Awal sebuah kecelakaan salah satunya akibat keteledoran dan ketidak pedulian.


20120831-204647.jpg

B 7019 IW

😦 “Looh ada Pakdhe dengan plat nomor diatas ?”

🙂 ” Lagi kesel Thole, kendaraan dengan Plat No diatas itu sebuah Bus Bianglala yang sore pulang kantor tadi nabrak mobilnya Budhe”

Ya, sebuah kejadian kecelakaan memang buka sebuah kejadian yang diiinginkan. Dan bahkan walaupun kita sudah berhati-hati dijalan, atau malah berhenti karena macetpun sebuah kecelakan dapat tak terhindarkan.

Yang membuat saya jauh lebih khawatir adalah karena supir yg membawa Bus Bianglala itu bukanlah supir yang seharusnya. Sepertinya kenek atau bahkan teman si supir. Saya menjadi semakin yakin dan mengerti mengapa keteledoran seperti ini selalu saja terjadi.

Segera sesaat setelah kejadian, saya berusaha menghentikan Bus Bianglala yg terlihat cenderung akan melarikan diri. Bus inipun akhirnya berhenti dan saya menemui si supir, ntah supir gadungan. Setelah dibentak sama Budhe, barulah ketahuan bahwa yang membawa bus ini bukanlah supir yg seharusnya.

😦 “lah dibentak gimana to Pakde”

🙂 ” Bude Laras bilang mau lapor ke polisi atau ke perusahaannya”

Memang ktika akhirnya saya telepon ke perusahaan Bianglala ini, merekapun tidak memberikan tanggapan apapun. Meminta damai saja dengan supir. Whaat !!.

Bahkan ketika petugas Bianglala di telepon tidak tahu siapa yang bertanggungjawab pada kendaraan bus yang dibawanya. Ini menunjukkan ignorance atau ketidak pedulian perusahaan pada kendaraan dan armadanya. Tentusaja si supir dan si supir gadungan tidak mau menyerahkan SIM atau STNKnya, dengan mengatakan STNK tidak dibawa dan hanya ditaruh di kantor. Juga mengaku SIMnya ditahan polisi di Sudirman. Sayapun tahu itu hanya alsan saja.

😦 ,”lah trus pakdhe gimana kalau nanti nyari bener supir itu atau bukan ?”

😦 “lah ya difoto saja wajah-wajah mereka. Nantinya ga bakalan mengelak wong wajahnya ada didepan busnya yg juga penyok”

Sebenernya bukan penggantian yang saya inginkan. Karena saya sadar, ngga mungkin supir ini mampu mengganti biaya perbaikan. Namun keprihatinan, ketidak pedulian, serta hilangnya rasa tanggung jawab supir dan pengendara seperti inilah yang berujung pada korban-korban kecelakaan di jalan raya.

Pembelajarannya adalah, berhati-hati dijalan saja tidak mencukupi. Kita harus juga ekstra hati-hati dan berdoa. Karena kita tahu apa yang akan terjadi dijalan.

Take care !,

8 Tanggapan

  1. Tu bmp 374

  2. kalau kitanya saja yang berhati2 namun pengguna jalan raya lainnya tidak, bisa saja akan tetap terjadi kecelakaan..
    nice sharing dan semoga kejadian seperti ini tidak menimpa anda lagi..

  3. Itu kesalahan PO nya yang gak mau tanggung jawab. Banyak kasus karena sudah jengkel busnya dirusak seluruh kacanya atau sampai dibakar, katanya biar jera.

  4. Pakde, lainkali supir atau PO Bianglala-nya dikasih ini saja… http://www.scribd.com/doc/100793683/Law-no-22-year-2009-on-Road-Traffic-Bahasa-Indonesia undang-undang lalulintas yang baru! biar pada ngerti lalu lintas dan concern kalo setahun itu rata2 31rb orang tewas dari 100-an ribu kasus lakalantas! uedan tenan og piye…

  5. pak polisi jika datang pun akan lebih suka jika pakde/bude berdamai dengan supir bus. indonesia memang cinta damai. tidak peduli terhadap penegakan kebenaran.

    supir resmi pun biasanya tidak dilindungi perusahaan ketika terlibat kecelakaan, meskipun kadang bukan kesalahan sang supir (semisal motor yg menyenggol bus lalu tersambar/terlindas kendaraan lain, atau tersenggol truk)

  6. haduh, ternyata begitu perusahaannya.. bisa2 busnya kebakaran pun perusahaan tidak peduli,,,,

  7. Saya menunggu polisi cukup lama tidak ada yg datang. Sehingga memacetkan jalan karena buss berhenti dijalan. Ini salah satu kelemahan ketidak tegaan kami. Ya ketidaktegaan ini bisa menimbulkan korban bila si pelaku tidak jera juga. Saya lapor telepon kantornya Bianglala pun tidak ditanggapi, disuruh damai dengan supir ..”…. Damai, maksud loe ?” perusahaan ini ternyata juga ga mau tanggung jawab

  8. Pakde kenapa tidak lapor ke Polisi saja, ini sopir sama pengganti sopir harus diberikan sanksi berat termasuk yang punya perusahaan otobus karena semua tidak ada tanggung jawab sama sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: