JANGAN DATANG kalau diundang rekanan maupun partner, walaupun untuk Buka Bersama !


Pekan kemarin saya ke Kuala Lumpur dan menyempatkan melantik Komisariat IAGI Kuala Lumpur. Ada satu hal menarik dalam diskusi tentang Petronas. Banyak sekali input-input tentang sepak dan terjangnya perusahaan ini dalam industri migas.

Kalau saya ditanya satu hal apa yang terpenting supaya dapat memberikan contoh yang dijalankan Petronas dan perlu dijalankan di Indonesia. Tentunya bukan hanya untuk perusahaan migas, tapi juga untuk yang lain. bribe[1]

JANGAN DATANG kalau diundang rekanan maupun partner, walaupun untuk Buka Bersama !

Ini kejadian tahun lalu ketika karyawan Petronas mendapat undangan untuk buka bersama diundang oleh salah satu Service Company terbesar. Tentusaja undangan ini serasa wajar, apalagi itu waktu puasa. Acara buka bersama merupakan acara khidmat yang rasanya  jauh dari urusan “rasuah” (suap). Menghindari sesuatu yang tidak diinginkan dengan cara diatas dilakukan oleh Petronas dengan mengundang karyawannya dan memberikan penjelasan policy perusahaannya dalam sebuah workshop.
Ketika saya konfirmasi, begini kata kawan kita disana :

Setahun tahun terakhir Petronas menerapkan “No Gift Policy” sebagai bagian dari Petronas Code of Conduct and Business Ethics (CoBE). CoBE sangat njelimet dan sangsinya juga keras. CoBE disosialisasikan ke seluruh warga melalui workshop-workshop yang wajib dihadiri oleh setiap person. Yang belum ikut akan dikirimi email peringatan sampai berkali-kali, ujung-ujungnya kalau ada workshop berikutnya terpaksa ikut….. Di workshop dinyatakan kenapa kita diundang untuk sesuatu acara oleh service companies, dan lain-lain hal didiskusikan sampai detail dengan contoh-contohnya.

Dengan CoBE ini saya merasakan segala sesuatu yang berbau ‘rasuah’ menurun drastis. Buka puasa bersama yang diundang service companies nggak rame yang hadir. Gift-gift seperti diary, kalender, kaos, topi, thumb drive dan gadget-gadget lainnya menurun drastis. Jangan harapkan tiket F1 gratis seperti yang pernah saya bagi ke Pak RDP dulu….. mustahil dah sekarang….

Nah kalau kita siap untuk yang diatas, insya Allah yang lain akan lebih mudah dijalankan.

14 Tanggapan

  1. sangat sulit menolak undangan apalagi undangan untuk berbuka bersama

  2. mantap…
    seharusnya diterapkan juga ke pejabat2.., apalagi jaman sekarang sdh pakai gratifikasi seks buat om2 yg hidung warnawarni.. hehehe….

  3. Wah program yang bagus tuh, sekarang sepertinya banyak gratifikasi yang dihalalkan.
    tapi kadang dari pihak penguasa/yg berkepintingan yang mancing2 suasana🙂

  4. harus berhati2 jika mau menghadiri suatu undangan informal seperti ini bisa jadi diniatkan sebagai cara untuk menyuap

  5. Kalau sudah ada panduan yg jelas, tidak perlu bingung mencari alasan untuk tidak hadir. Bravo dah!

  6. kalo begitu,pzti bakal merindukan hari kemarin ..

  7. Sampai segitunya, coba jalan-jalan di mari Persiapan Berlibur ke Pulau Tidung

  8. baru tahu ada CoBE juga, sebelumnya cuman tahu CoC. ikut belajar standarisasi punya suwasta

  9. miris klo liat Indo cm gigit jari thdp energi minyak n gasnya sndiri

  10. Apapun kondisinya yah namanya kl undangan mah dateng aja kl nda bisa ya blang ndak bisa dateng,,gitu aja kok repot,,🙂
    Mampir kesini yo : Pekanbaru

  11. indonesia kudu belajar nih yang beginian…🙂

  12. biar ga sungkan n terlalu menharap😀

  13. Reblogged this on Jurnal Simbangando and commented:
    Seperti kata Aa Gym mulai dari yang kecil, mulai dari diri kita, mulai saat ini.

  14. Seperti kata Aa Gym mulai dari yang kecil, mulai dari diri kita, mulai saat ini. Btw, pakdhe sempat dapat tiket F1?😀


    –> Iya bener. Saya sekali dikasi tiket F1 oleh kawan saya yg bekerja disana wektu itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: