Komodo dan Geologi : Ayo Vote Komodo


Komodo (kompas.com)

Saat ini Pulau Komodo sedang getol-getolnya diusulkan untuk menjadi salah satu keajaiban dunia. Bahkan Presiden SBY juga ikut menyarankan untuk ikut vote supaya Pulau Komodo ini tercatat menjadi salah satu keajaiban.

😦 “Pakdhe, Sakjane mau dipilih atau tidak, tetep saja Pulau Komodo dengan Komodonya ini sudah ajaib kan ?”

😀 “Iya Thole. Keajaiban bukan karena voting. Emangnya pemilu ?”

Keajaiban Komodo ini dipakai oleh ahli evolusi maupun penentangnya. Penentang evolusi mengatakan bahwa Komodo merupakan bukti bahwa binatang itu sejak dulu ya tetep saja tidak berevolusi. Dan Komodo ini salah satu contoh yg masih tetap hidup bertahan tanpa mengalami proses evolusi. Binatang-binatang lain itu diciptakan ya sudah seperti itu. Namun bagi ahli yang menggeluti evolusi penemuan-penemuan baru selalu menarik untuk dikaji dan menguji teori serta mengerti proses ini berjalan.

Tulisan dibawah ini hasil obrolan santai dengan Pak Awang H Satyana tentang keberadaan Komodo serta hubungannya dengan Geologi, terutama ilmu Tektonik dan fluktuasi muka air laut.

Menurut Pak Awang, pengetahuan tentang evolusi komodo (Varanus komodoensis) dari Asia ke Australia ke P. Komodo dan sekitarnya, berasal dari Claudio Ciofi (1999) yang menuliskannya dalam sebuah artikel utama Majalah Scientific American edisi Maret 1999 berjudul “The Komodo Dragon“. Secara ringkas, kesimpulan Ciofi dituliskan berikut ini.

Salah satu model evolusi Komodo dan perkembangan geologi Pulau Komodo (Smithsonian.com)

Evolusi komodo dimulai dengan genus Varanus yang mulai berkembang di Asia antara 40-25 juta tahun yang lalu (Ma). Genus ini kemudian bermigrasi ke Australia. Pada 15 Ma, terjadi benturan antara Australia dan SE Asia yang menyebabkan famili varanids pindah ke kawasan yang sekarang dikenal sebagai Kepulauan Indonesia. Komodo di Indonesia diyakini berbeda dari leluhurnya di Australia sejak 4 Ma. Pada saat muka laut susut, komodo di sekitar Pulau Flores itu hidup sampai ke Pulau Timor. Kemudian, oleh genanglaut terakhir, komodo ini hanya hidup di pulau-pulau sebelah barat Flores (Pulau-pulau Komodo, Rinca, Padar (kini tak hidup di situ lagi), Gili Dasami, dan Gili Motang.

Sebelah kanan ini adalah satu model usulan penyebaran kadal raksasa varanid dari daratan Australia ke pulau-pulau Indonesia di Timor, Flores dan Jawa selama 3 juta tahun terakhir (Smithsonian.com, 2009).

Kesimpulan Ciofi (1999) tersebut berdasarkan penelitian para ahli genetika molekuler yang membandingkan sekuen DNA dan struktur kromosom spesies-spesies dari keluarga varanid. Sampai awal 2000, belum ada kesimpulan baru tentang evolusi dan jalur migrasi komodo ke Indonesia. Ciofi (1999) menyebutkan bahwa rekonstruksi sejarah evolusi komodo masih memerlukan temuan2 fosil yang komprehensif, accurate dating, data paleogeografi, dan analisis genom.

Data paleogeografi pulau-pulau di Indonesia berasal dari analisis tektonik yang dilakukan Robert Hall dan SE Research Group-nya (Hall, 1998-2005). Nampaknya, penemuan2 Hall dkk. itu tak sepenuhnya mendukung temuan Ciofi (1999) terutama untuk periode evolusi sebelum 5 Ma . Bagaimana genus Varanus dari Asia bermigrasi ke Australia antara 25-15 Ma, kemudian bagaimana pada 15 Ma Australia berbenturan dengan Kepulauan Indonesia tak mendapatkan sokongan berdasarkan peta-peta paleogeografi dari Hall dkk.

Hall (1998) “The plate tectonics of Cenozoic SE Asia and the distribution of land and sea” dalam Hall and Holloway (1998),eds, “Biogeography and Geological Evolution of SE Asia” menunjukkan bahwa Pulau Flores baru muncul sebagai daratan pada 5 Ma, sebelumnya ia hanya sebagai submarine volcanoes sejak 10 Ma.

Bila benar komodo di Pulau Komodo dan sekitarnya berasal dari Australia, maka mereka bisa jadi bermigrasi dari Australia ke Nusa Tenggara Timur saat ada jembatan darat mengikuti benturan antara Australia dan Timor di awal Pliosen (5 Ma). Mereka mungkin terus bermigrasi ke sebelah barat sampai berhenti di Selat Lombok yang merupakan batas Indonesia Barat dan Timur oleh garis Wallace. Susut laut dan genang laut yang silih berganti selama Pliosen-Plistosen-Holosen membuat mereka akhirnya terisolasi di pulau-pulau sebelah barat Pulau Flores.

😦 “Pakdhe, Pliosen-Plistosen-Holosen itu napa to ?”

😀 “Iku jaman-jaman menurut geologi. Sama halnya jaman revolusi, jaman kemerdekaan dan jaman reformasi. Geolog juga menggunakan nama-nama dalam mempelajari setiap jaman-jaman ini. Sama saja Thole”

😦 “Ohh hiya, yang ada ditulisan dulu tentang Sejarah singkat bumi dan kehidupannya ini ya Pakdhe ?”

Publikasi lain menyebutkan bahwa komodo2 ini berevolusi dari bentuk raksasanya yang bisa mencapai panjang 7-8 meter (saat ini komodo berukuran 2-3 meter) bernama Megalania prisca. Fosil komodo raksasa ini ditemukan bersamaan dengan fosil gajah kerdil Stegodon dan diperkirakan gajah-gajah kerdil tersebut adalah mangsa sang raksasa.

Komodo raksasa hidup saat jembatan darat terbentuk. Jembatan darat memperluas area pulau. Ketika jembatan darat tenggelam oleh genang laut, luas pulau mengecil. Keberadaan mangsa besar berkurang, komodo raksasa pun akhirnya punah, dan yang tetap hidup adalah variasi jenisnya yang kecil, menyesuaikan dengan luas pulau yang mengecil. Megalania prisca punah pada 25.000 tahun yang lalu, sejak itu komodo yang kita kenal sekarang mendominasi pulau2 di sebelah barat Flores dan memangsa hewan-hewan yang lebih kecil dari stegodon, termasuk tikus2 besar yang juga menjadi mangsa Homo floresiensis pada 40.000-25.000 tahun yang lalu.

A) modern tengkorak V. komodoensis. (B sampai H) Fosil tulang tengkorak.

Ditemukan fosil Komodo berusia 4 juta tahun.

Penemuan baru yang menarik terjadi tahun 2009 lalu, yaitu diketemukannya fosil komodo ini di Australia. Dipublikasikan oleh Smithsonian.com. Terlepas dari kenyataan bahwa Komodo sangat menarik dan dikenal luas, ada banyak yang hilang dalam pemahaman kita tentang sejarah alam mereka. Sekarang sebuah penelitian bukti fosil dari Australia, Timor, Flores, Jawa dan India menunjukkan bahwa Komodo kemungkinan besar berkembang di Australia dan tersebar ke arah barat ke Indonesia. Beberapa fosil yang telah dipelajari adalah baru dijelaskan, termasuk spesies dari Timor, dan beberapa bahan yang dikenal untuk waktu yang lama.

Disebelah kiri ini perbandingan tengkorak komodo dengan fosil-fosil komodo yang baru diketemukan. Ini menunjukkan bahwa komodo tidak mengalami proses evolusi selama jutaan tahun.

😦 “Pakdhe, kok bisa tahu sih ?”

😀 “Looh fosil-fosil itu diketemukan pada batuan yang sudah berumur empat juta tahun yang lalu. Jadi empat juta tahun yang lalu sudah ada komodo yang hidup, dan spesies ini tidak berkembang atau berevolusi sejak saat itu.”

Nah tentunya Komodo ini memang sangat menarik, ajaib dan perlu ditambah votenya.

Caranya :  silakan ketik sms : “komodo” dan kirim 9818.
Gratis (dan dijamin tidak terdeot pulsanya ! ini penting)

Tulisan terkait :

Bagaimana kalau ternyata voting-votingan ini hoax ?

Ketika batik di klaim Malaysia, rakyat Indonesia serta merta protes dengan memunculkan klaim balik. Akhirnya batik menjadi busana resmi diterima rakyat Indonesia yang jumlahnya ratusan juta. Industri batik di Indonesiapun menggeliat bahkan mendapat pengakuan dunia. Thank you Malaysia, anda telah menumbuhkan semangat menggunakan batik di Indonesia.
Semoga kali ini Indonesia sekali lagi mengenal komodonya sendiri setelah bertarung dengan anda ….. lagi !
Jangan lupa kita masih punya pendet, poco-poco, reog, tari tor-tor, dan sumpah pemuda  :)

10 Tanggapan

  1. Saya juga sudaah melakukan vore pada bulan November lalu dan Alhamdulillah usaha kita telah membawa P. Komodo sebagai New 7 Wonders Nature
    Ulasan Yang sangat menarik kan..

  2. Minta ijin share di FB ya pak dhe,,

  3. saya minta ijin share ya pak dhe di FB,, terima kasih

  4. Pakdhe, kemaren ramai tuch di tv, muncul komentar dari dubes Indonesia di Swiss, katanya di swiss gak ada tuch kantornya sevenwonder dan gak ada kegiatan promosi tentang komodo
    Soalnya menurut LSM yang ngedukung sevenwoder ini, mereka punya kantor besar dan pusat kegiatan di Swiss. Nah lo……
    Juga menurut ex Menteri kebudayaan Jero Wacik, dulu sevenwonder pernah ditolak proposalnya, karena pemerintah harus bayar fee 45 juta dolar.
    Naga-naganya kita dikadalin (eh di komodoin) lagi sama orang asing

  5. sudah vote 5 kali….! 🙂

  6. Pak dhe saya pribadi kurang setuju vote votean gitu , sebab menurut saya apa sih maksud dari wonder seven melakukan itu, keajaiban biarlah keajaiban ora usah di komersialkan gitu, terus jika nantinya komodo menang, terus apa keuntungan dari komodonya sendiri ? ketakutan saya malah, terlalu banyak wisatawan kesana malah mengganggu ekosistem mereka. akibatnya malah merugikan komodo itu sendiri. itu aja pak dhe, dan saya tidak akan mengvote komodo pakai sms, tapi pakai hati

    Ketika batik di klaim Malaysia, rakyat Indonesia serta merta protes dengan memunculkan klaim balik. Akhirnya batik menjadi busana resmi diterima rakyat Indonesia yang jumlahnya ratusan juta, Industri batik di Indonesiapun menggeliat bahkan mendapat pengakuan dunia. Thank you Malaysia, anda telah menumbuhkan semangat menggunakan batik di Indonesia.
    Semoga kali ini Indonesia sekali lagi mengenal komodonya sendiri setelah bertarung dengan anda ….. lagi !
    Jangan lupa kita masih punya pendet, poco-poco, reog, tari tor-tor, dan sumpah pemuda 🙂

  7. nuwun sewu lo pak, kemaren itu saya diinformasiken temen saya mengenai link ini, http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11078838 himbauan kepada SBY bahwasanya sebetulnya ada yang lebih penting lagi dibalik itu, kurang lebih sama sih dengan yang njenengan sampaikan, apa ada komentar tambahan?

    –> Makanya seperti yg ditulis paling awal. Tanpa ada voting-votinganpun Komodo tetap ajaib. Ketertarikan pada Komodo memang tidak mudah diterjemahkan dengan tindakan praktis. Apakah kalau membangun resort bagus dan mengundang wisata moderen menjadikan Komodo lebih senang dan tenang hidup di Pulau ini ? Ataukah didiamkan saja seupaya tetap alami. Kalau didiamkan saja, bagaimana dengan penduduk yg juga ada disitu ? Pembangunan Pulau komodo diutamakan untuk si kpomodo atau untuk penduduknya ? …. wah yg pasti dari geologinya saja unik 🙂

  8. ok Pak dhe akan saya vote
    trimakasih infonya pak dhe

  9. Saya sudah vote waktu tarif masih Rp350, Dhe. Waktu tarif Rp1 saya vote lagi. Besok vote lagi deh.

  10. saya ijin share ya pak dhe di FB..terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: