Terjadinya banjir Padang saat buka puasa – Kenali topografinya


Banjir bandang yang melanda Padang pada sore hari menjelang buka puasa pada Hari Selasa, 24 July 2012 tentusaja mengagetkan.

😦 “pakde, semua bencana ya selalu mengagetkan. Wong ga pakai rencana”

Kerugian materil menurut BNPB antara lain :

  • 1 rumah hanyut di lokasi Ujung Tanah Lubuk Begalung.
  • 50 unit rmh terendam (Sungai Batang Arau)
  • 50 unit rmh terendam (Perumahan indah pratama-Kalumbuk-Balai Baru)
  • 1 komplek perumahan terendam.
  • 1 unit mobil hanyut
  • 1 tanggul saluran irigasi jebol

Banjir bandang diakibatkan oleh hujan deras yang turun selama lebih dari 3 jam dan meningkatnya debit air pada hulu S. Lubuk Kilangan dan S. Batang Kuranji

Bagaimana banjir ini terjadi ?

Bencana banjir bandang menerjang Kota Padang Sumbar terjadi pada Selasa 24 Juli 2012 malam, dipicu terjangan badai, dan hujan deras sejak sore. Puncaknya, sekitar pukul 18.30 WIB, air mulai meluap di hulu sungai Lubuk Kilangan Kecamatan Lubuk Kilangan dan Hulu Sungai Batang Kuranji Kecamatan Kuranji.

Gambar dibawah ini menunjukkan morfologi di hulu sungai-sungai yg mengalir di Kota Padang. Terlihat daerah tangkapan air (catchment area) yang sangat luas dihulu yang akhirnya menyempit di sekitar Padang. Morfologi yg mudah terliat di Google Earth ini memperlihatkan juga adanya endapan kias aluvial di didekat mulut daerah tangkapan air.

Endapan ini menunjukkan dengan jelas bahwa proses banjir bandang pernah terjadi dimasa lalu. Dan ini menunjukkkan bahwa potensi itu sudah harus dikenali.

Topografi berupa kipas tangkapan air atau sering disebut juga DAS ini merupakan topografi umum yang sering kita jumpai. Coba kenalilah sekelilingmu. Lihat dalam google earth. Kemudian coba buat alur-alur sungainya. Nanti alur sungai ini akan bertemu pada satu tempat dimana disitulah lokasi yang sering atau lokasi yang berpotensi banjir.

Daerah tangkapan air yang luas inilah yang menyebabkan terkumpulnya air hujan deras. Ketika air hujan membasahi dan menjadikan tanah jenuh, maka suatu saat stabilitas lerengnya akan terlampaui yang menyebabkan longsornya lapisan tanah. Lapisan tanah yang mengandung air inilah yang akhirnya menyebabkan banjir bandang.

Proses banjir bandang ini mirip sekali dengan yg trjadi di Wasior yg pernah ditulis disini.

https://rovicky.wordpress.com/2010/10/18/banjir-bandang-bagaimana-terjadinya/

Bagaimana topografi ini terbentuk ?

Pembentukan bentang alam terdiri dari dua gaya, yaitu gaya endogen dan gaya eksogen.

Gaya endogen beasal  dalam bumi termasuk didalamnya tektonik, pengangkatan, erupsi vulkanik. sifatnya “membangun”. Sedangkan gaya eksogen termasuk didalamnya pelapukan, erosi, abrasi, juga termasuk mekanisme longsoran dan banjir bandang.

Salah satu proses pengukiran oleh gaya eksogen membentuk topografi atau morfologi ini dalam ilmu kebumian ada yang disebuat proses denudasi atau proses penelanjangan, (dari kata nude=telanjang). Ya biasanya topografi ini tutpan paling luar atau paling atas adalah tanah, hasil lapukan. Kemudian didalamnya ada batuan segarnya, disebut bedrock.

Ketika hujan tanah ini menyerap air. Namun bila curah hujan sangat tinggi akan menyebabkan kejenuhan yg menurunkan daya dukungnya. Lereng yg biasanya stabil menjadi mudah runtuh ketika jenuh banyak mengandung air. Nah ketika runtuh inilah menyebabkan air limpasannya bercampur batu, kerikil, kerakal dan lumpur. Inilah luapan banjir yg sering dikenali sebagai banjir bandang. Kalau material yg terangkut lebih banyak batu-batuan besar ada yg menyebutkan galodo.

Bagaimana mencegahnya ?

Proses pembentukan alam ini tentusaja proses alamiah, tetapi proses ini semestinya dapat diketahuiotensi bahyanya. Mnusia seringkali berperan dalam mempercepat proses longsoran ini, ntah dengan penggalian yg menganggu kestabilan lerengnya, atau menebangi hutan sehingga menyebabkan proses erosi dipercepat, dsb.

Jadi yg terpenting adalah mencegah kegian akibat berjalannya proses ini. Ketahui kondisi lingkunganmu, cegah percepatan Proses denudasi ini ini benar. Kontrol tanaman dan besarnya sudut kelerengannya. Dan WASPADA dimusim hujan.

10 Tanggapan

  1. sayang sekali data hujan saat kejadian tidak ada!

  2. wah banjir dimana mana nih

  3. Saya turut berduka pula pada seluruh korban..
    Dan semoga kita semua menjadi lebih terbuka dengan alam dan mau untuk menjaga serta merawatnya agar tidak terjadi bencana yang bisa merenggut nyawa banyak orang

  4. Harus ada upaya pencegahan ya kalo gitu
    Jadi nambah ilmu ni Pak
    terima kasih

  5. di fak Geografi UGM ada pak Dr. Danang ..dosen muda kreatif mbikin alat peringatan dini sederhana …. prinsipnya kalo tidak salah menggunakan data curah hujan yang potensial jadi banjir ato longsor.. dan pernah dicoba di kulonprogo.. desertasi beliau juga tentang longsor jawa… semoga alatnya bisa diperbanyak/di share…

  6. […] Terjadinya banjir Padang saat buka puasa – Kenali topografinya […]

  7. pak, boleh dikutip ya pak?

  8. Sebaiknya dipasang peringatan dini di hulu sungai biar masyarakat padang siap apabila ada air intensitas tinggi dari atas

  9. Iya y pak, pdahal udh bsa d amatin sblomnya tuh. Hrusnya bsa ada prencanaan lahan dri pemdanya.
    Jrang d pke kli y geologis di pemerintahan indo. . Hha.

  10. Turut berduka bagi korban bencana banjir bandang di Padang.sempat baca di media maya bahwa memang terjadi pembalakan liar disana sehingga mempercepat proses terjadinya erosi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: