Potensi Gempa Selat Sunda


Gempa-gempa sebelah barat Sumatera

Sentilan atau malah disebut cletukan Andi Arief, Staff Khusus Presiden bidang kebencanaan dan bantuan sosial beberapa waktu lalu tentunya mengagetkan. Lah gimana tidak wong di koran dan media disebutkan salah satunya di detik Potensi bahaya gempa sebesar 8.7 SR di Jakarta“. Karuan saja masyarakat se Jakarta kebingungan. bagaimana tidak Jogja yang digoyang 6.2 SR  saja sudah membuat porak poranda. Lah ini 8,7 berarti 10 Kalilipat lebih !

😦 “Pakdhe, Ini cuman pengalihan issue ya ?”

😀 “mmmpfhh !”

Memang semua sudah mengerti tentang plate tectonic, sudah banyak yang ngeh soal patahan, sudah banyak yang sadar bahwa gempa itu penting dan bahkan sudah mengerti kalau bangunan itulah yang membunuh. Tetapi seperti apa sih potensi gempa yang di Selat Sunda ini ?

Gempa yang merembet.

http://www.rms.com/publications

Peta Regangan (Stress) pemicu terjadinya gempa yang merembet tetapi tidak urut kacang, bahkan bisa bolak-balik

Bahwa gempa itu memicu gempa lainnya tentunya mudah dimnegerti seperti kita menggoyang meja yang berdampingan akan menggeser meja sebelahnya. Seperti itu juga gempa itu mirip seperti itu, hanya saja tidak semudah itu urutannya. Bisa loncat, bolak balik seperti yang pernah dibuat dalam presentasi ditulisan Mengapa Gempa Sulit Diramalkan . Tentusaja model sederhana inipun bukan model yang tepat untuk sebuah rentetan gempa, tetapi mudah dimengerti mengapa meramalkan gempa itu tidak mudah.

Gambar disebelah ini menggambarkan bagaimana rembetan gempa Sumatera 2004 yang dilanjutkan gempa-gempa sebelah selatannya.

Tahun 2004 segment paling utara bergetar hingga melepaskan kekuatan sebesar 9.2 SR pada tanggal Dec 2004. Dilanjutkan pada bulan Juli 2005 dan February 2008, lokasinya semakin keselatan. Dan bahkan tahun 2009 terjadi gempa Padang yang belum tergambarkan dalam peta disebelah ini.

Terlihat gempa seolah merembet dari utara keselatan, namun tentusaja, sekali lagi, bahwa rembetannya tidak mudah diketahui berapa lama lagi dan tidak mudah dimengerti segmen mana yang akhirnya akan bergerak.

Peta populasi Sumatera dan Jawa Barat

Kalau melihat gambar diatas tentunya dengan mudah kita akan menerima kenyataan bahwa gempa di dekat Selat Sunda atau Sumataera Selatan akan tiba saatnya. Hanya saja kapan dimana lokasi episenter serta seberapa besar gempanya tentunya tidak akan diketahui dengan pasti.

Mirip datangnya ajal manusia. Kita harus selalu siap itu saja !!

😦 “Tapi Pakdhe, kenapa dibilangnya Jakarta yg terancam ? Kalau yang ini hanya politis mengalihkan issue ya ?”

😀 “Mmmpfft ..!”

Bahwa akan terjadi gempa sebenernya semua juga tahu. Bahwa Indonesia adalah langganan gempa itu juga sudah dimengerti. Hanya saja, apakah sudah dipersiapkan bila gempa itu datang ?

Yang dapat kita perkirakan tentunya bila gempa selat Sunda ini terjadi, maka kemungkinan besar yang akan terkena dampak lebih parah adalah yang ada didekatnya. Kota-kota sekeliling Selat Sunda lah yang harus lebih bersiap-siap. Kita tahu ada Cilegon dengan segala industrinya. Kita tahu ada pantai wisata disana. Kita juga mengerti adanya pelabuhan serta fasilitas-fasilitas ekonomi lainnya. Nah yang disini ini perlu juga diberikan pengertian kewaspadaan karena lebih dekat jaraknya dari lokasi yang berpotensi menjadi episenter gempa.

😦 “Bentar to Pakdhe, kalau disini ada potensi gempa memang bener, tapi kok dibilangnya sekarang, ini pengalihan issue ya ?”

😀 “Mmmpft ..  !”

Potensi gempa itu memang ada

Nah dengan melihat peta diatas saja dapat mudah dimengerti bahwa potensi gempa itu ada. tetapi dalam bentuk prediksi yang sesuai dengan prediksi cuaca tentulah masih belum dimungkinkan. Besarnya potensi gempa ini harus dilihat lagi dengan penelitian. Namun yang perlu diketahui lebih lanjut adalah bahwa lokasinya sangat dimungkinkan berdekatan dengan daerah yang padat penduduknya. Inilah yang harus diperhatikan lebih dari sekedar penelitian. Tetapi juga peningkatan kewaspadaan.

Prediksi gempa yang dicita-citakan semestinya memiliki tiga hal yang harus diungkapkan. Ketiga aspek gempa yang ingin diketahui pada shorterm prediction itu adalah sebagai berikut :

  • Dimana tempatnya. Mencakup area yang cukup sempit.
    Efek bencana sangat merusak sekitar radius 10-20 Km ( di Jogja, Padang). Ramalan yang diinginkan untuk resque (penyelamatan) tentusaja yang memiliki akurasi seperti ini.
  • Seberapa besar kekuatannya. Dalam skala gempa tertentu.
    Saat ini yang diketahui besarnya “potensi” yang tersimpan dalam satu segmen. Berapa yang “bakalan” dilepaskan masih belum (susah) diketahui. Bisa sekali besar, bisa kecil-kecil banyak, atau bahkan slow quake (silent quake) ! Dan juga ada satu hal penting adalah berapa kedalaman gempanya.
  • Kapan terjadinya. Dalam rentang waktu yang memadai.
    Periode waktu yang diinginkan tentusaja short term (jangka pendek). Lah kalau sekedar bilang besok akan gempa skala 7.0  di Indonesia, iya “besok” itu kapan ? setahun lagi, dua tahun lagi atau seratus tahun lagi, atau malah besok sore ? Perkiraan detil itu  jelas masih bemum mungkin untuk saat ini.

Apakah amaran yang didengung-dengungkan diatas itu dipenuhi dalam predisksi atau hanya melakukan teriakan AWAS KEBAKARAN, padahal dirinya hanya tahu bahwa bahwa “Bensin itu mudah terbakar !! “Jadi bahwa gempa akan datang itu sangat dimungkinkan hanya saja besarnya kekuatan gempa perlu diteliti lebih lanjut. Yang tentunya lebih penting adalah kewaspadaan.

DOH !!
Mbok ya kalau memberitahukan sebuah amaran itu diberikan dengan cara yang mudah dimengerti dan tidak menakut-nakuti, sehingga tidak terkesan buruk.

😦 “Nah, hiya kan Pakdhe, teriakan Jakarta berpotensi gempa 8.7 SR ini hanya pengalihan issue, kan ?”

😀 “MMM anu … eng .. mmpf !”

Salam waspada !

Sumber bacaan/gambar : http://www.rms.com/publications/

Tulisan sebelumnya memberikan gambaran cara meramal gempa, ada disini :

Iklan

22 Tanggapan

  1. kudu sedia payung sebelum huja… must be careful..

  2. Pada saat saya membaca komentar2 rekan2 diatas, saya jadi tertarik mengomentari Andi Arief.. Meskipun komentar ini sudah terlambat.. Saya anggap komentar rekan2 diatas semuanya benar dilihat dari persepsi positip dan negatif.
    beberapa tahun belakangan, saya mengambil contoh 2 kejadian luar biasa yang disebabkan gempa dan berakibat Tsunami yang menelan banyak korban di Aceh dan di baru terjadi di Jepang, nah apabila kita membandingkan indonesia yang paling banyak terjadi korban dibandingkan jepang.
    Saya melihatnya bahwa jepang sudah lebih siap dalam mengantisipasi terjadi Gempa sejauh yg saya tahu sejak jepang sering di landa Gempa dan ini terjadi di wilayah indonesia saat ini.
    Bagi saya apapun persepsi maupun akibat yg ditimbulkan akibat pernyataan dari Andi Arief harus disikapi secara positif..
    Dan 2 kejadian ini juga memberi pelajaran pada diri saya, bahwa tanda tanda itu benar ada, dan tinggal bagaimana kita menyikapinya secara positif.
    Dan saya juga yabng memberi saran untuk waspada kepada teman saya di Jakarta.. sebelum Andi Arief mengeluarkan pernyataan itu.
    Alangkah lebih baik pernyataan itu menjadi Latihan kita agar warga Jakarta dan sekitarnya yg berdekatan dengan Selat sudah maupun wilayah selatan, tetap waspada kemungkinan terjadi bisa saja.. masyarakat bisa bicara alasan ilmiah sebab terjadinya, bagi saya alasannya ilmiah maupun Allah Penguasa alam, karena tidak ada yang bisa menahan walaupun sedetik bila yang menghendaki.. Saya warga Medan saya ingin mengajak rekan2 untuk mengambil dari sisi positif jika alasa n pengalihan issu, kalau menurut saya sungguh masuk tidak masuk akal, tapi menurut sayamulai jaman Soeharto s.d. sekarang kalau boleh saya komentari biasanya masalah pertikaian antar kelompok/suku/agama dan teroris.. maaf jika saya seuzon.
    Komentar saya, kita ambil positifnya agar kita lebih waspada. karena Allah yang maha lebih mengetahui.. saya hanya mengutip beberapa ayat :

    Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kcuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daupun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh). (QS. Al An’aam, 6:59)

    Dan di bumi itu terdapat tanda tanda (kekuasan Allah ) bagi orang orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan? (QS. Dzaariyaat (51) : 20-21).

    Surat diatas, hanya untuk merefres kepada kita semua khusus untuk saya, bahwa itu akan ada ya.. agar kita waspada, minimal memperkecil korban yang ada, dan tidak ada salahnya bisa dilihat dan dibaca di 2 surat tersebut sukur jika bisa memahami seluruh isi dalam Tafsir Alquran. tks sekedar komentar mudah2an ada manfaatnya.

  3. Gmpa itu pasti trjdi,sprti ajal manusia…
    Skrg tinggal manusianya,,,kembalilah kpda jln yg d ridhoi Yang Kuasa…

  4. sesungguhnya gempa itu ulahnya manusia-manusia juka …
    jikalaw dunia ini tidak mau goncang dari mara bahaya maka pelihara lah dengan baik?

  5. hati hati aja ya sunda dicekam gempa ne

  6. kalau bicara soal potensi bencana, bikin was-was juga.. semoga saja semua akan baik-baik saja… nuwun dhe.

  7. ilmu geologi sangat penting tuk kehidupan…..

  8. Ini berandai andai aja, jika benar terjadi gempa di selat sunda skala 9.2 SR atau di pangandaran skala 9.2 SR berapa magnitude yg dirasakan di jakarta, dan potensi kerusakannya seberapa, trimakasih Pakde buat antisipasi saya yang tinggal di Jakarta

  9. Salam, artikel yang sangat bagus kawan, jangan lupa berkunjung ke blog saya, berikan kritik dan komentar yang membangun.
    Terima kasih

  10. Hari ini … wis jelas, isu tidak bisa dialihkan.

  11. ini komen ane diblog sebelah http://id.istanto.net/2011/05/19/isu-gempa-besar-di-jakarta-tidak-logis/

    kalo menurut saya, yg ptg itu bukan masalah ANCAMAN GEMPA DI JAKARTA, tp bagaimana MITIGASI BENCANA itu bisa dilakukan oleh pemerintah,
    harusnya pihak terkait yg ngomong ada ancaman gempa besar di Jakarta tu diubah cara menyampaikannya, contoh:
    “marilah warga Jakarta, kita persiapkan diri, mitigasi bencana, knp? krn ada potensi gempa, knp krn Indonesia emg potensi gempanya tinggi”
    trus, pihak2 tsbut jg harusnya lbh memikirkan bgaimana MITIGASI itu dimasyarakatkan, hrus diperbanyak lg sosialisasi MITIGASI BENCANA, gdung2 dilengkapi alat2 MITIGASI, rumah2, rumah sakir, skolah, dll
    tp, ini cuman pendapat pribadi aja, koq kykna jarang saya liat ada pelatihan, sosialisasi MITIGASI spt itu, pnh ada kawan dr Jepang, dy baru aja dtg akhir 2010, lgsung baru bbrp hr dpt pelatihan MITIGASI GEMPA DAN TSUNAMI, dan itu terus dilakukan berkala by pemerintah JEPANG, dan akhirnya kmren pas ada gempa Jepang, hal itu sngat berguna, kira2 pemerintah kita mau gk ya melakukan spt itu?
    gmn pak??? heee,….

  12. Salam kenal pak de 😀

    cuman mau share, dulu waktu saya kecil (sekitar tahun 80an ) bila akan terjadi lindu/gempa, ada satu orang dikampung saya bisa tahu duluan. dan menyuruh semua penduduk desa keluar dari rumah. dan semua penduduk desapun selamat. Sayangnya orang tersebut sudah meninggal dan “ilmunya” tidak ada mewarisinya. Menurut sesepuh desa, dia menggunakan ilmu “itung-itungan” jawa. 😀

  13. Mantab pencerahannya pak dhe..

  14. mungkin niat andi Arif cuma mengemukakan prakiraan saja tapi kayaknya gag pas ngomongin itu ke masyarakat apalagi lewat media massa, bikin panik, apalagi dia bilangnya 8,7 SR. kita2 masyarakat awan kan gag ngerti tu maksudnya kemungkinan doang ato emang beneran mo gempa 8,7 SR soalnya orang2 juga gag ngerti klo gempa gag bisa diramal. mungkin k depannya perlu hati2 membicarakan hal spt itu, harus disesuaikan dengan keadaan masyarakat…

  15. Energy yang di-release gempa 8,7 SR itu lebih dari seratus kalinya 6,2 SR tho pakdhe? Lagian si andi arief itu jago sekali bisa meramal magnitude gempa sampai ke koma-koma nya, padahal membedakan magnitude sama intensitas saja dia ngga paham tho pakdhe?

  16. Wah… artikelnya kerenz bangetz

  17. Makanya kita harus siap siaga terhadap bencana kalau tertadi…

  18. itulah kalo bukan orang geology yang bilang,,bawaanya panik duluan,,,hehehe

    mantap pak artikelnya,,, 😀

  19. pak… coba cek alamat ini deh…

    http://earthquake.itgo.com/today.htm

    disana ada prediksi baru ttg gempa…
    7-8M sekitar blitar…

    ini juga pak…

    http://richocean.wordpress.com/2010/02/09/tamuku-tadi-malam-tahu-lagi-mau-ada-gempa-di-gorontalo-sulawesi/

  20. to..pripun niku pak dhe…….! lha wong sudah tahu kalau gempa itu sulit/susah diramal kok cara memberitahukannya setengah nakut-nakuti stengah ngancam……hayyyaaaaa, ini macam aaa toke banyak lugi la…….

  21. mungkin dalam menyampaikannya berniat bercanda atau masyarakatnya aja yang lebay hihihhihihihihih

  22. hehe,, si thole masih penasaran tuh pak dhe,,
    jadi, langkah yang harus dipersiapkan gimana pak dhe?
    mengingat kepadatan bangunan yg ada di jakarta, sepertinya akan sangat mengerikan jika bencana itu datang,, karena yang membunuh bukan gempanya, tapi bangunannya…

    Kalau melihat kerentanan gempa di Jakarta semestinya mitigasi yang paling penting dituju adalah yang paling lemah bila terkena goyangan gempa. Sependek pengetahuanku, bangunan-bangunan tinggi di Jakarta dan daerah lain pada umumnya, justru BANGUNAN RUMAH TINGGAL yang paling rawan menghadapi gempa. Bangunan gedung tinggi di jakarta memang terlihat menakutkan, tetapi kalau terjadi bencana gempa gedung-gedung ini relatif akan bertahan dibandingkan rumah tinggal yang pada umumnya ATAPNYA BERAT !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: