, teknik manajemen maupun pendanaan.

Kembali ke situs Pyramid G. Padang yang konon kabarnya lebih besar dari Borobudur, Borobudur yang besar dan megah dibangun oleh Raja Syailendra kalau tak salah 7 tahun sebelum masehi, kira2 pengorganisasian dan teknik manajemen pembangunannya tak berbeda dengan Angkor Wat, begitu juga teknik penggalian pondasi, teknik memotong batu maupun teknik membuat relief. Guna Darma sebagai arsitek tampaknya juga tak punya otoritas penuh, semua otoritas dipegang oleh Raja Syailendra (begitulah organisasi yang orthodoks). Borobudur berlatar belakang BUDA sedangkan Angkor Wat berlatar belakang HINDU.

Begitu juga kalau kita lihat Pyramid Mesir, organisasi pembangunan dan sistim manajemennya tidak mungkin ditangani secara parsial, pembangunan Pyramid dilakukan oleh kerajaan jaman Dinasti Ramses II ( Raja Fir’aun) di era Nabi Musa. Kalau kita masuk kedalam Pyramid Mesir, ruangan (rongga) berbentuk lorong setinggi setengah badan, jadi masuknya harus nunduk baru sampai di sentral Pyramid orang bisa berdiri, itupun ruangannya tidak luas (kebetulan saya sempat berkunjung ke Pyramid Mesir dan masuk ke dalamnya, maaf belum sempat ke Pyramid G. Padang, saya juga pernah berkunjung ke Angkor Wat, Angkor Tom dan candi di sekitarnya di Siem Rief, Kamboja, maupun berkunjung ke Haiya Sofia dan Blue Mosque di Istambul makanya memberanikan diri untuk sharing disini).

Membangun Piramid Giza by Green, Harry (b.1920)

Membangun Piramid Giza by Green, Harry (b.1920)

Pyramid G. Padang belum tahu konteksnya, hanya diinterpretasi dari survey geolistrik, eskavakasi parsial oleh Tim Terpadu (TT), disimpulkan ada rongga besar (Pyramid Mesir Rongganya/Ruangannya sangat kecil lainnya tumpukan batu masif), rongga ini ditafsirkan oleh Arkeolog sebagai bangunan berbentuk Pyramid. Ditemukan potongan dyke yang horisontal dan melengkung ditafsir kan sebagai undakan dan pintu masuk. Kalau lihat foto potongan Dyke yang diposting di milis ini mirip sekali dengan Devil Tower yang pernah disinggung Pak Kusuma di Wyoming dalam renungan beliau sebanyak 7 lembar (dicetak Pak Bandono), renungan beliau saya baca sampai habis 2x (sangat menarik menurut saya, kagum). Pak Kusuma katakan kalau Dyke di Devil Tower dikunjungi oleh dosen geologi dan diajarkan sebagai hasil tangan manusia wah celaka. April 2010 saya berkesempatan mengunjungi Dyke yang Dyke yang dikenal sebagai Devil Tower yang menjadi Taman Nasional Amrik, tempatnya dekat kota kecil Rapid City tempat saya menginap di South Dakota. Saya tak paham persis apakah Devil Tower ini masuk negara bagian South Dakota atau Montana atau Wyoming seperti disinggung Pak Kusuma. Saya naik ke Devil Tower sampai bagian bawah Dyke yang bisa didaki, bentuk keatasnya mengecil mirip segi empat yang mengerucut keatas dan di puncaknya datar tidak lancip. Secara vertikal Devil Tower ini terdiri dari batangan2 batuan beku memanjang vertikal persis seperti susunan batangan2 kayu yang disusun berdiri. Bagian bawanya ada debris potongan batangan, ada yang horisontal dan ada yang melengkung, batangan yang melengkung ini berasal dari bagian bawah (Devil Tower seperti pohon kelapa yang bagian bawahnya besar lalu melengkung keatas mengecil). Potongan Dyke di G. Padang persis debris yang ada di Devil Tower. Dibawah Devil Tower ada taman dan di taman ini ada pusat informasi Devil Tower yang juga menjual buku2 dan peta terutama tentang Devil Tower, juga pernak-pernik souvenir.

Devil Tower (columnar joint, batu beku berbentuk balok-balok memanjang.

Devil Tower (columnar joint, batu beku berbentuk balok-balok memanjang.

😦 “Wah Pakdhe, membangun bangunan memerlukan bangsa besar, memerlukan penduduk yang banyak, Pasti bangsa yang besar begitu ya ?

Pak Luthfi mengatakan bahwa, sharing ini sama sekali jauh dari mengecilkan apa yang dihasilkan oleh TT apalagi tidak menyemangati TT. Beliau  tetap memberikan semangat untuk membuktikan apakah itu Pyramid atau bukan, jangan lupa untuk melihat “Konteks”-nya terutama yang terkait dengan sejarah Kerajaan, karena tak mungkin situs bangunan purba yang besar pengorganisasian dan manajemennya ditangani secara parsial, hampir bisa dipastikan ditangani oleh Kerajaan.

3 Tanggapan

  1. […] « Belajar Arkeologi : Mengapa Situs Purbakala Penting Untuk Dilindungi ? – 1 Belajar Arkeologi : Kontekstual Angkor Wat » […]

  2. Memang columnar joint buatan alam sangat bisa di salah tafsirkan sebagai buatan manusia kuno. Banyak kekar lembaran di penjuru dunia seakan-akan terlihat sebagai sisa-sisa bangunan buatan manusia. Saya pernah menerjemahkan postingan koleksi dari formasi-formasi basal yang lebih indah dan lebih mirip buatan manusia drpd gunung padang dan memostingkannya disini:

    http://versesofuniverse.blogspot.com/2013/02/14-formasi-basal-yang-menakjubkan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: