Biaya Kongres Pemoeda sekitar sebulan gaji pegawai pemerintah


Undangan congres Pemoeda-Pemoeda yang pertama

Inilah undangan yang diumumkan di koran ketika Congress Pemoeda yang melahirkan sebuah ikrar besar Sumpah Pemuda.

Dibawah ini seluk beluk Sumpah Pemuda, tulisan-ulisan ini diambil dari Museum Sumpah Pemuda. Museum merupakan salah satu tempat yang cukup baik untuk lebih mengenal sebuah peristiwa. Kebetulan Museum ini juga merupakan lokasi tempat diselenggarakannya Kerapatan (Congress) Pemoeda-pemoeda Indonesia.

😦 “Looh Pakdhe Museum sumpah pemuda dimana ?”

😀 “Lah ini Thole, banyak yang belum tahu kan ?. Dibawah sana ada informasi lokasi serta petanya”.

😦 “Apa sih peningnya Sumpah Pemuda Pakde ?”

😀 “Sumpah Pemuda merupakan semacam deklarasi siapa yang diebut Bangsa Indonesia itu. Coba tengok banyak negara yang hanya memiliki negara tetapi tidak memiliki bangsa. They just a country, but Indonesia also a nation” 

Yang unik tentang Sumpah Pemuda.

Biaya Kongres Sumpah Pemuda

Kongres Pemuda Kedua menghabiskan biaya f 250 atau setara gaji satu bulan pegawai Pemerintah Hindia-Belanda lulusan Stovia atau Sekolah Hakim. Uang itu diperoleh dari sumbangan organisasi peserta Kongres Pemuda Kedua, sumbangan perorangan yang tidak mengikat, dan hasil usaha panitia. Uang itu digunakan untuk kepentingan sidang, salah satu diantaranya adalah menyewa gedung bioskop “Oost-Java Bioscoop” untuk sidang kedua. Akomodasi peserta ditanggung masing-masing!.

Museum Sumpah Pemuda adalah Pondokan Mahasiswa

Museum Sumpah Pemuda adalah bekas pondokan Mahasiswa di mana pernah tinggal Assaat Datuk Muda, pejabat presiden Republik Indonesia semasa RIS. Di gedung yang dikenal dengan nama Indonesische Clubgebouw (Wisma Indonesia) pernah tinggal pula Muhammad Yamin, dikemudian hari menjabat berbagai jabatan seperti menteri kehakiman, menteri pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan, ketua dewan perancang nasional; Amir Sjarifudin, menteri pertahanan dan kemudian menjdai perdana menteri; dan Abu Hanifah, ketua fraksi Masyumi di Parlemen, menteri pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan, wakil perdana menteri. Semasa tinggal di Indonesische Clubgebouw, Yamin menerjemahkan karya Rabinranath Tagore, “Huis en Wereld”, dan karya William Shakespeare, “The Servant of The Venice”.

Bandnya WR Supratman - Balck-White Jazz Band

Sejarah bangunan Museum

Bangunan museum ini sendiri tidak bisa lepas dari kegiatan pemuda pada saat itu. Namun sepanjang sejarah ternya sudah pernah dipakai sebagai toko bunga dan bahkan tempat tinggal.

Commensalen Huis, 1908
Menurut catatan yang ada, Museum Sumpah Pemuda pada awalnya adalah rumah tinggal milik Sie Kong Liang. Gedung didirikan pada permulaan abad ke-20. Sejak 1908 Gedung Kramat disewa pelajar Stovia (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen) dan RS (Rechtsschool) sebagai tempat tinggal dan belajar. Saat itu dikenal dengan nama Commensalen Huis. Mahasiswa yang pernah tinggal adalah Muhammad Yamin, Amir Sjarifoedin, Soerjadi (Surabaya), Soerjadi (Jakarta), Assaat, Abu Hanifah, Abas, Hidajat, Ferdinand Lumban Tobing, Soenarko, Koentjoro Poerbopranoto, Mohammad Amir, Roesmali, Mohammad Tamzil, Soemanang, Samboedjo Arif, Mokoginta, Hassan, dan Katjasungkana.

Indonesische Clubhuis/Clubgebouw, 1927
Sejak tahun 1927 Gedung Kramat 106 digunakan oleh berbagai organisasi pergerakan pemuda untuk melakukan kegiatan pergerakan. Bung Karno dan tokoh-tokoh Algemeene Studie Club Bandung sering hadir di Gedung Kramat 106 untuk membicarakan format perjuangan dengan para penghuni Gedung Kramat 106. Di gedung ini pernah diselenggarakan kongres Sekar Roekoen, Pemuda Indonesia, PPPI. Gedung ini juga menjadi sekretariat PPPI dan sekretariat majalah Indonesia Raja yang dikeluarkan PPPI. Mengingat digunakan berbagai organisasi, maka sejak tahun 1927 Gedung Kramat 106 yang semula bernama Langen Siswo diberi nama Indonesische Clubhuis atau Clubgebouw (gedung pertemuan).

Gedung Sumpah Pemuda, 1928
Pada 15 Agustus 1928, di gedung ini diputuskan akan diselenggarakan Kongres Pemuda Kedua pada Oktober 1928. Soegondo Djojopuspito, ketua PPPI, terpilih sebagai ketua kongres. Kalau pada Kongres Pemuda Pertama telah berhasil diselesaikan perbedaan-perbedaan sempit berdasarkan kedaerahan dan tercipta persatuan bangsa Indonesia, Kongres Pemuda Kedua diharapkan akan menghasilkan keputusan yang lebih maju. Di gedung ini memang dihasilkan keputusan yang lebih maju, yang kemudian dikenal sebagai sumpah pemuda.

Rumah Tinggal, 1934-1937
Setelah peristiwa Sumpah Pemuda banyak penghuninya yang meninggalkan gedung Indonesische Clubgebouw karena sudah lulus belajar. Setelah para pelajar tidak melanjutkan sewanya pada tahun 1934, gedung kemudian disewakan kepada Pang Tjem Jam selama tahun 1934 – 1937. Pang Tjem Jam menggunakan gedung itu sebagai rumah tinggal.

Toko Bunga, 1937-1948
Kemudian pada tahun 1937 – 1951 gedung ini disewa Loh Jing Tjoe yang menggunakannya sebagai toko bunga (1937-1948).

Hotel Hersia, 1948-1951
Dari tahun 1948 – 1951 gedung berubah fungsi menjadi Hotel Hersia.

Kantor Inspektorat Bea & Cukai, 1951-1970
Pada tahun 1951 – 1970, Gedung Kramat 106 disewa Inspektorat Bea dan Cukai untuk perkantoran dan penampungankaryawannya.

Museum Sumpah Pemuda, 1973-Sekarang
Pada tanggal 3 April 1973, Gedung Kramat 106 dipugar Pemda DKI Jakarta. Pemugaran selesai 20 Mei 1973. Gedung Kramat 106 kemudian dijadikan museum dengan nama Gedung Sumpah Pemuda

Ingin kesana ?

Silahkan saja datang, konon terhitung mulai tanggal 2 Mei 2010 jam buka Museum Sumpah Pemua

  • Selasa-Jum’at : 08.00-15.00 WIB
  • Sabtu-Minggu : 08.00-14.00 WIB
  • Senin/hari besar : tutup

Ticket Masuk Perorangan

  • Dewasa – Rp 2000,00
  • Anak-anak – Rp 1000,00
  • Wisatawan asing- Rp 10.000,00
  • Rombongan
  • Dewasa – Rp 1000,00
  • Anak-anak – Rp 500,00

(Sumber: Museum Sumpah Pemuda.)

Ini petanya

Iklan

5 Tanggapan

  1. […] – Rp 500,00 (Sumber: Museum Sumpah Pemuda.) sumber : https://rovicky.wordpress.com/2011/10/28/biaya-kongress-pemoeda-sekitar-sebulan-gaji-pegawai-pemerint… Share this:TwitterFacebookLike this:SukaBe the first to like this post. Umpan RSS […]

  2. Bagi yg ingin menbung dinar emas silahkan langsung ke TKP >>> http://www.tabunganmdinar.com
    InsyaAllah bebas riba, dpt bagi hasil dan untung karena harga dinar emas naik terus, pertahun minimal 25%..
    (numpang promosi ya Pakdhe..:)

  3. membangkitkan semangat pemoeda…

    btw pakdhe, ditunggu update geologinya…
    😀

  4. Hidup Para Pemuda Indonesia.
    Tetap Semangat!!!

  5. Mantap sekali dongengnya.. 🙂 Hidoep pemoeda pemoedi Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: