Majalengka Dihantam Meteor Raksasa 4 Juta Tahun Lalu !


Penyebaran kawah benturan meteor di seluruh dunia.

Ya, ini sebuah hipotesa baru yang ditulis oleh professor Koesoemadinata. Tulisan ini dipersembahkan Pak Koesoemadinata untuk para pendengar Dongeng Geologi.

😦 “Pakdhe, ini mBah Koesoema melihat Geo-Circle, mirip Crop Circle ya ?”

😀 “Iya Thole. Geologi juga memiliki fenomena unik berbentuk lingkaran yang disebut Aki Koesoema sebagai Geo-Circle. Berbentuk seperti lingkaran yang sulit dijelaskan terbentuknya secara geologi”

Fenomena Geo-Circle ini mirip fenomena crop circle yang datangnya tiba-tiba dan kadang tidak diketahui darimana asalnya.

Geo-circles: Sekitar 4 Juta Tahun lalu Daerah Majalengka Pernah Dihantam Rentetan Meteor Raksasa.

Ditulis oleh R.P.Koesoemadinata
Gurubesar Emeritus Geologi Institute Teknologi Bandung.

Suatu penelitian sekilas pada Google Earth map memperlihatkan bahwa adanya Geo Circles (saya meniru istilah  crop circles yang diberitakan di sekitar Jogya) bersekala besar di daerah barat daya Majalengka (gb.1). Bentuk morfologi ini pernah dipetakan secara geologi oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi, P3G (sekarang Pusat Survai Geologi, Bandung), dan ditafsirkan sebagain anjakan (thrusting) yang melengkung pada Lembar Arjawinangun (sekala 1: 100.000)  yang diterbitkan tahun 1973 (gb-3).

😦 “Pakdhe, Mbah Koesoema tidak mau kalah dengan Crop Circle di Jogja ya ? Pasundan ndak mau kalah dengan Majapahit, nih “

 

Gb. 1 Geo-circles tanpa penafsiran sebagai kawah meteor

Namun struktur geo-circles ini sulit untuk dapat dijelaskan sebagai gejala tektonik, sebagai anjakan (thrusting)  walaupun usaha untuk menjelaskan dengan ”gliding tectonics” (tektonik longsoran) sering diajukan,. Penjelasan demikian tidak memuaskan karena struktur anjakan  (thrusting, sesar naik) yang berbentuk setengah lingkaran (semi-circles) ini menghadap ke semua arah penjuru angin, sehingga memerlukan keberadaan  suatu pusat tinggian, yang justru tidak ada. Juga jurus tektonik regional (regional tectonic trend) sini ada mengarah Barat-laut –Tenggara relatif tanpa gangguan.  Justru  pusat-pusat geo-circles ini merupakan cekungan, antara lain Cekungan Sungai Cilutung, yang dapat ditafsirkan sebagai kawah raksasa yang  di bentuk karena dihantam oleh suatu rentetan beberapa meteor berukuran besar (a train of meteors). Gejala geo-circles baratdaya Majalengka ini merupakan suatu kompleks kawah meteor, dan paling tidak dapat dihitung adanya 5 kawah hantaman (impact craters) , yang saling bertumpukan pada citra Google Earth Map ini (lihat gb.-2).

 

Gb. 2. Geocircles ditafsirkan sebagai kawah meteor yang bertumpang-tindih dengan ’overlap’

Dasar kawah ini ditutupi oleh batuan pasir tufaan Formasi Citalang, yang ditetapkan umurnya sebagai Pliocene, sekitar 4 juta tahun yang lalu. Dengan demikian kompleks kawah meteor tersebut berumur paling tua 4 juta tahun yang lalu. Keberadaan adanya ”multi- meteor craters” di satu tempat dapat dijelaskan dengan membenturnya  iring-iringan meteor yang terdiri pecahan asteroid yang menghantam  bumi, sebagaimana halnya dengan yang terjadi di Jupiter beberapa tahun yang lalu yang dibentur secara beruntun oleh  Levy-Schumacher 9 yang terdiri dari iring-iringan 9 buah meteor.

 

Gb. 3. Peta geologi Lembar Arjawinangun (sekala 1: 100.000) yang menafsirkan geo-circles secara geologi, a.l. struktur anjakan (thrust faulting)

Namun demikian, penafsiran ini perlu diteliti lebih lanjut sebagain”ground-check”, terutama meneliti ulang susunan  dan kandungan dari lapisan batuan yang membentuk dinding kawah-kawah ini. Diketemukan adanya pecahan batu meteorite tentu akan membuktikan kebenaran ini. Ground check sekilas telah dilakukan pada semi-circle yang paling barat, yaitu sebelah barat sungai Cisaar, namun ternyata dinding kawah ini ditutupi hutan yang lebat, sehingga tidak diketemukan adanya singkapan untuk mengetahui susunan batuannya.

 

Gb. 4 Detail setengah lingkaran dari geo-circle di bagian barat cekungan Cilutung (sebelah barat Cisaar)

Jika benar geo-circles ini adalah kawah hantaman meteor, maka ini pertama kalinya diketemukan meteor crater di Indonesia. Di negara lain seperti Australia, Asia, Afrika, Eropa, Amerika bahkan di Antartika, sudah banyak diketemukan gejala ini, tetapi jumlahnya sekitar 100 –san (lihat gambar paling atas)
Jika sendainya benar bahwa ’geo-circles” ini adalah disebabkan hantaman meteor (meteoric impact) ini mempunyai konsekwensi ekonomis, karena di Mexico suatu hantaman meteor bukan saja membentuk kawah tetapi juga meretakkan batuan di bawahnya dan telah membentuk reservoir minyakbumi. Namun tentu ini masih sangat spekulatif.

😦 “Pakdhe emang kalau ada Meteoric Crater Impact ini terus buat apa ?”

Tentusaja kalau dibumbui arti ekonomisnya akan menarik. Dibawah ini ada artikel tambahan yang bisa dibaca untuk menggali sisi ekonomi akibat tumbukan meteor ini :

Iklan

22 Tanggapan

  1. Terima kasih Pak Rovicky ada beberapa perbedaan pendapat dari geologist yang menganalisa, beberapa berpendapat menyatakan sangat membahayakan. Kalau Menteri PU tentu terikat kepentingan karena bagian dari Pemerintah yang tentu saja ingin menjadikan bendungan ini. Namun apabila membahayakan tentunya minimal pemerintah aware terhadap resikonya sehingga perlu dibuat mitigasi bencananya. Saat ini belum ada mitigasi bencananya. Ada kearifan lokal yang meramalkan bendungan tersebut akan jebol, dan kalau terjadi dampaknya akan luar biasa tidak hanya bagi masyarakat di hilir bendungan tapi juga bagi bangsa Indonesia. karena di hilir bendungan ada industri kilang minyak balongan.

  2. Setahu saya menteri PU sekarang adalah seorang ahli geologi juga. Mungkin sudah dikaji detilnya. Saya belum pernah mengkajinya secara khusus memang.

  3. Pak Rovicky apakah tidak tergerak untuk meneliti Struktur Geologi Waduk Jatigede? Secara letak sangat dekat dengan Lokasi 5 tumbukan Meteor di Majalengka ini paling berjarak 3 Km-an dari lokasi tumbukan, dari ulasan Pak Rovicky disebutkan bahwa lempeng tanah akibat tumbukan 5 meteor tersebut hancur/ rusak, banyak ahli geologi yang menyampaikan tentang potensi ambrolnya wakduk Jatigede karena dibangun di atas Sesar Baribis yang masih aktif namun Menteri PU optimis bahwa membangun bendungan di atas Sesar adalah hal biasa. Apabila membaca informasi dari Blog Pak Rovicky perbedaan yang mendasar Sesar di bawah bendungan Jatigede telah tertumbuk 5 meteor raksasa tentu sangat berpengaruh sehingga berbeda kondisinya dengan Sesar-2 di Bendungan lainnya semisal di Jatiluhur, Cirata, atau Saguling. Apabila Bendungan Jatigede digenangi dan ambrol tentu korban jiwanya tidak sedikit, barangkali para Ahli Geologi tergerak untuk membuat kajian ilmiahnya dan menyampaikannya ke Menteri PU atau Presiden sebelum benar-2 digenangi waduknya sehingga potensi bencana bisa dicegah.

  4. […] satu tahun, direncanakan 2015. Masi ada waktu. Tulisan Pak Rovicky tentang Meteor Jatuh https://rovicky.wordpress.com/2011/04/07/majelangka-dihantam-meteor-raksasa-4-juta-tahun-lalu/ Majalah Geomagz yang membahas masalah ini bisa diunduh di […]

  5. Reblogged this on Sentuhan Jari Jemari and commented:
    Majalengka

  6. gila aja segede itu

  7. waw subhanallah aku baru tahu ternyata begitu ya…

  8. ternyata dampaknya besar juga yah welehhhhhhhhhhhhhhhhhhh

  9. walah-walah ternyata dampaknya besar juga yah

  10. hmm…. dl it d daerah majengkala dah da penghuni manusia .y gk ya?

  11. Kalau kawahnya segede itu, logikanya benda angkasa yang menghantam daerah itu juga cukup besar mungkin diameternya >2 meter. Masalahnya yang jatuh di Majalengka batuan luar angkasa atau logam, jika seperti tektit hitam berkilat yang kaya Titanium, maka bisa dipastikan sudah habis tak bersisa. Karena dalam adat kita, senjata kuno yaitu : keris, rencong, kujang dan pedang banyak yang dilapis dengan Titan yang berasal dari tektit atau jenis meteorit yang lain, karena senjata yang dilapis Titan kualitasnya tinggi di mata orang Indonesia.

  12. wah…baru tahu…padahal pernah mancing disana

  13. pakde saya asal dari majalengka…
    dampaknya panjang nya pa pake dengan adanya geo circle tersebut?

  14. wah pakde.. rumah saya persis didekat tengah kawahnya (kawah yg timur laut), ditengah yg kawah itu ada Gunung Tilu yang sebenarnya bukit batu terdiri dari tiga bukit kecil berderet padahal sekelilingnya bener-bener rata… cuma sayang klo gak salah bukit batunya dah habis ditambang

  15. apakah itu siklus yg akan terulang lagi??

  16. Inilah salah satu tanda-tanda kebesaran-Nya agar kita menjadi hamba-hamba yang bersyukur.

  17. …hantaman meteor bukan saja membentuk kawah tetapi juga meretakkan batuan di bawahnya dan telah membentuk reservoir minyakbumi…
    He..he.. mentang2 pakdhe orang perminyakan trus dihubung2kan dg deposit minyak. btw klo bener2 ada, harga bensin bisa turun nggak pak dhe? Klo tidak ya percuma dhonk…?

  18. ahay rim\umahku perbatesan majalengka cirebon, berarti deket dong

  19. wah saya orang Majalengka baru tahu dari blog ini tentang geo-circles, kira-kira kalo geo-circles sebesar itu berapa diameter meteor atau asteroid yang jatuh ya?

  20. Klo bekas hantamannya segede itu, brarti barang yang menghatam juga gede ya… tapi kok gak ada sisanya ya?
    Apa orang-orang jaman prasejarah dulu memanfaatkannya untuk bikin artefak kaya microlith yang di situs-situs Danau Bandung itu ya..? Wah apik tenan.

  21. pakde kalo sejenis meteor atau asteroid itu menghantamnya secara random atau ada kemungkinan bisa terulang (siklus) lagi?

  22. wah pakde, ini jg lagi ramai2 dibahas di milis GEA bbrapa minggu lalu, rupanya ini toh kamsudnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: