Regenerasi (IAGI-Ikatan Ahli Geologi Indonesia), Seperti apa baiknya ?


Tulisan dibawah ini merupakan pemikiran yg muncul setlah adanya beberapa keluhan sulitnya terjadi regenerasi yang mulus dalam sebuah organisasi profesi. Dalam hal ini IAGI (Ikatan Ahli Geologi Indonesia). Namun permasalahan ini sepertinya tidak hanya dialami oleh IAGI saja. Hampir semua organisasi pasti pernah mengalami krisis regenerasi atau kaderisasi.

2011/8/5 <mohammadsyaiful@gmail.com>

Salah satu masalah IAGI selain yang benar sudah diuraikan oleh pak Yoga, adalah kaderisasi. Terus-terang, saya tidak begitu mengenal pak Yoga. Mengapa di dalam kesan saya, seolah-olah pak Yoga maunya hanya menjadi IAGI-1 saja? Oleh karena saat ini tidak dapat memenuhi persyaratan, lebih baik menunggu pada kampanye (pemilu) periode berikutnya, itu niat pak Yoga.

Mengapa tidak mulai membesarkan atau membenahi sejak sekarang saja?

Diatas itulah salah satu dari sekian PeeR IAGI dilantunkan dengan ciamik oleh Oom Syaiful diatas.

Bagaimana sebaiknya program regenerasi ini ?

Selama ini IAGI sebenarnya sudah melakukan program kerja cukup banyak dan selalu melibatkan generasi mudanya.

Sebagai dosen pengajar Pak Lambok sudah mengajak semua komponen IAGI untuk bersama-sama membesarkan IAGI, sebelumnya Pak Lutfi-pun juga banyak mengajak generasi muda rekan-rekan sekantor beliau bahkan mengadakan PIT pertama di luar pulau jawa di Pekanbaru sebagai ajakan langsung. Apalagi ketum sebelumnya, Pak Andang yg selalu dengan semangat saintisnya malah masih melakukan hingga kini. Dan juga Abah Yanto dan Pak Koesoema saat inipun masih aktif berkiprah. Namun kenapa masih sering terdengar bahwa proses regenerasi di IAGI tidak berjalan ?

Coba kita runut saja organisasi yg diikuti sejak mahasiswa hingga bekerja.

Di Lingkungan Mahasiswa kita lihat ada Himpunan yang menggodok para aktivis organisasi, juga saat ini ada student chapter yg tentusaja merupakan sebuah kegiatan bergengsi di lingkungan kampus. Apalagi di dukung pendanaan dari organisasi profesi internasional dari luar.

Dalam lingkungan profesi seperti IAGI juga ada kegiatan berkumpul yang didalam IAGI diikuti oleh para profesional yang sudah kondang dalam dunia kerja dan juga dunia riset sampai praktisi bahkan yang sudah bergeser ke bisnis atau bahkan merambah industri lain.

Dengan demikian kita bisa lihat bahwa di ujung awal (ketika masih mahasiswa) dan diujung akhir (ketika memasuki masa kegiatan profesi) IAGI sudah memiliki dua kegiatan, nah bagaimana ditengah ?

Setelah seorang aktivis ini lulus kuliah dan bertungkus-lumus mencari pekerjaan kegiatan organisasi sering terlupakan. Bagi yang beruntung akan dengan mudah masuk ke lingkungan kerja. Seringkali juga setelah terengah-engah mendapatkan kursi-meja kerja yang diperebutkan ribuan pelamar kerja. FYI Program rekrutmen Pertamina BPS kemarin diikuti puluhan ribu pencari kerja dan hanya menerima ratusan (walaupun bukan hanya geosaintis). Artinya perbandingannya 1:200-300 … doh ! Tentsaja mereka sudah sangat kecapaian ketika menduduki posisi meja-kerja.

Selama 1-5 tahun pertama boleh dibilang masa yang sibuk buat geosaintis muda ini. Mungkin dengan alasan inilah mengapa hanya sedikit sekali yang akhirnya masih meneruskan hobby-nya berorganisasinya. Ntah di IAGI, HAGI atau JSC atau MGEI atau FOSI dll. Sehingga terkesan bahwa yang ada di organisasi IAGI ini 4L (lulagilulagi). Karena memang kesempatan berorganisasi profesi ini menduduki rentang cukup lebar.

Forum Geosaintist Muda (Young Geoscientist Forum).

Salah satu cara menggaet generasi muda dalam kegiatan organisasi profesi adalah memberi wadah kepada mereka untuk berkiprah sesuai dengan masa-nya. Mereka sedang dalam masa belajar bekerja. tentusaja perlu adanya training khusus bagi mereka yg dikelola oleh organisasi profesi sekaligus untuk menjaring organisatoris handal dimasa depan.

Kalau saja dibentuk sebuah forum yang isinya Geosaintist Muda, yang sudah mengenyam pendidikan formal namun memiliki pengalaman dibawah 8 atau 10 tahun. Didalam forum ini mereka diberi kebebasan untuk berorganisasi sendiri sesuai kepentingan mereka. Dalam hal ini saya punya pemikiran sederhana “Ajarkan generasi penerus untuk menghadapi zamannya nanti, bukan mengajarkan bagaimana hidup dizamanmu”. Salah satunya ya kebebasan berpikir serta berekspresi.

Bagaimana bentuknya dan sepak terjangnya ?.

Generasi Pendiri IAGI merupakan generasi kumpul fisik serta generasi surat menyurat dengan pos kilat khusus, generasi selanjutnya adalah generasi telepon dan fax yang jarang bertemu tetapi komunikasi elektroniknya sudah berjalan, dan juga dimulainya generasi sms. Sedangkan generasi masa kini adalah generasi Facebook dan Kaskuser (iya kan, gan ?)

Generasi geosaintis saat ini sudah terbiasa dengan surel (email) atau bahkan bbm. Tanpa bertemupun mereka sangat akrab. Saya mengikuti kaskus dan dapat melihat bagaimana generasi ini sangat akrab dan saling tolong melong didalam forum Kaskus maupun Facebook. Pingin tahu mereka dan bagaimana mereka berinteraksi ?

Coba klik sini ” http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9725753 TADA !!
Dan juga ada forum kebumian yang sudah dikembangkan Minarwan dan Paulus Allo di GeoTutor disini http://www.geotutoe.uni.cc

Tanpa mengerti bagaimana generasi penerus kita menjalani cara hidup yang berbeda dengan kita, maka proses regenerasi akan terputus ditengah jalan. Modal kita untuk regenerasi sudah ada, tinggal bagaimana kita bersama IAGI menjalankannya dalam sebuah program kerja yang matang.

Dan seperti uraian yg sudah ditulis Pak Saiful diatas, bahwa regenerasi bukan berarti harus ada di pucuk pimpinan IAGI-1 saja. Regenerasi dan pengkaderan itu dimulai sejak masih mahasiswa hingga setelah bekerja. Dan jujur saja saya mendapatkan ilmu tentang IAGI masa lalu dari Abah Yanto, dari Pak Koesoema dan juga para senior yang telah membesarkan IAGI sebelumnya.

Proses pemilu yang sedang dijalani IAGI saat ini juga merupakan proses pendewasaan dalam berorganisasi. Dan saya yakin regenerasi IAGI sedang berjalan dengan baik, kok.

“IAGI untuk Indonesia”

Iklan

11 Tanggapan

  1. Ass. Wr.Wb. Sukses IAGI 2016 !!!!!

    Proses Regenerasi yang saya alami sejak menjadi anggota (1984), pengurus, dan penasehat,di tingkat Pengda sampai pengurus di tingkat Pusat, permasalah regenerasi selalu menjadi kendala. Saat di daerah (Pengda IAGI Nusra), kami punya pengalaman dan kebetulan AD/ART IAGI memungkinkan untuk menerima anggotanya bukan hanya dari jurusan geologi tetapi juga menerima anggota dari berbagai disiplin dengan catatan mereka ‘concern’ secara aktif melakukan kegiatan di bidang kegeologian. Meningkatnya jumlah anggota IAGI berikut kegiatannya di suatu daerah, sangat tergantung antara lain dari:
    1) Posisi Ketua.Pengda di intansi/perguruan tinggi yang bersangkutan
    (berkaitan untuk menggerakkan anggota dan penggunaan
    fasilitas untuk pertemuan, dll)
    2) Dukungan pimpinan langsung instansi/perguruan tinggi kepada
    Ketua Pengda yang bersangkutan (dikaitkan dg kegiatan
    kegeologian, izin mengikuti kegiatan,organisasi.dll)
    3) Motivasi untuk menjadi Ketua Pengda (hanya prestise/status,
    kurang memberikan dukungan secara kongkrit & kurang memberi
    motivasi untuk masuk menjadi anggota IAGI…….)
    4) Terbatasnya dukungan berupa kegiatan dari Pengurus Pusat IAGI
    (seminar, pelatihan,

    Alternatif pemecahannya antara lain dengan mengatasinya 4 point di atas, .

    Catatan:

    Pengalaman kami saat di IAGI Pengda NUSRA, hampir 30 % anggotanya bukan dari jurusan geologi, tetapi yang aktif mendukung kegiatan berkaitan dengan kegeologian termasuk penerbitan majalah IAGI Nusra diantaranya adalah mereka yang bukan geologist tapi ‘concern’ terhadap geologi karena kegiatannya terasa nyata dan bermanfaat bagi para siswa,,masyarakat, dan daerah.

    Hal penting yang perlu diperhatikan adalah posisi Ketua harus mau berkorban baik dari segi waktu, maupun materi….sulit ya..???? di samping harus punya jaringan, inisiatif, serta visi dan misi yang jelas.

    Selamat mencoba ….wassalam Heryadi Rachmat (NPA 0784),

    .

  2. Akhirnya Regenerasi Itu Terjadi…Selamat pak De….semoga tulisan diatas blog ini, menjadi kenyataan dan kebiasaan yang baik…VIVA RDP…VIVA IAGI

  3. Masalah regenerasi IAGI saya kira sudah ada kesalahan tak sengaja atau tak disadari sejak jabang bayinya….Gap yang muda dan yang senior sangat tajam sejak dulu. Saat mahasiswa dulu, mau ikut IAGI saja tertahan oleh pihak fakultas…kalau ada konferensi IAGI yg dikirim selalu saja yang paling senior, yg sudah doktor atau yang profesor , yang jelas sudah pasti Insinyur dulu…mahasiswa cukup belajar di kampus, kejar IP setinggi-tingginya..dan lulus. Sudah lulus dan kerja pun belum tentu diijinkan oleh atasan ikutan organisasi..Padahal mahasiswa kader potesial kelak..Udah gitu forumnya selalu terlalu ilmiah pada PIT IAGI, kurang greget dalam hal silaturahim dan persahabatan atau networking walau sdh ada golf, dll tapi sifatnya sering elitis. Kalau kumpul lebih sering malah reuni sesama universitas. Student Chapter IAGI juga tidak aktif, tidak seaktif SP / IATMI… Jika SPE dan IATMI bisa merekrut hampir semua jurusan teknik dan MIPA dan malah ekonom, bagaimana dengan IAGI ? haruskah melulu lulusan geologi ? IAGI harus lebih terbuka dan organisasi inklusif dgn anggota yang berminat dibidang kebumian, geo ekonomi, SDA, Politik kebumian, sosiolog, selain saintis kebumian, bencana alam, iklim dll. Intinya mulai multi dimensi, bahkan seorang ustad pun bisa direkrut ..IAGI harus masuk ke sekolah mulai SMA dan kampus, dan juga parlemen ( urusan legislasi tentang SDA dll )

  4. akhir2 ni gag ada tulisan baru, padahal banyak peristiwa geologis yang bisa dibahas lho dhe.. 🙂

  5. Menarik ini Pak…
    saya yang termasuk menjalani 5 tahun awal di dunia kerja yang tergolong masih sibuk berbenah dan belajar bekerja sehingga gak ikut2 berorganisasi.
    Walaupun sebetulnya dorongan untuk menjadi anggota organisasi profesi sudah ada di lingkungan kerja, tapi cendrung ke organisasi profesi internasional, bahkan ada yang secara tidak langsung ‘diharuskan’. Jadi aja saya juga daftar dan berstatus anggota pasif, hanya menerima buletin saja dan belum ikut kegiatan ataupun pertemuannya.
    Namun awal bulan ini, kebetulan saya terlintas lagi untuk mendaftar ke IAGI yang sudah saya dengar dari zaman kuliah. berfikir kenapa organisasi profesi di negeri sendiri tidak saya ikuti walaupun dimulai dari level pasif 🙂 . akhirnya saya coba kontak temen2 mengenai informasi pendaftaran ke IAGI, setelah dapat infonya, saya pun mendaftar….

    salam,
    ady

  6. salam saya pak dari bengkulu smkn 3, sangat bermanfaat sekali ilmunya

  7. salut deh blog ini banyak manffatnya untuk belajar ipa salam anak tkj metal bengkulu

  8. Mas Sukoi. Kalau boleh tahu dimana mereka. Saya pingin ikut juga membantu dan mengenal lebih dekat. Bagaimana caranya ? Salam

  9. setuju sama yang diatas
    tp asal tau saja, saat ini sudah banyak forum2 geoscientis
    yg anggotanya para mahasiswa dan murid sma yang khususnya ikut olimpiade kebumian(geologi), mungkin pakde bisa jade “tetua” klo mau masu disana hehe

  10. Tulisan yang bermanfaat pak, dan blognya mantap, mengudara sejak tahun 2001, salut buat bapak..

  11. betul sekali pak,, sebelum ada tulisan ini saya bahkan tidak terpikir sama sekali ttg organisasi2 spt IAGI i,, maklum lg anget2nya menyentuh dunia kerja n blm taw arah (saya termasuk org2 d ats yg kecapekan mduduki posisi meja-kerja hehe), saya pribadi sgt stuju seandainya ada open disscussion ataupun forum2 yg sbnernya arahny adalah berbagi pengalaman antar g & g…,,

    mnurut saya sih utk regenerasi balik lg k tujuan IAGI ke depannya nanti seperti apa, visi apa yg mau dicapai (sehingga ada misi & objektif yg mau dicapai / kasarnya target2 baik pendek menengah atau pjg) ,
    kmudian perlu ada penggerak (seperti pak de hehe) yg mengkatalis para jiwa2 muda ini utk lbh berperan aktif,,

    yg jelas interaksi langsung itu perlu(ntah sebulan skali atau gmn) sisanya…ya dunia maya,, terjangkau n praktis,, kalo perlu buat forum dunia maya khusus geoscientist, kaya kaskus (haha ide liar ini, tapi kalo dr facebookpun utk sekedar awalnya mnarik org2 spertinya bs dimulai)

    so… saya rasa bnyk yg sebenernya tertarik…, tapi tidak taw kemana mulainya pertama2, lalu bagaimana caranya, apa yg hrs dilakukan,, bgitulah,
    stidakny..tulisan pak de di ats mbuat kt2 bpikir..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: