Benarkah kita dibohongi “Peak Oil” ?


Hingar dan bingarnya pembahasan harga BBM juga membuka pembahasan lain tentang pengetahuan pembentukan minyak bumi. Salah satu yang sering disebarkan adalah dongengan dengan judul Kebohongan Peak Oil. Dibawah ini beberapa penjelasan tentang pembentukan minyak dan benarkah dugaan peak oil ini ?

😦 “Pakdhe, menutup kebohongan dengan kebohongan ya akhirnya terkuak”
😀 “Lah kalau sudah jujur saja dibilangin bohong mau ngomong apa lagi ?”
😦 “Pakdhe, Itu kan tulisannya dari sini. Mosok unipersitas buat propaganda bohong ?”
😀 “Hust … itu kan servernya sajah ! yang nulis bukan atas nama institusinya”

Teori

Kalau kita berbicara dalam skala mega, bukan hanya makro, kita tahu ada dua Teori besar, Teori berdasar Ilmiah (sains) dan Teori berdasar  Agama. Demikian juga dalam pembentukan dan keterdapatan minyak bumi. Sebenernya kita ngga tahu persis mana yang benar mana yang salah, teori ilmiah hanya memberikan jalan bagaimana menjelaskan dan bagimana untuk mencari atau eksplorasi minyak. Tentunya dalam dongengan ini kita hanya bicara bukan teori agamanya doonk.

Teori inorganic oil

Kalau dalam kitab suci salah satu agama ada yg menyebutkan dari hujan minyak dimasa lalu. Jadi menurut salah satu kitab agama menjelaskan bahwa dahulu pernah ada hujan minyak yang merupakan sumber HC (Hidrogen dan Carbon). Kebetulan HC adalam unsur penyusun mahkluk hidup. Setelah hujan minyak ini, terus minyak meresap teruuus kedalam dan semakin dalam. Tentusaja ini teori atau dongengan versi agama. Ketika dijumpai metana di planet-planet termasuk atmosfer Yupiter yang penuh dengan awan metana, maka para penganut agama semakin meyakininya dulu pernah ada hujan minyak.

Teori organik dan inorganik (an-organik)

Kalau teori ilmiahnya juga ada dua teori organik dan an-organik. Selama ini teori organik yang selalu (sering) dipakai dalam kegiatan ekplorasi. Bahwa ada beberapa yg tidak dapat diterangkan dengan teori ini memang iya, namun belum ada yang mencoba melakukan eksplorasi dengan menggunakan teori an-organik.

Seperti yang digambarkan diatas, menurut teori inorganic oil ini minyak atau metana (CH4) banyak terdapat atau terbentuk di dalam mantle. yang kemudian menembus keluar melalui rekah-rekah besar (deep fault). Selama keluar CH4 atau metana ini rantainya semakin panjang sehingga membentuk minyak yang akhirnya terjebak.

Untuk teori organik yg saya pakai sehari-hari secara ringkas ada disini : https://rovicky.wordpress.com/2008/02/21/proses-pembentukan-minyak-bumi/. Disana dijelaskan bagaimana minyak dan gas bumi dijelaskan dengan teori organik.

Teori Eksplorasi dan Pencarian Migas

Kebetulan Mas Heri hersant0 bertanya di mailist Migas:

  • maaf ya bapak .. saya mau bertanya. kira2 dari segi finansial murah yg mana produksi minyak bumi bahan bakar organik dengan anorganik?

Mas Heri yang baik, perlu dimengerti bahwa dalam industri perminyakan itu berbeda dengan industri fabrikasi. Produksi industri migas itu bukan dengan cara fabrikasi, bukan dibuat tetapi diambil dari yang sudah ada. Kalau sudah diketemukan didalam sana ya biaya memproduksikannya akan relatif sama saja. Terutama kalau sama-sama diambil secara konvensional.

Yang berbeda metode eksplorasinya. Disinilah biaya eksplorasinya yang menentukan murah mahalnya antara mencari (eksplorasi) minyak bumi dengan teori organik dengan an-organik. Karena teori organik sudah sangat berkembang, maka cara serta tehnologinya sudah berkembang lanjut.

Kalau dibaca di link ke dongengan yang saya tulis Proses pembentukan minyak bumi ini terlihat bahwa minyak dibentuk oleh endapan yang mengandung karbon, secara teori sudah diketahui oleh para ahli geologi perminyakan (petroleum geologist) bagaimana mencari endapan-endapan yang mengandung karbon, sudah sangat lanjut dipelajari. Juga dari perkembangan teori organik, endapan yg banyak mengandung karbon ini diketahui dari penelitian akan dipanaskan atau dimatangkan akibat panas dari dalam bumi. Dengan teori organik ini juga sudah berkembang teori yg dapat untuk memperkirakan dimana saja cekungan migas yang mengandung endapan kaya karbon yang cukup panas untuk mematangkan.

Demikian juga proses pematangan ini sudah diketahui proses-proses pembentukan dari endapan mengandung karbon menjadi minyak dan menjadi gas. Bahkan proses bagaimana minyak mengalir dari batuan induk (source rock) ke jebakan juga sudah dikembangkan dalam teori eksplorasi.

Teori mencari dengan pendekatan organik sudah berkembang

Dengan demikian (dalam teori organik) seluruh proses pembentukan minyak dari endapan hingga ke jebakan sudah berkembang sangat lanjut. Tehnologi identifikasi minyak (finger printing) geochemistry dari minyak dengan teori organik ini juga sudah berkembang lanjut. Ya tentusaja biayanya menjadi lebih murah dan tingkat ketelitian dan sukses rasionya semakin bagus mestinya).

Teori anorganik berbeda sekali dengan teori organik, sulit untuk saya mengerti bagaimana minyak yang dari dalam bumi keluar menuju jebakan.

Teori anorganik ini menduga proses pembentukan minyak ada di mantle. Perlu ada fracture besar yang menghubungkan mantle dengan batuan sedimen diatasnya. Padahal kita memiliki batuan yg secara umum porositasnya semakin kecil semakin kedalam. Tentunya sulit menjelaskan mengalirnya minyak pada batuan yang sangat kecil porositas dan permeabilitasnya ini. Selama ini eksplorasi belum sampai pada pencarian “deep fault” hingga membelah mantle yang diduga sebagai “saluran” pengisi jebakan. Seismik yang dipakai selama ini penetrasinya terlalu dangkal utk itu. Demikian juga perkembangan ilmu geokimia justru lebih mendekatkan atau meyakinkan teori organik pada penemuan-penemuan minyak selama ini.

Pembentukan minyak dengan teori abioitic atau abiogenic itu ya memungkinkan terjadi dalam perumusan kimianya. Namun saya belum pernah tahu seperti apa proses ini terjadi secara alamiahnya. CH4 menjadi C6H14 itu tidak mudah. Yang lebih mudah C6H14 menjadi CH4, karena karena dipanaskan saja minyak akan menjadi gas dengan cepat (namanya cracking). Lihat pembahasan blue energy disini : Seluk dan Beluknya Blue Energy. Disitu terlihat ada reaksi kimia yang dipakai untuk membuat minyak (Synfuel – Synthethic Fuel)

Dengan demikian penggunaan teori anorganik ini tidak berkembang karena teori organik “lebih mudah” diterima dan dipakai utk usaha eksplorasi. Apakah ini disengaja atau dibohongi ? Saya kira tidak, tetapi ini hanya fakta kerterlanjuran kita mengerti teori orgnaik ini lebih dulu. Mungkin saja nanti ada teori baru …. Dan teori organik yang saya pakai selama ini menjadi sebuah teori kuno.

cloudalt[1]

Suhu atmosfer planet

Teori ini mungkin dapat dipakai untuk eksplorasi minyak dan gas di Yupiter ! Uranus dan Neptunus mengandung relatif banyak metana sedangkan Jupiter dan Saturnus relatif sedikit metana . Tahukah anda bahwa …. awan di beberapa planet termasuk Uranus, Neptunus dan planet Titan itu bukan didominasi air akan tetapi bermacam-macam gas salah satunya metana (CH4) !!!

Bacaan terkait :

11 Tanggapan

  1. […] Benarkah kita dibohongi “Peak Oil” ? [HOT Klick] […]

  2. Reblogged this on In My Honest Opinion and commented:
    Makanya jadi orang jangan gampang termakan propaganda. Apalagi suka menyebar kabar-kabar model spam gitu.

  3. Andai saja minyak yang ada di planet Yupiter, Uranus dan septunus bisa diangkut dengan mudah di bumi pasti masalah perminyakan bisa teratasi
    btw, terima kasih sekali atas share ilmunya Pak

  4. Reblogged this on damarweew.

  5. cuma masyarakat biasa,tau teori2 nya doang juga gak bisa ngapa2in bang,serahiin ke yang ahli aja deh,semoga ahli2nya bijak hehe

  6. nyimak wae

  7. Tulisan yang itu saya juga pernah baca pakdhe di sini. Ngga tau siapa yang menyadur siapa.
    Selama ini memang yang sering dipakai sebagai dasar orang eksplorasi hidrokarbon adalah teori organik. Saya sekedar pernah dengar bahwa sebuah perusahaan yang beroperasi di Thailand pernah melakukan pengeboran sampai di basement berhasil dapat gas. Apa ini juga salah satu bentuk “bukti” dari teori an-organik pakdhe? Jangan-jangan dikatakan basement cuma karena resolusi seismik yang tidak sampai, atau itu adalah basement yang tersesarkan.

    –> minyak atau gas di basement juga diketemukan di Sumatera, di lapangan beruk dan suban. Keduanya dieksplorasi dan dijelaskan dengan mudah dg teori biogenik. Migasnya berasal dari source rock yg kedalamannya dibawah basement yg merupakan sebuah tinggian (horst). Jadi ada penjelasan mudah dg teori organik.

  8. salam kenal pakdhe, ini saya ada artikel bagus tentang kritik terhadap teori pembentukan teori abiotik pada minyak bumi. http://www.fromthewilderness.com/free/ww3/102104_no_free_pt1.shtml penjelasannya ribet juga. apalagi saya blank soal geologi. tapi setidaknya lebih masuk akal, daripada bawa2 teori konspirasi😀.

  9. Wah menarik sekali pakdhe!
    “Mungkin saja nanti ada teori baru …. Dan teori organik yang saya pakai selama ini menjadi sebuah teori kuno.”
    Berarti, mungkin di suatu tempat di bumi ini ada geologist2 dan chemist2 yang sedang mempelajari kemungkinan teori an-organik itu yaa…
    Kalau sampai terbukti, kira2 metode eksplorasi organik dan an-organik bisa saling kerja sama nggak ya Pakdhe?
    Merujuk tulisan Pakdhe bbrp bulan yang lalu, kalo Indonesia selama 20th ini tidak menemukan sumber minyak baru, menurut pakdhe sendiri, sebagai geologist muda apa yang harus kami lakukan sekarang, menurut urgensitasnya, mencari minyak baru atau memperbarui metode eksploitasi dan pengolahan bagi sumber2 yg sudah ada skrg?
    Matursuwun Pakdhe🙂

    —> metode eksplorasi pasti akan didominasi pendekatan fisika dan kimia anorganik. Indonesia belum sepenuhnya di eksplorasi. Indonesia timur masih banyak yg belum terjamah. Jumlah sumur suangat sedikit. Jadi utk geosaintis muda saran saya ya pelajari geologi preTertier, mesozoic dan Paleozoic.

  10. pakdhe, mohon jangan bawa2 ITB,,lha wong itu saja tulisan dari unit mahasiswa ITB,yang boleh dikatakan kredibilitasnya tidak jelas,masak pakdhe ambil referensi dari mahasiswa, dan tulisan itu pun bukan yang pertama, situs itu mengambil tulisan dari tempat lain.

    kecuali kalau pakdhe ambil referensi dari dosen atau professor ITB nah itu baru ITB harus bertanggungjawab,,itu kan sama aja kayak pakdhe ngambil referensi dari wikipedia🙂

    PS: saya warga UGM sekaligus ITB, dan melihat tulisan diatas kok kesannya ITB membuat propaganda bohong, padahal tidak. terima kasih pakdhe.

    “Hahahaha … itulah usilnya Thole. Banyak thole-thole di Masyarakat yang nelen mentah seperti itu. OK nanti aku edit, nanti kalau Thole tersinggung kau yang menjawab ya … hehehehe”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: