Dampak Riset pada Kesenjangan Antara Penemuan dan Produksi


Grafik dibawah ini adalah sebuah pengamatan antara penemuan minyak dan produksi.

Ini menunjukkan penemuan minyak dan konsumsi minyak sejak 1930 sampai 2008. Garis hitam menunjukkan konsumsi minyak. Perhatikan puncak konsumsi pada tahun 1979 sesuai dengan krisis minyak pertama. Penurunan 5 tahun berikutnya konsumsi minyak dikaitkan dengan transportasi bahan bakar yang lebih efisien dan melambatnya perekonomian dunia.

dampakRiset_Discovery

Ini fakta sejarah yang harus kita cermati karena menentukan masa depan dunia. Grafik ini dibuat 2008 apa yang terjadi setelah 2008 adalah ekstrapolasi dan spekulasi pada waktu itu, namun tidak berubah banyak.

Bar abu-abu menunjukkan penemuan minyak. Yang terkenal pada awalnya adalah penemuan minyak besar Kuwait (Burgan), yang ditemukan pada akhir 30-an dan Ghawar, lapangan minyak terbesar dunia , yang ditemukan pada tahun 1948. Perhatikan bahwa tingkat penemuan memuncak sekitar tahun 1966. Perhatikan juga bahwa konsumsi melebihi penemuan setiap tahun sejak tahun 1984. Sekarang kita dapat melihat adanya kesenjangan yang semakin membesar antara penemuan dan produksi.

Perhatikan kesenjangan yang membesar antara penemuan dan produksi.

Produksi minyak saat ini masih mengandalkan penemuan-penemuan minyak 40 tahun yang lalu. Pencarian untuk minyak terus tapi penemuan minyak diproyeksikan akan berkontribusi sedikit untuk produksi minyak diproyeksikan pada tahun 2030. Tingkat penurunan penemuan minyak membuatnya sangat jelas, beberapa orang dan rata-rata orang melihatnya sebagai bukti bahwa  sebagian besar minyak telah ditemukan.

Besarnya dana riset turun maka penemuan turun.

Namun menurunnya penemuan migas ini bagi seorang explorationist, ahli eksplorasi, bukan hanya disebabkan semakin sulitnya menemukan, tetapi juga karena banyak tidak tahunya. Ketidak tahuan ini dicerminkan dengan grafik warna merah yang memperlihatkan penurunan dana riset. Dengan demikian dapat juga ditarik kesimpulan lain bahwa penurunan penemuan disebabkan keenganan mencari lapangan-lapangan baru namun lebih suka memeras yang sudah diketemukan.

Adanya selang puncak grafik merah dengan penemuan sebesar 5-8 tahun, menunjukkan bahwa riset yang dilakukan hari ini baru akan berdampak 5-8 tahun kemudian. Ingat, meningkatkan produksi minyak bukan dengan memutar keran yang dapat dilakukan dalam semalam. Tetapi hasil keringat hari ini akan terlihat lima tahun kemudian.

😦 “Pakdhe, bagaimana dengan penemuan raksasa-raksasa sebelumnya di Kuwait, Arab, Siberia dll, itu ?”

😀 “Penemuan yang sangat besar, berupa anomali, juga disebabkan oleh kejadian anomali. Jadi jangan melihat yang anomali-anomali. Lapangan besar banyak diketemukan karena faktor keberuntungan, atau luck

Bagaimana dengan Indonesia ?

Indonesia tentusaja juga mengalami hal yang sama. Penemuan migas semakin kecil dan semakin sedikit namun yang mnarik ada dalam grafik dibawah ini.

penemuan dan usaha

Sunjaya dan Cipi dari SKKMIGAS (dulu BPMIGAS) melakukan studi dan pengamatan apa yang telah terjadi di Indonesia. Grafik yg diatas menunjukkan jumlah pengeboran dan jumlah sumur yang sukses. Grafik itu menunjukkan success rasio yang semain baik. Artinya tebakan serta tembakan para eksplorationist semakin jitu, semakin pnadai menentukan lokasi. Lah iya lah, wong daerah eksplorasinya sudah dikerjakan bertahun tahun disitu-situ saja. Namun grafik yang dibawah menunjukkan bahwa lapangan yang diketemukan semakin lama semakin kecil.

Kalau diteliti lebih lanjut, sudah dapat diduga karena daerah yang dibor dan dieksplorasi adalah daerah atau blok yang sudah produksi, dimana biaya pengeborannya akan masuk cost recovery dan tentusaja konsekuensinya besarnya lapangan makin lama makin kecil, yang besar sudah di bor duluan.

Bagaimanapun riset itu diperlukan untuk :

  • Mencari jenis jebakan baru didaerah yang sudah berkembang (sudah diketemukan migas)
  • Mencari daerah baru yang belum pernah diketemukan migas sebelumnya.

Sudah jelas bahwa kalau ingin meningkatkan produksi migas tidak hanya dengan mengebor sumur saja, tetapi juga melakukan riset-riset untuk menemukan ide eksplorasi.

2 Tanggapan

  1. Setuju dengan pernyataan yang terakhir, agar produksi minyak bisa meningkat harus melakukan riset untuk menemukan tempat lain yang mungkin bisa jadi sumber minyak

  2. Kalau rasio kesuksesannya meningkat berarti ada peningkatan pula pada kualitas tenaga ahlinya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: