Mengapa Air Di Dalam Kendi Lebih dingin ?


Tahu kan, kendi, tempat air minum yang terbuat dari tanah liat ? Mestinya tahu donk.

Image

Kendi. Sudah tergantikan dengan bahan plastik (sintetik) tetapi proses pendinginan air hanya terdapat pada kendi. Foto kendi ini diambil didaerah Bayat Klaten yg menghasilkan kendi berkualitas.

Jaman dahulu sebelum ada lemari es atau kulkas, orang Jawa menggunakan air kendi sebagai pendingin. Ya sebagai pendingin. Bagaimana proses pendinginan ini terjadi ?

Kendi terbuat dari tanah yang akhirnya membuat kendi memiliki pori-pori di permukaanya. Air di dalam kendi akan merembes kemudian menguap melalui pori-pori ini. Kita tahu dalam proses penguapan memerlukan kalor (panas) yang tentusaja harus diperoleh dari lingkungan sekitar termasuk di bagian dalam kendi. Karena kalornya diambil maka air di dalam kendi akan lebih dingin.

Proses pendinginan air karena perpindahan kalor akibat penguapan ini tidak terjadi pada bahan plastik atau kaca sebab pada bahan kaca atau plastik tidak ada pori-porinya.

:( “Wah jadi inget. Dulu Pakde menaruh kendi didepan rumah di Pulo Gebang Permai. Kok sekarang nggak lagi Pakde ?”

:D “Lah dirumah yang sekarang sudah tidak ada tukang ojek didepan rumah, Thole “

About these ads

13 Tanggapan

  1. Kendi = KENapa DIngin, ya karena diembunkan !

  2. mbahku sampe sekarang masih pake kendi kalo minum aplgi kalo pagi terasa banget dinginnya dan terasa lebih segar banget dari yg ad di kulkas jd kangen mbah euy

  3. pinter-pinter. mungkin kena tuah sunan bayat jadi dingin dsn dingiiiiin.

  4. Sekarang sudah jarang orang2 menggunakan kendi untuk tempat menyimpan air.
    Jadi terinspirasi untuk membeli kendi air, pasti airnya akan lebih segar dari pada yang ada di kulkas

  5. kalo ditafsirin mungkin gini ya pakdhe.
    air itu kan dingin dan berwujud,dan tanah kan berpori-pori.kalo ga dipanasin air mana bisa menguap.lalu diciptakanlah kendi,supaya air bisa di “uapin”.
    yahh..asal airnya air segar menyehatkan aja lah pakdhe.bukan air dari “tempat” yg ga bersih…^_^

  6. Saya juga sudah lama gak lihat air kendi dipinggir jalan. Apa karena udah gak ada kendi atau rasa persaudaraan mulai ditinggalkan

  7. o, begitu ya…. memang mantap kalau minum pake kendi…

  8. jadi inget nonton kethoprak tobong. selalu ada adegan nenggak air di kendi.

  9. share…

  10. masih bingung… prosesnya sama kayak klo tubuh kita kepanasan akan mengeluarkan keringat. Tapi masih bingung, mengapa harus “mengambil” kalor dari dalam kendi untuk menguapkan air?

  11. unique! :)

  12. Reblogged this on kikiwisaka.

  13. logis pak dhe, sip sip
    di bayat klaten masih banyak ( kalau berangkat kuliah lewat sono ), hehehehehee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 4.178 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: